Showing posts with label Kesehatan dan TIPS TIPS bijak. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan dan TIPS TIPS bijak. Show all posts

Monday, June 5, 2017

Cara Merawat Baterai Laptop Agar Awat

Cara Merawat Baterai Laptop ASUS Agar Awat



Berikut adalah tipsnya

1. charger baterai pertama 4-6 jam
2. 3 pngisian pertama sampai penuh, kosongkan spenuhnya sbelum diisi ulang
3. Lebih dari 2 minggu berencana tidak pakai laptop, lepas baterai (isi dulu sampai full). Jangan tidak dipakai lebih dari 3 hari, sbelum lepas isi smpai pnuh
4. Jangan make smpai 0%
5. Jangan sering mencabut dan mmasang charger.
6. Kalibrasi setiap bberapa bulan
7. Baterai ada di ruangan yang suhu minimal 10 maksimal 30.
8.
saat btrai dipakai tanpa charger, jangan buat yg berat berat sperti ngegame
9. Redupkan kecerahan layar, matikan wifi, hardware yg tak dipakai


sumber: 
http://www.acerid.com/2010/05/merawat-baterai-laptop/
http://www.batterailaptop.com/tips-merawat-batterai
https://www.asus.com/id/support/article/604/

Tuesday, March 14, 2017

Cara Mengatasi Bau Ketiak/Bau Badan

Cara Menghilangkan Bau Ketiak atau Bau Badan

السلام عليكم

Saudara ku semua, kali ini saya akan berbagi tips untuk menghilangkan bau ketiak bagi remaja-remaja bisa juga untuk orang dewasa, dengan tanaman yang diberkahi. Yaitu Cuka dan Minyak Zaitun. Bagaimana caranya?




1. Berdoalah anda pada Allah, karena tidak ada kesembuhan kecuali dari Allah
2. Siapkan kapas, cuka, minyak zaitun
3. Ambil kapas sebesar stengah kancing baju, sedikit saja jangan banyak banyak.
4. Teteskann 3 tetes cuka putih ke kapas tersebut, kemudian oleskan ke ketiak kanan anda.
5. Teteskann 2 tetes cuka putih ke kapas tersebut, kemudian oleskan ke ketiak kiri anda. Maka kapas akan menjadi hitam, dan kuman di ketiak anda akan mati.
6. Kemudian tuangkan minyak zaitun kira kira sepertiga sendok ke telapak tangan kanan anda. Oleskan ke ketiak kanan anda.
7. Oleskan juga ke ketiak kiri anda.

Dan biarkan sepanjang hari seperti itu, maka in syaa Allah. ketiak anda tidak akan bau bahkan tetap wangi sepanjang hari sampai sore. Saya mendapat kabar:

Dari Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Makanlah minyak zaitun dan minyakilah rambut kalian dengannya, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi”. (HR Tirmizi)
https://almanhaj.or.id

Friday, May 13, 2016

Cara Menyembuhkan Kutil dengan Kulit Pisang

Assalamualaikum wr wb. Semoga bermanfaat apa yang saya bagikan dari pengalaman. Ada beberapa orang yang menderita penyakit kutil
Jika sudah dalam waktu yang cukup lama kamu bersabar, maka harapkanlah pahala dari Allah.
Berikut ini saya nasehatkan tipsnya:
  • Bersabarlah yaa kaum mukmin! Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan ada pula Dia turunkan obatnya. Sesungguhnya setiap musibah yang Allah turunkan pasti ada hikmah dan kebaikan di dalamnya, mudah mudahan kita termasuk orang yang mendapat kebaikan.
  • Mintalah kesembuhan hanya padaNya! Jika kamu tidak sabar dan langsung mendatangi dokter untuk menyembuhkan penyakitmu, apakah dokter bisa menyembuhkanmu dari dosa-dosa?
  • Cobalah ambil kulit pisang, jenis apa saja. Kulit pisang mengandung asam salisilat.    

  • Bacalah doa: Wahai Allah pemelihara manusia, penghilang segala kesusahan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dariMu. Maka sembuhkanlah yang menyembuhkan tanpa meninggalkan penyakit.
    Lalu oleskan kulit pisang ke bagian kulit yang terkena kutil. Lakukan pagi dan menjelang tidur, selama beberapa hari. Maka insyaAllah, kutil akan mengering dan hancur sedikit demi sedikit.
  • Kamu sudah berdoa dan berusaha semampumu, maka berserah dirilah kamu kepadaNya. Karena Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.

Tuesday, January 12, 2016

Cara mengobati Sulit BAB


Assalamualaikum wr wb. Semoga bermanfaat apa yang saya bagikan dari pengalaman. Ada beberapa orang yang pernah mengalami kesulitan buang air besar (BAB) dalam waktu yang lama, sampai tahunan.
Apabila kamu mengalami sulit bab, sampai 5 hari, 6 hari, 7 hari sekali baru bisa bab. Maka bersabarlah! Jangan marah, harapkanlah pahala dari Allah atas apa yang menimpamu dan berdoalah padaNya. Jangan terburu-buru ingin cepat selesai sembuh, tapi sabarlah dulu.
Jika sudah dalam waktu yang cukup lama kamu bersabar, boleh kamu periksa ke dokter. Kemungkinan besar dokter akan menyuruhmu melakukan kolonoskopi. Yaitu operasi dengan memasukkan selang berkamera melalui anus, untuk melihat apakah ada kangker usus besar atau tidak.
Ada seorang remaja, saya kenal, yang setelah 4 tahun sulit bab, lalu ia pergi ke dokter. Dokter menyuruhnya kolonoskopi, dan setelah di periksa ternyata tidak ada kangker di usus besarnya, insyaAllah.
Tapi penyebabnya adalah Irritable bowl syndrom atau sindrom iritasi usus. Penyebab penyakit ini tidak lain karena ia banyak pikiran, kurang sabar dan kurang tawakal. Penyakit ini, ada yang koordinasi otaknya terganggu ketika hendak mencret, otaknya seharusnya memerintahkan otot anus untuk dapat menahan agar tidak mencret. Ada juga yang ketika seharusnya bab, koordinasi otak terganggu untuk memerintah otot anus agar dapat mengeluarkan kotoran.
Berikut ini saya nasehatkan tipsnya:
  • Bersabarlah yaa kaum mukmin! Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan ada pula Dia turunkan obatnya. Sesungguhnya setiap musibah yang Allah turunkan pasti ada hikmah dan kebaikan di dalamnya, mudah mudahan kita termasuk orang yang mendapat kebaikan.
  • Mintalah kesembuhan hanya padaNya! Jika kamu tidak sabar dan langsung mendatangi dokter untuk menyembuhkan penyakitmu, apakah dokter bisa menyembuhkanmu dari dosa-dosa?
  • Cobalah mengkonsumsi jus jambu. InsyaAllah di dalamnya terdapat obat untuk mengeluarkan kotoran perut.
  • Sholat subuh berjamaah di masjid, setelah itu pulanglah ke rumah dan duduklah dengan bersimpuh. Tegakkan punggungmu, setegak mungkin. InsyaAllah, kotoran akan terdorong keluar.

  • Kamu sudah berdoa dan berusaha semampumu, maka berserah dirilah kamu kepadaNya. Karena Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.

Thursday, August 27, 2015

Obat Infeksi saluran kemih

Cara menyembuhkan Infeksi Saluran Kemih

Assalamualaikum saudaraku jika kamu seorang muslim. Sebelumnya perlu saya tekankan di sini, bahwa tidak ada suatu penyakit kecuali dengan izinNya. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dariNya. Jika anda terkena penyakit infeksi saluran kencing, berikut tips dari saya:

1. Berdoa pada Allah. Ketahuilah, bahwa setiap penyakit pasti Dia sediakan pula obatnya. Berdoalah padaNya, niscaya Dia mengabulkannya. Berdoalah padanya sehingga engkau bukan termasuk orang yang berputus asa, tapi jangan engkau kehilangan rasa takut terhadapNya.
2. Berusaha dengan mengkonsumsi cuka sebagai lauk, dan nanas, cranberry, bluberry sebagai buah. Yang mana saja buah yang paling mudah didapat.
Cuka memiliki manfaat yang besar. Karena nabi juga mengkonsumsinya. Ia akan membersihkan perut dan saluran kemih serta membunuh kuman-kumannya, insyaAllah. Sedangkan buah nanas ia memiliki zat tertentu yang dapat membantu penyembuhan penyakit infeksi saluran kemih, dan ia juga memiliki serat yang bagus untuk mengatasi sembelit insyaAllah.

Saudaraku, bersabarlah atas apa yang menimpamu karena itu penting. Berdoalah padaNya dan harapkanlah pahala atas musibah yang menimpamu. InsyaAllah tips saya di atas bermanfaat. Aamiin.

Tuesday, April 7, 2015

Cara membuka situs Islam yang diblokir

Bismillahirrohmaanirrohiim. Semoga Allah membinasakan orang-orang kafir dan munafik, yang selalu menghalangi manusia dari jalan Allah, mempersulit mereka mencari ridho Allah, memblokir situs-situs islam tanpa alasan yang benar.

Salah satu situs islam yang paling saya senangi adalah eramuslim.com. Karena ulama-ulama yang menerangkannya adalah orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah, iman adalah ucapan dan perbuatan, tidak serta merta menyalahkan golongan lain, dan tidak sombong. Namun situs tersebut juga diblokir dengan alasan menyebarkan paham radikal isis.



Berikut saya akan jelaskan bagaimana cara membuka situs islam yang diblokir.

1. Masuk ke >> http:// web.archive.org/
2. Masukkan situs yang ingin dibuka pada kotak pencarian misal http://eramuslim.com
3. Jika situs sudah pernah diarsip, maka akan muncul tanggal-tanggalnya.
4. Silakan saudara memilih tanggal berapa.
5. Silakan saudaraku, bacalah dan amalkan kebaikan , cegahlah kemungkaran.

KABAR BARU:

Ikuti saja http://eramuslim.co

Misal tidak bisa membuka http://www.eramuslim.com/editorial/eramuslim-memandang-isis.htm
Maka ganti ".com" nya menjadi ".co" yaitu:
http://www.eramuslim.co/editorial/eramuslim-memandang-isis.htm

Semoga Allah memberi kita kekuatan dan kesabaran menghadapi fitnah(kekacauan) ini. aamiin.

Wednesday, January 7, 2015

Cara alami lancar BAB (Buang Air Besar)

Assalamualaikum. Semoga kesejahteraan terlimpah pada kita kaum yang beriman aamiin.

Kali ini saya mau memberi tips bagi orang yang sedang mengalami kekuranglancaran pencernaan, yaitu sulit BAB (buang air besar).
Setiap saya sulit beol, saya selalu menggunakan cara berikut. Mungkin penyebabnya bisa karena habis makan obat yang berefek samping menghambat pencernaan. Bisa juga karena minum teh tua, dll.
Alhamdulillah, cara yang saya tulis ini sangat simple yaitu dengan minum "minyak zaitun". Beli saja di toko/apotek. Minyak zaitun adalah pohon yang diberkati.

Caranya:

1. Ketika bangun tidur (usahakan bangun jam 4), segera berdoa dan minta pada Allah agar dikeluarkan kotoran-kotoran perut.
2. Minum minyak zaitun 1 sendok makan.
3. Segera minum air putih hangat-panas 2 gelas.
4. Selang beberapa puluh menit, minum lagi air panas-hangat.
5. Berserah dirilah kamu pada Dia, insyaAllah pasti disembuhkan.



Semoga lekas sembuh, aamiin.

Allah subhanahu wata'ala berfirman, "Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nur: 35)

Wednesday, August 27, 2014

Tentang Sianida (zat Racun berbahaya)

Bismillahirrohmaanirrohiim

Kali ini saya akan membahas sedikit tentang zat yang bernama sianida. Biasanya zat ini berbentuk dalam senyawa seperti HCN (asam sianida), KCN (kalium sianida), dalam obat pembasmi serangga, dll.


Gambar diatas adalah KCN, berbentuk seperti gula pasir, beracun bila termakan, mudah sekali terlarut dalam air. Baunya mirip Kacang Badam/ almond.


Berhati-hatilah, bila zat ini masuk dalam tubuh maka akan terhidrolisis dengan reaksi:

CN-  +  H20  >> OH-  +  HCN

Bila ada orang keracunan zat ini, lakukan langkah pertolongan pertama :

1. Segera telpon ambulan
2. Tekan perut korban sampai muntah
3. Lepaskan pakaian yang terkena sianida, takutnya terhirup korban.
3. Bila ambulan datang, segera pakaikan masker oksigen.

sumber : http://sobakatsu-mihabitacion.blogspot.com/2012/05/kalium-sianida-si-tersangka-utama.html

Tuesday, August 12, 2014

Cara Merawat Anak Kucing

Cara Merawat Anak Kucing




Ini posting dari RYE_BLOG yang lumayan penting. Bila kita memiliki anak kucing piatu (ibunya tidak ada atau sudah meninggal), maka kita harus bisa berperan sebagai ibunya. Berikut cara merawat anak kucing yang ternyata memang membutuhkan kesabaran.

1. Taruh anak kucing di dalam kardus (aqua, dll), agar hanagat. Boleh dialasi dengan kain agar lebih hangat

2. Beri susu di dot, 5 kali sehari biar dia yang meminum sendiri. Kalau dia kenyang dia akan melepas dotnya sendiri. TAPI ingat!! Jangan memberi susu sapi, karena susu sapi mengandung laktosa yang tidak bisa dicerna kucing. Saya menyarankan beri susu SGM SOYA yang merupakan susu kedelai bebas laktosa. Lebih baik bila kita membeli susu khusus kucing, tapi harganya mahal loh.

 3. Terkadang kita menemukan masalah, yaitu perut anak kucingnya kembung. Penyebabnya adalah dia terkena air, namun tidak lekas dikeringkan. Sehingga masuk angin. Cara mengatasinya adalah dengan mengolesi perut dan dadanya dengan minyak kayu putih. InsyaAllah besoknya sembuh.

demikianlah semoga kitten sobat cepat besar ya.. ;)

Tuesday, March 25, 2014

Cara Mengatasi tidak bisa mengendalikan makan, ingin makan terus

Assalamualaikum. Sobat semua setanah air seindonesia, adakalanya kita menjadi jenuh dan merasa tidak nyaman dengan ketidakmampuan kita untuk mengendalikan keinginan kita untuk makan terus, terutama camilan. Terutama yang masih remaja. Jikalau kita tidak bisa mengendalikan makan, kita akan menumpuk kolestrol di tubuh. Karena kita masih muda, enzim dan hormon pengendali kolestrol masih berfungsi baik. Jadi kita tidak merasa apa apa. Tapi kalau udah tua, kita akan merasa 'bu shufu' (meriang alias tidak enak badan). Saya sang admin, menulis artikel ini karena saya juga pernah mengalami hal tersebut. Oke, berikut ini adalah tipsnya :

Yaitu dengan minum air putih langsung 2 gelas, directly, gak pake lama. Dengan begitu perut kita akan kembung, dan nafsu makan kita hilang sesaat. Selain itu air putih juga akan membantu kerja ginjal kita. Ada lo temenku yang gara gara kurang minum, jadinya ginjalnya rusak. Beberapa minggu sekali dia cuci darah yang biayanya.. wow

Sekian dari saya, terima kasih. Semangat muda!!

Wednesday, December 4, 2013

Jenis Jenis Pantun Anak beserta Contohnya

Jenis Jenis Pantun Anak beserta Contohnya

Ayam kinantan terbang mengekas,
hinggap di ranting bilang-bilang,
Melihat bunda pulang lekas,
hatiku besar bukan kepalang.

Berangan besar di dalam padi,
rumpun buluh dibuat pagar.
Jangan syak di dalam hati,
maklum pantun saya belajar.

Beringin di tepi kolam
buaya besarang di bawahnya
hati ingin hendak belajar
orang tua sayang melepaskannya

Cempedak diluar pagar,
tarik galah tolong jolokkan.
Saya budak baru belajar,
kalau salah tolong tunjukkan

Dimana pada takkan luluh,
padi basah tidak ditampi.
Di mana hati takkan rusuh,
bunda hilang bada berbini.

Elang berkulit tengah hari,
Cenderawasih mengirai kapak.
Alangkah sakitnya berbapa tiri,
awak menangis disangkanya gelak.

Elok rupanya kumbang janti,
dibawa itik pulang petang.
Tidak berkata besar hati,
melihat ibu sudah datang.

Hiu beli belanak beli
udang di manggung beli pula.
Adik benci kakak pun benci,
orang di kampung benci pula.

Jawi hitam tidak bertanduk
memakan rumput di atas munggu.
Lihatlah ayam tak berinduk,
demikian hidip anak piatu.

kayu jati bertimbal jalan.
turun angin patahlah dahan.
ibu mati bapa berjalan,
kemana untuk diserahaka.

kayu rusak ambil petanak,
masuklah pauh diperam serang.
baju tidak celana tidak
kakak jauh di rantau orang.

Lurus jalan ke payakumbuh
kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati takkan rusuh
ibu mati bapa berjalan

Manis sungguh tebu seberang,
dari akar sampai ke pucuk,
Manis sungguh mulut orang,
kita menangis jadi terpujuk

merpati terbang ke jalan,
ikan belanak makan karang.
Bunda mati,bapak berjalan,
melarat anak tinggal seorang

Orang bandung memintal kapas,
anak cina berkancing tulang.
Ayah kandung pulanglah lekas,
anak anda rindu bukan kepalang.

Orang padang pergi ke pauh
sampai di Pauh membeli lokan.
Bunda kandung berjalan jauh,
tergemang anak tertinggalkan.

Padi pulut di dalam bendang
banyak rumput dari jerami.
Mulut kita disuapi pisang,
ekor dikait dengan duri.

pecah canggkit,cawan pinggan,
emas derai dalam geleta.
Sejak anak bunda tinggalkan,
gila berurai air mata.

Ramai orang berorak-sorak,
menepuk gendang dengan rebana.
Alang besarnya hati awak,
mendapat baju dengan celana.

Rumpun buluh dibuat pagar,
cempedak dikerat-kerati.
Maklumlah pantun saya belajar,
saya budak belum mengerti.

Sayang pisang tiada berjantung,
bunga keluar dari kelopak.
Penat sangat ibu mendukung,
adik tak juga mau gelak.

Selem pada berlari-lari
mengejar musang dengan kera.
Daripada tinggal dengan bunda tiri,
baiklah hidup sebatang kara.

Tanamlah banyam sambil duduk
lihatlah ayam bertinduk.
Tanam di dekat pinggir paya,
begitu macam untung saya.

Tengah rembang panas teduh,
peluh di badan habis bertitik.
Ayuhai saudara jangan bergaduh,
lihadah bunda sudah berbalik.

sumber : http://artikelampuh.blogspot.com/2013/08/pantun-anak-anak.html

Monday, November 11, 2013

Contoh teks Pidato Memerangi Korupsi

Contoh teks Pidato Memerangi Korupsi

Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi semuanya . Sebagai awalan , marilah kita panjatkan puji syukur atas segala nikmat yang dikaruniakan Allah SWT sehingga pada saat ini kita masih diberi kesehatan untuk tetap dapat beraktivitas .




Shalawat dan salam kita sanjungkan ke haribaan junjungan besar kita , nabi agung , nabi mulia , nabi Muhammad Saw . Dialah sebagai seorang pendobrak dekadensi moral manusia . Melalui jerih payah , pengorbanan , dan perjuangan beliaulah , kita dapat terbebas dari kekufuran , kejahiliyahan dan kehinaan . Demikian halnya , semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan untuk keluarganya , para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman . Atas jerih payah , pengorbanan dan keikhlasan merekalah , cahaya Islam dapat terbit di belahan timur bumi ini , Indonesia , tanpa KKN , tanpa pemaksaan dan tanpa penjajahan .




Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Nur setiati yang telah memberikan kesempatan sehingga saya dapat menyampaikan pidato hukum berjudul ' Negara Melawan Hukum ' .




Kata korupsi memang sudah tidak asing lagi bagi kita . Secara harfiah arti kata korupsi adalah mengambil atau mencuri hak yang bukan miliknya dengan memanfaatkan jabatan dan secara sembunyi - sembunyi . Banyak kasus korupsi yang terjadi di negara kita . Salah satunya , yaitu pada saat ini kasus korupsi yang gencar diberitakan di media adalah kasus penggelapan pajak oleh oknum pegawai pajak koruptor yang kita kenal dengan julukan si mafia pajak , Gayus Tambunan .




Para hadirin yang saya hormati , kenapa di negara kita ini para koruptor Mental , keimanan dan kurang tegasnya sanksi yang akan di terima menjadi beberapa alasan untuk saat ini , bukti kurang tegas nya hukum tentang koruptor ini




Bagaimana agar situasi tersebut tidak memburuk dan para koruptor di tindak sebagaimana mestinya ? Penjara khusus koruptor , penjara khusus koruptor ini adalah penjara yang tidak memberikan fasilitas dan di jaga oleh orang yang bermental tinggi sehingga tidak mudah terperngaruh ucapan para koruptor




Peran pemerintah tentang korupsi yang terjadi di negara kita seharusnya lebih memastikan semua para koruptor di tahan dengan tindakan yang semesinya pemerintah juga harus lebih di meningkatkan penjagaan agar tidak terjadi praktik - praktik korup lagi . beberapa siswa di beberapa daerah di negara kita menyampaikan usul - usul dari seperti pemiskinan terhadap para koruptor dan pemberian KTP khusus koruptor dan penegasan kembali terhadap para koruptor




Hadirin yang saya hormati , negara kita tidak membutuhkan orang yang hanya memiliki kepintaran saja melainkan orang yang memiliki kejujuran dan jika kepribadian yang besar sehingga tidak mudah terpengaruh orang lain seharusnya kita mementingkan kualitas bukan kuantitas terlalu banyak orang yang pintar tetapi hanya segelintir orang yang memiliki kejujuran




Generasi anak bangsa negara yang baik harus lah di didik dengan baik dan tidak terlalu mementingkan iQ tetapi emotional dan spiritual yang tinggi sehingga tidak lahir koruptor - koruptor di masa yang akan datang




Aksi untuk melawan korupsi harus di tangani dengan serius karena kita semua mengharapkan korupsi akan terkikis lenyap dari negara kita . untuk itu kita harus bersama - sama melawan korupsi bagi siswa belajar di tingkatkan sikap di perbaharui agar menjadi generasi yang lebih baik dari sekarang

sumber : http://www.lokerseni.web.id/2012/01/contoh-teks-pidato-tentang-korupsi.html

Friday, November 8, 2013

Laporan Praktikum Daya Tekan Akar

Laporan Praktikum Daya Tekan Akar

A. Tujuan
Untuk mengamati adanya daya tekan akar pada tumbuhan.
B. Landasan Teori
Air dan garam mineral diambil dari tumbuhan dari dalam tanah. Air dan mineral dari tanah masuk ke dalam tubuh tumbuhan melalui dua jalan, yaitu melalui rambut akar dan ujung akar. Cara transportasi air dan mineral di luar xilem (berkas pembuluh) ada 2 macam, yaitu simplas dan apoplas.
Transportasi simplas adalah bergeraknya air tanah dan zat terlarut melalui bagian hidup dari sel tumbuhan, misalnya sitoplasma dan vakuola dari satu sel ke sel lain. Pada sistem ini perpindahan terjadi secara osmosis dan transporaktif. Transportasi apoplas adalah menyusupnya air tanah secara difusi bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari tumbuhan. Transportasi apoplas tidak dapat masuk ke xilem karena adanya pita kaspari pada endodermis. Apoplas dapat terjadi di semua bagian daun kecuali endodermis.
Di dalam xilem, air dan mineral yang mengendap di dalamnya akan bergerak ke atas dalam elemen pembuluh dan trakeid. Kemudian air dan mineral akan didistribusikan ke jaringan-jaringan yang membutuhkan, misalnya pada daun.
Potensi air di atmosfer umunya lebih rendah daripada potensi air dalam tanah. Perbedaan potensi air ini menimbulkan daya dorong terhadap translokasi air dari larutan tanah, melewati tanaman ke atmosfer.. Penyerapan air berkaitan dengan metabolisme dan faktor lain yang berpengaruh pada metabolisme sebagai pengaruh tidak langsung. Rendahnya suhu, kurangnya oksigen dan senyawa toksik akan menekan penyerapan air, karena akan mengganggu metabolisme. Demikian halnya aliran air antara vakuola dan sitoplasma dikendalikan oleh perbedaan potensi air. Faktor yang mempengaruhi penyerapan air yaitu: faktor lingkungan seperti ketersediaan air, aerasi, konsentrasi larutan tanah, suhu dan faktor tanaman seperti laju transpirasi tanaman, sistem perakaran, metabolism
Tekanan akar dan daya kapileritas masih terlalu lemah dalam upaya transport air melewati xylem ke bagian atas tanaman, terutama pada tanaman dengan ketinggian yang cukup (hampir mencapai 100 m). Tekanan akar maksimum yaitu 2 atm, yang artinya hanya mampu menaikkan air sampai ketinggian 21 m.
C. Alat dan Bahan
Read More >>
1. Alat :
a. Manometer
b. Pipa karet
c. Jarum suntik
d. Statip
e. Pisau/ silet
f. Gelas ukur
2. Bahan :
a. Tanaman pacar cina dalam pot
b. Vaseline
c. Air
d. Safranin

D. Langkah Kerja:
1. Menyediakan alat dan bahan.
2. Memotong tanaman pacar cina (Impatiens balsamina) yang segar dalam pot ± 5cm diatas permukaan tanah sesuai dengan ukuran pipa karet. Bila batang terlalu besar sesuaikan saja dengan ukuran pipa.
3. Memasukan air ke dalam pipa karet pada manometer
4. Memasukan batang tanaman (Impatiens balsamina) kedalam pipa yang telah di isis air tadi
5. Memasukan safranin ke dalam manometer dengan menggunakan jarum suntik melalui bagian bawah alat tersebut. Usahakan jangan ada gelembung di dalam manometer, bila ada gelembung ulangi kembali dengan memasukan sapranin ke dalam manometer.
6. Menghubungkan atau menggabungkan manometer pada pipa karet yang telah di isi batang tanaman pacar cina dengan terlebih dahulu mengurangi volume air yang ada pada pipet karet tersebut.
7. Mengoleskan Vaseline antara hubungan pipa karet dengan manometer agar tidak bocor.
8. Menempatkan manometer pada kondisi luar lingkungan.
9. Mencatat perpindahan kenaikan safranin dan waktu yang dibutuhkan untuk naik ke ujung manometer.
E. Hasil Pengamatan:


Gambar Keseluruhan






F. Pembahasan
Pada praktikukm ini digunakan tanaman pacar air (Impatiens balsamia) merupakan tanaman yang dijadikan sebagai tanaman sampel. Tanaman sampel dipotong bagian batangnya. Pemotongan tanaman sampel ini bertujuan untuk membuktikan terjadinya tekanan akar serta besarnya kenaikan larutan (larutan safranin) akibat dari tekanan akar. Faktor yang mempengaruhi tekanan akar adalah perbedaan potensial air dalam tumbuhan dan air yaitu potensial air yang tinggi di dalam tanah.Tumbuhan menyerap air dan mineral yang terdapat di dalam tanah melalui akar, untuk menaikkan air dari permukaan tanah diperlukan suatu tekanan pada akar. Tekanan pada akar terjadi jika transpirasi rendah, artinya kelembaban padatanah cukup tinggi. Pada saat kelembapan tanah kurang maka laju transpirasi akan meningkat, tekanan akar tidak terjadi maka air yang ada akan naik karena adanya daya isap daun.
Kenaikan air dari tanah juga dipengaruhi oleh transpirasi karena transpirasi sebagian besar terjadi di daun melalui stomata, transpirasi bermanfaat bagi tumbuhan karena dapat menyebabkan terbentuknya daya isap daun, mempercepatpengangkutan unsur hara melalui xilem dan membantu penyerapan air dan unsur hara oleh akar. Tekanan akar tidak dapat diamati jika kondisi lingkungannya kekurangan air atau pada saat transpirasi rendah. Pada saat ini yang berperan adalah daya isap daun, jadi air bergerak karena terjadinya transpirasi. Akar merupakan komponen pokok dari tanaman, baik dalam hal fungsi maupun dalam jumlah besarnya. Biasanya dapat mencapai kira-kira 1/3 berat kering seluruh tubuh tanaman. Kecepatan ekstraksi air dari suatu tanah merupakan fungsi darikonsentrasi akar, karena berkurangnya menurut kedalaman daerah akar. Air sangat penting bagi tumbuhan sehingga gerakan air melalui tanah yang disebu tperkolasi, tumbuhan karena dapat menyebabkan terbentuknya daya isap daun, mempercepatpengangkutan unsur hara melalui xilem dan membantu penyerapan air dan unsur hara oleh akar.
Tekanan akar tidak dapat diamati jika kondisi lingkungannya kekurangan air atau pada saat transpirasi rendah. Pada saat ini yang berperan adalah daya isap daun, jadi air bergerak karena terjadinya transpirasi. Akar merupakan komponen pokok dari tanaman, baik dalam hal fungsi maupun dalamjumlah besarnya. Biasanya dapat mencapai kira-kira 1/3 berat kering seluruhtubuh tanaman. Kecepatan ekstraksi air dari suatu tanah merupakan fungsi darikonsentrasi akar, karena berkurangnya menurut kedalaman daerah akar. Air sangat penting bagi tumbuhan sehingga gerakan air melalui tanah yang disebut perkolasi. Hubungan antara tekanan akar dan daya hisap daun adalah sangat eratkarena faktor-faktor itu tidak dapat berdiri sendiri dalam memindahkan zat haraatau air tanah menuju ke daun untuk difotosintesis. Akar berperan dalam memperluas bidang penyerapan tumbuhan terhadap air dan zat hara. Jika tumbuhan tidak mempunyai akar maka tumbuhan itu hanya dapat menyerap zat-zat yang diperlukannya dari sekitarnya saja. Sebaliknya jika tumbuhan tidak mempunyai daun, maka penyerapan dan pengantaran zat hara dari tanah menuju ke daun tidak optimal (tidak cepat) karena daya tekan akar saja tidak cukup untuk melawan besarnya gradien gravitasi bumi.
Untuk mengetahui adanya tekanan pada akar maka dapat dilakukan suatu pengamatan dengan menggunakan tanaman yang mempunyai batang transparan sehingga besarnya pergerakan air tanaman dan kenaikkan larutan dapat terlihat jelas.
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan bisa di ketahui adanya tekanan akar yaitu tekanan yang terjadi pada xylem sebagai hasil proses aktif. Dalam praktikum kali ini ternyata telah terjadi daya tekan akar yang pada percobaan di tandai dengan adanya kenaikan cairan pada manometer. Besarnya tekanan akar pada setiap tumbuhan berbeda-beda tergantung dari besar kecilnya serta tinggi rendahnya batang. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil percobaan kami yakni batang pacar air yang digunakan relative kecil sehingga daya tekan akar yang dihasilkanpun kecil juga .
Hal ini menunjukan adanya hubungna antara daya gerak akar dengan pengangkuatan air. Pengangkutan air pada tumbuhan meliputi 2 cara yaitu pengangkutan air dan garam mineral diluar pembuluh xilem (ekstravaskuler) dan pengangkutan air melalui pembuluh xilem (intravaskuler).
1. Transfortasi ekstravaskuler
Proses pengangkutan ekstravaskuler sebagai berikut, air bergerak secara horizontal yaitu dari pemukaan akar menuju ke sel epidermis (rambut akar) kemudian bergerak diantara sel-sel korteks. Untuk sampai ke stele air harus melewati sitoplasma sel-sel endodermis.
2. Transportasi Intravaskuler
Merupakan pengangkutan air dan garam mineral dari akar menuju bagian atas tumbuhan (daun ) melalui xilem. Urutannya Xilem akar, xilem batang, xilem tangkai daun, xilem tulang daun. Selanjutnya dari xilem tulang daun masuk ke sel-sel mesofil daun untuk di gunakan dalam fotosintesis. Proses transportasi air melalui xilem bersifat apopplastik karena sel-se xilem bersifat sel mati.
Teori kapilaritas menyatakan Pembuluh xylem dapat dipandang sebagai pembuluh kapiler, sehingga air dapat naik kedalamnya sebagai akibat dari adhesi antara dinding xylem dengan molekul-molekul air. Akan tetapi sebenarnya, peranan ini tidak begitu berarti. Adhesi merupakan daya tarik menarik antara molekul yang tidak sejenis. Teori ini menyatakan bahwa air dapat bergerak karena adanya kerjasama dengan dinding xile, hal ini jelas adanya hubungan antara pergerakan air melalui molekul yang berbeda.
G. Kesimpulan
Dari praktikum tersebut bahwa daya tekan akar pada tumbuhan memang terjadi. Hal ini di buktikan dengan memotong bagian atas tumbuhan dan hanya bagian batang sampai akar yang digunakan. Naiknya cairan pada manometer menjadi indikator bahwa akar sangat berperan dalam proses transpirasi air. Tekanan akar tidak dapat diamati jika kondisi lingkungannya kekurangan air atau pada saat transpirasi rendah. Pada saat ini yang berperan adalah daya isap daun, jadi air bergerak karena terjadinya transpirasi.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2002). Tekanan pada akar. [online]. Tersedia di: http://id.scribd.com/doc/13235928/daya-tekan-akar. [15januari 2013]

Ardi. (2012). Huungan daya tekan akar dan daya hisap daun. [online]. Tersedia : http://ardi-33.blogspot.com/?zx=f57fda43c17ee70f. [15 januari 2013].

Laporan Praktikum Daya Isap Daun

Laporan Praktikum Daya Isap Daun

I. TUJUAN
Mengetahui naiknya udara Bahasa Dari Akar Ke daun .
II . Landasan Teori
* Menurut Esti ( 2012 ) Daya hisap daun adalah timbulnya tarikan terhadap udara Yang ADA FUNDS sel - sel di bawahnya Dan tarikan Suami Akan diteruskan molekul demi molekul , Menuju kebawah sampaike seluruh kolom udara FUNDS xilem sehingga menyebabkan air tertarik Ke Atas Bahasa Dari Akar Menuju Ke daun . Faktor Yang mempengaruhi Daya hisap daunadalah terjadinya transpirasi udara Akan mengalir masuk Bahasa Dari korteks Akar , menghasilkan suatu tekanan positif Yang memaksa cairannaik Ke xilem . Dorongan getah xilem Ke arah Atas inisial disebut tekanan Akar . Faktor Yang mempengaruhi tekanan Akar adalah perbedaan potensial udara Dalam, Tumbuhan Dan udara yaitu potensial udara Yang Tinggi, di Dalam, tanah.Tumbuhan menyerap udara dan mineral Yang terdapat di Dalam, Tanah melalui Akar , untuk menaikkan air permukaan Bahasa Dari Tanah diperlukan suatutekanan padaakar . Tekanan FUNDS Akar terjadi Severe transpirasi rendah , artinya kelembaban FUNDS Tanah CUKUP Tinggi. FUNDS SAAT kelembapan Tanah kurang Maka Laju transpirasi Akan MENINGKAT , tekanan Akar tidak terjadi Maka udara Yang ADA Akan Naik KARENA adanya dayaisap daun . Untuk mengetahui adanya tekanan FUNDS Akar Dan Daya hisap padadaun makadapat dilakukan suatu pengamatan Artikel Baru menggunakan Tanaman Yang mempunyai batang transparan sehingga besarnya pergerakan udara Tanaman Dan kenaikkan larutan dapat terlihat jelas
Besarnya FUNDS masing - masing batang BAIK BAGIAN Atas maupunbagian Bawah yangartinya Tanaman pacar air dapat menghisap larutan hinggamencapai seluruh BAGIAN Tanaman BAIK melalui tekanan Akar maupun Daya hisapdaun . Hal inisial menunjukkan bahwa padatanaman pacar air tekanan Akar Dan dayahisap daun memiliki pengaruh Yang sama Besar Dalam, penyerapan udara

III . ALAT DAN BAHAN
1 . Tumbuhan pacar air 2 buah
2 . Larutan eosin atau Kl ( dapat diganti Artikel Baru ilalang )
3 . Tabung reaksi
4 . udara

IV . CARA KERJA
1 . Menyiapkan Tabung reaksi A dan B.
2 . Meletakkan Tanaman pacar air FUNDS Tabung reaksi A Yang Berisi larutan eosin atau Kl ( atau ilalang )
3 . Meletakkan pacar air Yang telah dibuang daunnya FUNDS Tabung reaksi B Yang Berisi larutan eosin atau Kl ( atau ilalang )
4 . Menunggu sekitar 45 menit , kemudian mengamati kedua perangkat Percobaan nihil
5 . Lalu perhatikan manakah udara Yang lebih CEPAT Naik, di Tabung A atau B Tabung , Dan menganalisis mengapa demikian .

V. HASIL PENGAMATAN
tidak

Tabung

REVENUES
1

Tanaman Pacar udara ( ADA daunnya )

Berkurang 1 cm
2

Tanaman Pacar udara ( tidak ADA daunnya )

Berkurang 0,5 cm
Bahasa Dari HASIL Percobaan didapati Tumbuhan udara berubah menjadi merah Warna ( Warna ilalang ) , Warna merah terlihat FUNDS batang daun Dan .
VI . PEMBAHASAN
Bahasa Dari Percobaan Yang telah dilakukan membuktikan bahwa BANYAK daun mempengaruhi Daya hisap Tumbuhan , ITU ditunjukan FUNDS :
FUNDS Tabung A , udara lebih CEPAT Naik daripada FUNDS Tabung B. Hal inisial KARENA Tanaman Dalam, Tabung A Masih terdapat BANYAK daun sehingga menyebabkan semakin banyaknya udara Yang diperlukan Dalam, proses penelaahan transpirasi Dan menyebabkan Daya isap daun Besar .
Sedangkan Dalam, Tabung B Berisi Tanaman Yang sudah tidak mempunyai daun sehingga tidak membutuhkan BANYAK udara untuk transpirasi sehingga Daya isap daun Kecil .

VII . KESIMPULAN
Bahasa Dari usaha atau kegiatan Yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan Maka :
1 . Air Naik Bahasa Dari Akar Ke daun , KARENA Tumbuhan memiliki Daya hisap daun .
2 . Daya isap daun berhubungan Artikel Baru proses penelaahan transpirasi .
3 . Salah Satu faktor Yang mempengaruhi Daya isap daun adalah daun Number .
Semakin BANYAK daun Maka Daya isap semakin Besar , sebaliknya semakin : sedikit daun Maka Daya isap daun semakin Kecil

sumber : http://gurusemesta.blogspot.com/2012/12/daya-hisap-daun.html

Tuesday, October 29, 2013

Klasifikasi Hewan dan Tumbuhan

Klasifikasi Hewan dan Tumbuhan



Klasifikasi adalah pengelompokan aneka JENIS HEWAN atau Tumbuhan Ke Dalam, nama kelompok tertentu . Pengelompokan inisial disusun secara runtut Sesuai Artikel Baru tingkatannya ( hierarkinya ) , yaitu MULAI bahasa Dari Yang lebih Kecil tingkatannya hingga tingkatan Ke Yang lebih Besar . Ilmu Yang mempelajari Prinsip Dan Cara klasifikasi makhluk Hidup disebut taksonomi atau sistematik .

Prinsip Dan Cara mengelompokkan makhluk Hidup * Menurut Ilmu taksonomi adalah Artikel Baru membentuk takson . Takson adalah nama kelompok makhluk Hidup Yang anggotanya memiliki BANYAK persamaan ciri . Takson dibentuk Artikel Baru jalan mencandra OBJEK atau makhluk Hidup Yang diteliti Artikel Baru MENCARI persamaan ciri maupun perbedaan Yang dapat diamati .
Tujuan Dan MANFAAT klasifikasi

Tujuan bahasa Dari klasifikasi makhluk Hidup Adalah:

mengelompokkan makhluk Hidup berdasarkan persamaan ciri - ciri Yang dimiliki
mendeskripsikan ciri - ciri suatu makhluk JENIS Hidup untuk membedakannya Artikel Baru makhluk Hidup Bahasa Dari JENIS Yang Lain
mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk Hidup
memberi NAMA makhluk Hidup Yang belum diketahui Namanya

Berdasarkan tujuan nihil , SISTEM klasifikasi makhluk Hidup memiliki MANFAAT seperti berikut .

Memudahkan kitd Dalam, mempelajari makhluk Hidup Yang Ulasan Sangat beraneka ragam .
Mengetahui hubungan kekerabatan ANTARA makhluk Hidup Satu Artikel Baru Yang berbaring .

Macam klasifikasi makhluk Hidup

Ada bermacam SISTEM klasifikasi makhluk Hidup . Penggunakan Sistem klasifikasi inisial Berkembang MULAI bahasa Dari Yang Sederhana hingga berdasar SISTEM Yang lebih modern.

1 . Penggunakan Sistem artifisial / Buatan

Penggunakan Sistem Yang mengelompokkan makhluk Hidup berdasarkan persamaan ciri Yang ditetapkan Oleh Peneliti SENDIRI , misalnya , ukuran , bentuk , Dan habitat makhluk Hidup . Penganut SISTEM inisial di antaranya Aristoteles Dan Theophratus ( 370 SM ) .

2 . Telkomnika alam / Alami

Penggunakan Sistem Yang mengelompokkan makhluk Hidup berdasarkan persamaan ciri Struktur tubuh eksternal ( Morfologi ) Dan Struktur tubuh internal yang ( anatomi ) secara Alamiah . Penganut SISTEM Suami , di antaranya , Carolus Linnaeus ( Abad Ke - 18 ) . Linnaeus berpendapat bahwa setiap tipe makhluk Hidup mempunyai bentuk Yang berbeda . Oleh KARENA ITU , Severe sejumlah makhluk Hidup memiliki sejumlah ciri Yang sama , berarti makhluk Hidup nihil sama spesiesnya . Artikel Baru Cara inisial , Linnaeus dapat Mengenal 10.000 JENIS Tanaman Dan 4.000 JENIS HEWAN .

3 . Penggunakan Sistem modern ( filogenetik )

Penggunakan Sistem klasifikasi makhluk Hidup berdasarkan FUNDS hubungan kekerabatan secara evolusioner . Beberapa parameter Yang digunakan Dalam, klasifikasi inisial adalah sebagai berikut :

Persamaan Struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal Dan intern
Menggunakan biokimia perbandingan . Misalnya , HEWAN Limulus Polyphemus , PT KARYA CIPTA PUTRA dimasukkan Ke Dalam, golongan rajungan ( kepiting ) KARENA bentuknya seperti rajungan , tetapi Penghasilan kena pajak dianalisis darahnya secara biokimia , Terbukti bahwa HEWAN inisial lebih Dekat Artikel Baru DELTA - DELTA ( Spider ) . Berdasarkan Bukti Suami , Limulus dimasukkan Ke Dalam, golongan DELTA - DELTA .
Berdasarkan Genetika modern. Gen dipergunakan JUGA untuk melakukan klasifikasi makhluk Hidup . Adanya persamaan gen menunjukkan adanya kekerabatan .

Langkah - langkah klasifikasi

Langkah - langkah klasifikasi nihil adalah sebagai berikut :

1 . mengidentifikasi OBJEK berdasar ciri - ciri Struktur tubuh makhluk Hidup , misalnya , HEWAN atau Tumbuhan Yang sama JENIS atau spesiesnya
2 . Penghasilan kena pajak nama kelompok spesies terbentuk , dapat dibentuk nama kelompok - nama kelompok Lain Bahasa Dari Urutan tingkatan klasifikasi sebagai berikut .

Dua atau lebih spesies Artikel Baru ciri - ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson genus .
Beberapa genus Yang memiliki ciri - ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson Famili .
Beberapa Famili Artikel Baru ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson ordo .
Beberapa ordo Artikel Baru ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson Kelas B .
Beberapa Kelas B Artikel Baru ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson filum ( untuk HEWAN ) atau divisio ( untuk Tumbuhan ) .

Artikel Baru Cara nihil terbentuklah Urutan hierarki atau tingkatan klasifikasi makhluk Hidup . Urutan klasifikasi tingkatan Bahasa Dari Yang terbesarnya hingga terkecil adalah sebagai berikut :

1 . Kerajaan ( kerajaan )
2 . divisio atau filum
3 . Kelas B ( classis )
4 . ordo ( Bangsa )
5 . Famili ( suku yang )
6 . genus ( marga )
7 . spesies ( JENIS )
tingkatan klasifikasi Macam klasifikasi makhluk Hidup

Contoh klasifikasi Harimau

Mengingat keperluannya , kadang - kadang di ANTARA doa tingkatan terdapat sub - sub , seperti Subkingdom , subfilum , subordo , Dan subspesies . Demikian pula di Bawah nama kelompok spesies Masih ditempatkan nama kelompok varietas Dan di Bawah varietas terdapat ketegangan . Semakin Ke Atas Urutan tingkatan klasifikasi , hubungan kekerabatan makhluk Hidup semakin JAUH , sedangkan semakin Ke Bawah hubungan kekerabatannya semakin Dekat .

sumber : http://biologimediacentre.com/macam-klasifikasi-makhluk-hidup/

Saturday, October 26, 2013

Laporan Praktikum Uji selulosa

Laporan Praktikum Uji selulosa


OLEH : Sinta Erythrina


Tujuan Penelitian


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan kombinasi selulosa kayu dan selulosa mikrobial dalam aplikasi pembuatan kertas menggunakan mesin pembuat kertas. Selain itu, penelitian ini memiliki tujuan spesifik yaitu :


1. Mengetahui prosentase optimal untuk kombinasi selulosa mikrobial dan selulosa kayu pada mesin pembuat kertas sehingga dapat diaplikasikan pada industri kertas


2. Tujuan khusus lainnya dari peneitian ini adalah mengetahui besarnya peranan selulosa mikrobial dalam mengurangi penggunaan selulosa kayu.




C. Ruang Lingkup Penelitian


Ruang lingkup dari penelitian ini adalah :


a. Karakterisasi selulosa mikrobial dan selulosa kayu yang digunakan sebagai bahan baku


b. Pembuatan kertas menggunakan bahan baku berupa kombinasi antara selulosa kayu dan selulosa mikrobial


c. Pengujian karakteristik kertas yang dihasilkan.




IV. TINJAUAN PUSTAKA


A. Selulosa


Selulosa merupakan bagian karbohidrat terbesar pada tumbuhan, hampir 50% dari keseluruhan tumbuhan. Selulosa merupakan bagian terpenting dari dinidng sel tumbuhan. Dalam tanaman, selulosa ini ditemui dalam bentuk untaian yang berdiameter 2-20 nm dan panjang 100-40000 nm yang disebut dengan mikrofibril. Serat alami yang paling murni adalah serat kapas, yang terdiri atas 98% selulosa. Selulosa merupakan β-1,4 poli glukosa, dengan berat molekul yang sangat besar. Unit ulangan dari polimer berikatan dengan ikatan glikosida, inilah yang menyebabkan strukturnya linier. Struktur yang teratur ini membentuk ikatan hidrogen secara intra dan intermolekul (Nopianto 2009).


Derajat polimerisasi dari selulosa merupakan panjang dari rantai selulosa tersebut. Derajat polimerisasi ini dapat dihitung dengan cara membagi bobot molekul selulosa dengan bobot molekul glukosa sebagai monomernya (Fengel dan Wegerner 1984). Karakteristik selulosa terkait erat dengan derajat polimerisasinya. Penurunan bobot molekul dari selulosa secara signifikan akan mengurangi kekuatan serat tersebut (Smook 1994).






Gambar 1. Struktur Selulosa


(Wening 2009)




Terdapat dua struktur pada selulosa, yaitu struktur yang teratur yang biasa disebut dengan kristalin, dan struktur anorf yang idak teratur (Sjostrom 1981). Struktur kristalin dari selulosa sangat rapat dan sulit dipenetrasi oleh pelarut atau reaktan, sebaliknya pada struktur amorf penetrasi sangat mudah terjadi (Smook 1994).




B. Selulosa Mikrobial (Nata de Coco)


Menurut Suryani et al. (2000), selulosa mikrobial merupakan selulosa yang diproduksi oleh mikroorganisme terutama genus Acetobacter. Selulosa mikrobial memiliki tingkat kemurnian yang lebih unggul dibanding selulosa kayu, antara lain sifanyan yang sangat hidrofilik, sifat fisik mekanik yang tinggi baik dalam keadaan basah maupun kering, berbentuk anyaman halus yang unik dan kuat serta diproduksi dari berbagai macam substrat yang murah. Sifat-sifat unggul ini membuat selulosa mikrobial cocok digunakan sebagai diafragma speaker serta sebagai bahan baku pembuatan kertas.


Derajat polimerisasi selulosa mikrobial cenderung meningkat seiring pertumbuhan dari mikroorganisme tersebut, sedangkan pada selulosa kayu derajat polimerisasi cenderung konstan. Dalam hal visual, perbedaan antara selulosa mikrobial dan selulosa kayu adalah warnanya yang putih seta teksturnya yang lunak dan lentur. Sedangkan selulosa kayu berwarna sesuai dengan pigmen tumbuhan asalnya, serta bertekstur kaku dan kering (Figini 1982).


Mengacu pada Thiman dan Kenneth (1955), Acetobacter xylinum dapat mengubah 19% gula menjadi selulosa. Bentuk dari selulosa mikrobial ini seperti benang-benang berlendir ayng kemudian bergabung membentuk sebuah lapisan yang tebal atau pelikel.


Sintesis selulosa mikrobial ini merupakan pengaruh dari fungsi oksigen, bukan nitrogen. Sedangkan laju sintesis selulosa ini terkait erat dengan konsentrasi sel pada pertumbuhan kultur dalam zona permukaan yang diberi aerasi. Selama pertumbuhan, selulosa akan terangkat ke atas oleh gas CO2 sebagai hasil metabolism mikroorganisme (Scramm dan Hestrin 1954). Substrat yang sering digunakan sebagai sumber gula adalah air kelapa. Pemanfaatan air kelapa sebagai substrat ini akan terpenuhi, mengingat Indonesia merupakan daerah yang memiliki banyak pohon kelapa.




C. Kertas


Kertas merupakan lembaran serbasama dari jalinan selulosa, dengan bantuan zat pengikat dibuat dalam berbagai bentuk dan dengan tujuan penggunaan yang banyak, misalnya kertas tulis, kertas cetak dam kertas bungkus (Achmadi et al. 1995). Menurut Lavigne (1991), kertas merupakan lembaran homogeny yang dibuat dari serat-serat selulosa ditambah dengan pengikat, sehingga salaing mengikat dan saling menjalin, kertas digunakan untuk berbagai macam kebutuhan misalnya menulis, industri rumah tangga, dan lain-lain.


Kertas biasanya dibuat dari selulosa kayu yang telah melewati tahap delignifikasi (penghilangan lignin), penambahan zat aditif serta pengeringan. Kertas yang dihasilkan akan memiliki karakteristik yang berbeda sesuai dengan perlakuan yang diterimanya (Neimo 1999).


Produk kertas yang berasal dari bahan non-kayu seperti nata de coco juga telah dikembangkan. Meski demikian, kertas tersebut lebih berorientasi sebagai kertas saring khusus atau lebih dikenal sebagai membran filtrasi (Prasetia, 2005). Berbeda halnya dengan kertas dari selulosa kayu, pembuatan kertas dari selulosa mikrobial tidak melalui tahap delignifikasi karena tidak mengandung lignin. Berdasarkan penelitian Prasetia (2005) dan Irawan (2005), pembuatan kertas berorientasi membran hanya melalui proses pemurnian dan pengeringan sebelum dihancurkan menjadi bubuk untuk diproses lebih lanjut.


Sifat penting dari kertas adalah sifat fisiknya yang mencakup ketahanan tarik, ketahanan sobek, daya serap air, maupun ketahanan gesek. Menurut Anderson dan Ketola (1999), sifat-sifat fisik ini bergantung pada formasi dan ikatan antar serat yang terdapat di dalam kertas tersebut. Selain kedua faktor tersebut kekuatan dari masing-masing serat penyusunnya, ikatan antar serat, jumlah ikatan tersebut, serta sebaran ikatan antar serat dalam material tersebut ikut mempengaruhi kekuatan aktual dari material kertas.


Departemen Perindustrian (1982) menggolongkan kertas menjadi tiga bagian, yaitu kertas budaya, kertas industri dan kertas lain. Kertas budaya terdiri atas kertas koran, kertas cetak, kertas tulis, dan kertas untuk keperluan bisnis. Sedangkan kertas industri, terdiri atas kertas pengemas, kertas kraft, kertas rokok, karton, dan kertas pembungkus. Kertas lain adalah kertas yang tidak termasuk ke dalam golongan tersebut, misalnya kertas tisu.




D. Mesin Pembuat Kertas


Pada industri kertas, mesin pembuat kertas merupakan rangkaian dari mesin-mesin yang bekerja secara simultan. Bagian-bagian mesin terdiri atas penyemprot aliran pulp, meja pencetak (pembuat lapisan kertas), pengempa, pengering, calender dan penggulung (Smook 1994).


Bagian penyemprot menerima aliran pulp kemudian menyemprotkannya ke permukaan meja pencetak. Setelah itu lapisan kertas akan masuk bagian pengempa untuk dikurangi kadar airnya. Agar kertas benar-benar kering, maka lapisan kertas tadi akan masuk ke dalam bagian pengering dan selanjutnya masuk ke bagian calendar untuk mengatur gramatur kertas. Setelah selesai lembaran kertas akan digulung pada bagian penggulung (Smook 1994). Pada saat ini, mesin-mesin pembuat kertas menjadi lebih rumit dan begitu panjang prosesnya. Industri terus menerus berusaha untuk meningkatkan efisiensi mesin dan produktivitasnya.




E. Teknologi Pembuatan Kertas dan Zat Aditif


Pada pembuatan kertas, terdapat beberapa proses utama yaitu pembuatan pulp, pengempaan dan pengeringan. Menurut Young (1980) dalam Casey (1980), proses pembuatan kertas meliputi pendisintegrasian pulp, pencampuran pulp dengan larutan untuk membentuk kekompakan serat, pembentukan lembaran, perlakuan couching, pemberian tekanan dan pengeringan.


Sifat kertas dapat diperbaiki dengan penambahan zat-zat lain seperti pigmen, pengikat, pengikat tambahan dan pewarna. Pigmen merupakan bahan utama dalam pembuatan lapisan warna, yaitu clay, kalsium karbonat (CaCO3), titanium dioxide, calcine clay, satin white dan lain-lain. Pigmen ini berfungsi untuk mengisi pori-pori permukaan kertas sehingga permukaan menjadi rata. Sedangkan untuk pengikat digunakan lateks atau bio lateks, kemudian untuk pengikat tambahan yang digunakan adalah tapioka, pati termodifikasi, PVA dan CMC. Fungsi dari pengikat dan pengikat tambahan adalah mengikat semua partikel pigmen pada saat aplikasi coating pada base paper (Erythrina 2010).


Pada panelitian ini akan digunakan tiga zat tambahan yaitu tapioka, kaolin dan alum. Tapioka merupakan bahan pada tahap sizing, yaitu untuk menutup pori-pori kertas yang tidak terisi serat sehingga tidak mudah dipenetrasi oleh air. Sizing sendiri terbagi menjadi dua, yaitu internal sizing serta eksternal sizing. Pada internal sizing, tapioka langsung dicanpurkan ke dalam buburan pulp, sedangkan untuk eksternal sizing, tapioka bergabung bersama bahan pelapis dan pewarna. Selain untuk sizing, tapioka juga digunakan untuk menggabungkan lapisan-lapisan kertas dan manjamin ikatan antar lapisan kertas. Tapioka yang dilarutkan akan disemprotkan pada pertemuan antara setiap lapisan kertas, seperti prinsip penggunaan lam perekat (Erythrina 2010). Pemakaian tapioka pada pembuatan kertas berkisar antara 1-5% dari berat pulp kering oven, serta tergantung pada jenis dan prosentase bahan penolong lainnya. Pemakaian ekonomis tapioka berkisar antara 2-3% (Casey 1980).


Kaolin merupakan mineral alam yang terdiri atas SiO2, Al2O3, Fe2O3, TiO2, dan H2O, warnanya putih serta bertekstur halus, licin dan liat. Tujuan penambhaan kaolin adalah meingkatkan opasitas cetak, meningkatkan derajat putih, memperbaiki kehalusan permukaan kertasdan memperbaiki sifat cetak. Namun penambahan kaolin ini dapat menurunkan kekuatan kertas karena ikatan antar serat ikut turun. Pemakaian kaolin pada kertas secara optimal adalah 4-15% (Casey 1980).


Bahan tambahan lain yang digunakan dalam pembuatan kertas adalah alum. Alum (K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O) merupakan retention aid yang paling sering digunakan dalam pembuatan kertas. Alum berfungsi untuk meningkatkan ikatan antara serat dan bahan tambahan lain dengan mengubah gaya tolak menolak diantara serat dan bahan tambahan menjadi tarik menarik. Dengan menggunakan alm, efisiensi penggunaan bahan tambahan pada kertas menjadi meningkat (Casey 1980).




F. Analisis Konversi Biomassa


Merujuk pada Setiawan (1999), analisis biomassa adalah suatu analisis yang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan biomassa di suastu wilayah yang erat kaitannya dengan kelestarian hutan. Hasil hutan Indonesia telah dimanfaatkan untuk berbagai industri, misalnya saja industri kayu lapis, meubeul, dan industri kertas. Fungsi penting hutan bag lingkungan pun sangat besar, karena hutan adalah penyerap karbon dioksida dalam siklus fotosintesisnya. Berkurangnya jumlah poho yang ada di hutan-hutan dunia, menyebabkan kadar CO2 di udara meningkat dan memberikan efek rumah kaca dan pemanasan global. Menurut Houghton (1990) ada beberapa upaya yang bisa mengurangi efek rumah kaca, yaitu menghentikan atau mengurangi pembukaan hutan, melakukan reboisasi serta mengurangi bahan bakar fosil dan kayu yang berasal dari hutan.




V. METODOLOGI


A. Bahan dan Alat


1. Bahan


Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembaran nata de coco, NaOH, tapioka, alum, kaolin, aquades dan selulosa kayu.




2. Alat


Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah niagara beater, oven, gelas ukur, timbangan, mesin pencetak kertas, mistar ukur, kain saring, gunting, paper tensile strength tester, tearing tester, bursting tester dan COBB tester.










B. Metode Penelitian


1. Purifikasi Selulosa Mikrobial (Krystynowicz, Bieclecki, Turkiwiez, Kalinowska 2005)


Selulosa mikrobial diukur kadar airnya terlebih dahulu, setelah itu dimurnikan dengan pemasakan selama 20 menit menggunakan larutan NaOH 1% (b/v) pada 600C.




2. Pembuatan Pulp Kombinasi Selulosa Mikrobial dan Selulosa Kayu (Modifikasi Casey 1980 dan Smook 1994)


Pembuatan pulp kombinasi antara selulosa mikrobial dan selulosa kayu pada prinsipnya adalah menguraikan serat-serat yanga ada. Selulosa mikrobial dan selulosa kayu kemudian dimasukkan ke dalam Niagara beater untuk dibuat pulp dalam keadaan terpisah, setelah itu masing-maisng pulp disaring dengan kain. Kemudian dihitung kadar airnya dan ditentukan rendemen serat yang diperoleh. Sejumlah bobot dari kedua pulp diambil sesuai dengan perlakuan dan dihomogenisasi dengan pengadukan.




3. Pembentukan Lembaran (Modifikasi Casey 1980)


Pembentukan lembaran diawali dengan penimbangan pulp, penguraian serat, penambahan alum 2%, kaolin 5%, dan tapioka 2,5% sesuai dengan perlakuan pada kombinasi pulp. Setelah itu buburan ini dicetak menggunakan mesin pencetak kertas dan dikeringkan.
























Selulosa mikrobial


Purifikasi


NaOH 1%, 600C, 20 menit


Penguraian serat


Perhitungan rendemen dan kadar air pulp


Pencampuran dengan serat selulosa mikrobial


Selulosa kayu


(0%, 25%, 50%, 75%)


Tapioka dan kaolin


Pembentukan lembaran


Pengujian fisik kertas


Kertas


Pengeringan




Gambar 2. Diagram alir pembuatan kertas




4. Pengujian Karakteristik Sifat Kertas


Pengujian yang dilakukan terhadap kertas yang dihasilkan adalah :


a. Kadar Air (SNI 08-7070-2005)


Wadah yang digunakan dalam menghitung kadar air adalah cawan porselin. Cawan porselin dikeringkan di dlaam oven bersuhu 1050C selama 2 jam kemudian dikeringkan dalam desikator selama 30 menit dan ditimbang. Kemudian serpih bahan contoh diambil 2-3 gram, dikeringkan dalam oven bersuhu 1050C selama 2 jam dengan wadah cawan porselin tadi. Setelah itu ditimbang, didinginkan dalam desikator selama 15 menit, dipanaskan kembali dalam oven bersuhu 1050C selama 15 menit, didinginkan dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang kembali sampai bobotnya tetap. Kadar air dihitung dengan rumus :




Keterangan : A = berat awal bahan contoh (g)


B = berat akhir bahan contoh (g)


KA = kadar air (%)




b. Rendemen Pulp selulosa mikrobial (Hardiyanti 2010)


Pulp yang telah diturunkan kadar airnya kemudian ditimbang (a gram) dan diambil sebanyak (b gram), kemudian dimasukkan ke dalam oven bersuhu 1050C hingga diperoleh berat yang konstan (c gram). Jika d gram adalah berat serpih kering oven maka rendemen hasil proses dihitung dengan persamaan berikut :






c. Gramatur (SNI 14-0439-1989)


Gramatur adalah nilai yang menunjukkan bobot kertas per satuan luas kertas (g/m2). Sebelum menimbang bobot kertas, terlebih dahulu disiapkan kertas dengan ukuran 10cm x 10cm. Pengambilan contoh dan penimbangan dilakukan pada kondisi standar. Setelah ditimbang menggunakan neraca analitik, dihitung gramaturnya dengan persamaan berikut :






d. Ketahanan Tarik (SNI 14-4737-1998)


Ketahanan tarik adalah daya tahan maksimum jalur pulp, kertas, atau karton terhadap gaya tarik yang bekerja pada kedua ujung jalur tersebut samai putus, diukur pada kondisi standar.


Contoh uji lembar kertas yang berukuran panjang 200 mm dan lebar 15 mm dengan tepi sejajar, masing-masing untuk arah silang mesin dan searah mesin dijepit pada kedua ujungnya dengan jarak 100 mm pada tensile tester yang dimulai dari ujung atas dan terpasang merata dan tidak mellintir. Pengunci batang penjepit dilepaskan sehigga lembaran kertas terrenggang bebas. Motor dijalankan untuk mengayunkan bandul hingga berhenti bersama putusnya lembaran contoh uji. Katehanan tarik dapat langsung dibaca pada alat dan dinyatakan dalam kgf atau kN/m (1 kgf per 15 mm = 0,6538 kN/m). Indeks tarik dapat dihitung dengan rumus:




Ketahanan tarik (kPa) = T x 0,6538


Indeks tarik = Ketahanan tarik


Gramatur


Keterangan : T = skala terbaca (kgf)


0,6538 = faktor konversi




e. Ketahanan Sobek (SNI 14-0436-1989)


Ketahanan sobek adalah gaya yang diperlukan untuk menyobek selembar kertas yang dinyatakan dalam gram gaya (gf) atau mili Newton (mN) dan diukur dalam kondisi standar.


Contoh uji yang panjangnya 76 ± 2 mm dan lebarnya 63 ± 0,15 mm dipasang diantara kedua penjepit teraring terster pada kondisi vertikal searah dengan lebar contoh uji. Penyobekan awal dilakukan dengan menggunakan pisau yang tersedia pada alat tersebut selebar 20 mm sehingga contoh uji yang belum tersobek 43 mm. Penahan bandul ditekan sehingga bandul mengayun bebas serta menyobek contoh uji. Bandul berhenti setelah contoh uji putus dan nilai ketahanan sobek dapat dibaca pada skala penguji. Indeks sobek dapat dihitung dengan rumus:


Ketahanan sobek (mN) = S x 9,087


Indeks sobek = Ketahanan sobek


Gramatur


Keterangan : S = skala terbaca (gf)


9,087 = faktor konversi








f. Daya Serap Air (Metode COBB- SNI 0499-2008)


Daya serap air (Cobbx) adalah jumlah gram air yang diserap oleh satu meter persegi lembaran kertas atau karton dalam waktu penyerapan selama x detik, diukur pada kondisi standar.


Setiap lembar contoh uji ditimbang dengan ketelitian ± 0,001 g. Lembar contoh uji ditempatkan di atas bantalan karet yang kering pada pelat logam. Gelang logam (kering) ditempatkan di atas permukaan lembar contoh uji dan pasang penjepitnya (sekrup dan batangan logam). Sebanyak 100 mL ± 5 mL air 23 °C ± 1 °C air dituangkan ke dalam gelang dengan cepat atau setinggi 10 mm ± 1 mm. Bersamaan dengan itu dijalankan alat pencatat waktu. Pergunakan air yang baru untuk setiap pengujian. Lakukan pengujian dengan waktu tertentu misalnya 30 detik, 60 detik, dan seterusnya sesuai Tabel 1. Air dituangkan dari dalam gelang dengan cepat dan hati-hati setelah dicapai waktu kontak.




Tabel 1. Waktu pengujian Metode Cobb


Waktu pengujian


(detik)


Simbol


Waktu kontak


(detik)


Waktu penyerapan


(detik)


30


60


120


300


1800


Cobb30


Cobb60


Cobb120


Cobb300


Cobb1800


20 ± 1


45 ± 1


105 ± 2


285 ± 2


1755 – 1815


30 ± 1


60 ± 2


120 ± 2


300 ± 2


15 ± 2 setelah waktu kontak




Alat penjepit (sekrup dan batangan logam) dilepaskan dengan cepat dan pada waktu melepas alat penjepit, gelang ditekan ke bawah dengan satu tangan. Gelang dilepaskan dengan cepat dan lembaran contoh uji ditempatkan pada lembaran kertas penyerap kering dengan permukaan yang basah di bagian atas. Pada akhir waktu penyerapan yang ditentukan, lembar kertas penyerap kedua diletakkan pada bagian atas contoh uji dan kelebihan air dihilangkan dengan menggerakkan logam penggiling dengan tangan ke depan dan ke belakang tanpa menambah tekanan pada logam penggiling. Lembaran contoh uji dilipat dengan permukaan yang basah di bagian dalam dan selanjutnya ditimbang. Daya serap air (Cobbx) dihitung menurut persamaan sebagai berikut :




Cobbx = (a – b) x F


C


Keterangan: a = massa tiap lembar contoh uji sesudah dibasahi (g);


b = massa tiap lembar contoh uji sebelum dibasahi (g);


c = luas daerah uji (cm2)


F = faktor konversi terhadap satuan luas daerah uji;


Cobbx = daya serap air yang terjadi (g/m2).




5. Analisis Konversi Biomassa (Hardiyanti 2010)


Analisa konversi biomassa ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan penggunaan selulosa mikrobial dalam penghematan hutan sebagai bahan baku kertas. Peranan ini dihubungkan dengan penyerapan CO2 yang meningkat jika penghematan hutan bisa dicapai. Analisis ini diawali dengan menghitung jumlah serat selulosa mikrobial per ha. Prosentase serat yang diperoleh berdasarkan rendemen hasil penelitian ini. Kemudian dihitung banyaknya pulp yang dapat dihasilkan. Setelah itu dibandingkan pulp dari kayu yang umum digunakan dalam industri pulp di Indonesia yaitu Acacia mangium.


Jumlah kayu Acacia mangium yang dibutuhkan dapat dihitung dengan membagi jumlah pulp kayu dengan rendemen pulp kayu. Setelah jumlah kayu diketahui maka dapat diketahui luasan Acacia mangium yang dapat dihemat per tahun dengan terlebih dahulu mengetahui riap dan berat jenis kayu. Setelah dilakukan analisis biomassa maka dilanjutkan dengan analisis penyerapan CO2. Analisis ini dilakukan dengan menghitung jumlah CO2 dari perkiraan luas hutan yang dapat dihemat. Perhitungannya didsarkan pada jumlah pulp mikrobial yang digunakan untuk mensubstitusi pulp kayu. Meskipun dalam pembuatan kertas ini masih digunakan pulp kayu, namun jumlahnya tidak 100%, sehingga jumlah kayu yang dibutuhkan tetap dapat dihemat dengan penggunaan selulosa mikrobial.






6. Rancangan Percobaan


Rancangan Percobaan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap tunggal satu faktor. Faktor tersebut adalah penambahan tapioka 2,5%, alum 2%, kaolin 5% (i) serta substitusi selulosa kayu (j) sebanyak 0%, 25%, 50% dan 75%. Model rancangan yang digunakan adalah sebagai berikut :
Yijk = µ + Ai + Bj + (AB)ij + εijk
Di mana :
Yijk = Hasil pengamatan akibat percobaan pada faktor A ke-i, faktor B ke-j dan ulangan ke-k
µ = Nilai rata-rata umum
Ai = Pengaruh metode penambahan tapioka, alum, kaolin dengan taraf i
Bj = Pengaruh penambahan selulosa kayu taraf ke-j
(AB)ij = Pengaruh interaksi kedua faktor
εijk = Pengaruh unit ke-k dalam kombinasi perlakuan (ij).
Tabel 2. Taraf dan kode perlakuan
Bahan Aditif
(Alum 2%, tapioka 2,5%, kaolin 5%)
Ulangan
Selulosa Kayu
0%
25%
50%
75%
U1
A1
A2
A3
A4
U2
B1
B2
B3
B4


VI. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


A. Waktu Penelitian


Penelitian ini direncanakan akan dilakukan pada bulan Februari dan berakhir pada bulan April selama 2,5 bulan. Jadwal rencana kegiatan penelitian dapat dilihat pada Tabel 2.








B. Tempat Penelitian


Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Teknologi Serat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan di Jl. Veteran No.5, Gunug Batu, Bogor.




VII. ANGGARAN BIAYA PENELITIAN


Biaya penelitian diperkirakan meliputi biaya pemakaian laboratorium, alat penelitian dan analisis, bahan utama penelitian, bahan kimia penelitian, studi literatur, fotocopy, transportasi, dan biaya-biaya lain yang tidak terduga. Rincian perkiraan penggunaan dana adalah sebagai berikut :
DAFTAR PUSTAKA




Achmadi, Suminar S., et al. 1995. Kamus Kimia Terapan: Pulp dan Kertas. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


Andersson, Tuijia dan Hannu Ketola. 1999. Dry-strength Additives. Di dalam: Leo Neimo (ed). Paper Chemistry. Jyvaskyla: TAPPI Press.


Anonim. 2010. Kertas dan Penebangan Hutan. http://kaumbiasa.com/kertas-dan-penebangan-hutan.php [ 5Februari 2011].


Casey J.P. 1980. Pulp and Paper: Chemistry and Chemical Technology vol.1, 3rd ed. New York: Interscience Publisher Inc.


Czaja W. Krstynowicz, S. Bielecki, R.M Brown Jr. 2006. Microbial cellulose-The natural power to heal wounds. Biomaterial 27 :145-151.


Dermici Ali, Jeff M. Catchmark, dan Kuan Chen Cheng. 2009. Enhanced production of bacterial cellulose by using a biofilm reactor and its material property analysis. Journal of Biological Engineering 3: 3-12.


Erythrina Sinta. 2010. Mempelajari Teknologi Proses Produksi di PT. Indah Kiat Pulp and Paper, Serang, Banten [laporan praktek lapang]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.


Fengel D, Wgener G. 1984. Kayu: Kimia, Ultrastruktur, Reaksi-reaksi. Diterjemahkan oleh Gajah Mada University Press. Yogyakarta.


Figini, M.M. 1982. Cellulose and Other Natural Polymer System, pp. 243-271. New York: Plenum.


Hardiyanti Siti Sartika. 2010. Kajian Penggunaan Selulosa Mikrobial Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.


Iguchi M, S. Yamanaka dan A. Budhiono. 2000. Bacterial cellulose a masterpiece of nature arts. J Mater sci 35 : 261-270.


Irawan, Ferry. Kinetika Hidrolisis Selulosa Asetat Mikrobial [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian IPB.


J Shah, Brown Jr. 2005. Toward electronic paper displays made from microbial cellulose, Appl. Microbiol. Biotechnol 66 : 352-355.


Krystynowicz A, Bieclecki S, Turkiwiez M, Kalinowska H. 2005. Bacterial Cellulose. Polysaccharide and polyamides in the food industry (2005): 31-85.


Lavigne, J. R. 1991. Pulp and Paper Dictionary. A Pulp and Paper Book. California.


Neimo Leo, Oy Fapet. 1999. Papermaking Chemistry. Helsinki, Finlandia.


Nopianto Eko. 2009. Selulosa. http://eckonopianto.blogspot.com/2009/04/ selulosa.html [6 Februari 2011].


Prasetia, Winanda Yoga. 2005. Pembuatan Membran Selulosa Asetat Mikrobial dengan Variasi Konsentrasi Polimer dan Lama Penguapan Pelarut (Aseton) [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian IPB.


Setiawan I. 1999. Manajemen Hutan sebagai Upaya Pengurangan Gas Rumah Kaca [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.


Sjostrom E. 1995. Kimia Kayu. Dasar-dasar dan Penggunaan. Yogytakarta: Gajah Mada University Press.


SNI 0499-2008. Kertas dan Karton- Cara Uji Daya Serap Air- Metode Cobb. Badan Standarisasi Nasional.


SNI 08-7070-2005. Cara Uji Kadar Air. Badan Standarisasi Nasional.


SNI 14-0436-1989. Cara Uji Ketahanan Sobek Kertas dan Karton. Badan Standarisasi Nasional.


SNI 14-0439-1989. Cara Uji Gramatur dan Densitas Kertas dan Karton. Badan Standarisasi Nasional.


SNI 14-4737-1998. Cara Uji Ketahanan Tarik Kertas dan Karton. Badan Standarisasi Nasional.


Smook Gary A. 1994. Handbook for Pulp & Paper Technologists Second Ed. Kanada: Friesen Printers.


Stephens JA, Westland A.N. Neogi. 1990. Method using bacterial cellulose as a dietary fiber component. US Patent 4960763.


Suryani Ani, Darwis Aziz, Syamsu Khaswar, Yarni Desi. 2000. Proses Produksi dan Pemurnian Selulosa Mikrobial untuk Membran Mikrofiltrasi. IND Paten 0 000 619 S.


Syafii W. 2000. Sifat Pulp Daun Kayu Lebar dengan Proses Organosolv. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 10 (2): 54-55.


Thiman and V Kenneth. 1955. The Live of Bacteria. Mac Milan Co. New York. Uzair dan Sugiharto. 1989. Pembuatan Pulp Rayon dari Kayu Acacia mangium. Berita Selulosa XXV (2): 31-35.


Wening Sukmawati. 2009. Polimer Alam. http://gurumuda.com/bse/polimer-alam [6 Februari 2011].


Young J.H. 1980. Fiber Preparation and Approach Flow. Vol. IV, 3rd ed. New York: J. Willey and Sons Inc.

sumber : http://erythrinaszone.blogspot.com/2011/03/kajian-penggunaan-selulosa-mikrobial.html

Thursday, October 24, 2013

Jenis Jenis Narkoba dan Gambarnya

Jenis Jenis Narkoba dan Gambarnya



1 . Shabu / sabu sabu




JENIS Shabu JUGA dikenal sebagai es , ubas Dan methamphetamine .

Efeknya Untuk shabu - shabu biasanya hampir sama memberikan rasa Gembira , Yang sering terjadi orangutan Pakai shabu - shabu kalau mendengar musik kepalanya jadi goyang - goyang seperti orangutan berdzikir ,

Dampaknya , akibatnya , Dan bahayanya Yang ditimbulkan dapat mengalami urat Saraf , therapy terapi abnormal, gangguan Hati , ginjal , mudah bingung , senantiasa lapar Dan Susah tidur , mudah cemas Dan Marah .

2 . ekstasi


JENIS Suami JUGA dikenal sebagai sebagai inex , enak , cui iin , flash, Dolar, flipper , palu .

Sedangkan efeknya Yang Muncul adalah rasa cemas berlebihan , depresi , paranoid , Hilang sensitifitas , Akal Sehat di Dan kesadaran . Namun kematian Bisa terjadi Severe ADA gangguan pembuluh Darah Jantung Dan pecahnya pembuluh Darah otak .

Dampaknya , akibatnya , Dan bahayanya Yang ditimbulkan berupa kerusakan ginjal , Hati , otak , Kehilangan ingatan Dalam, Jangka waktu lama , menggigil , berkeringat , tidak mampu berpikir , melihat Dan menyelaraskan fungsi tubuh .


3 . Kokain



JENIS Kokain dikenal sebagai JUGA crack, daun koka , pasta koka .

Sedangkan efeknya adalah mudah Marah,depresi , cemas , gelisah Dan Kehilangan gairah untuk melakukan sesuatu . Prof Samsuridjal menuturkan untuk kokain belum BANYAK penggunanya , TAPI JUGA narkoba inisial Bisa merusak sel - sel otak .

Dampaknya , akibatnya , Dan bahayanya memicu Serangan Jantung , stroke , ginjal Gagal , therapy terapi agresif , gemetar berlebihan , pandangan Kabur Dan halusinasi .

4 . heroin


JENIS Heroin dikenal sebagai JUGA putih , memukul , sampah , serbuk putih , obat Dan ubat .

" Orang Yang Sedang sakaw heroin Suami Bisa Sakit Sekali , Muncul keringat Dingin , badan Terasa Dingin , kadang kasian Sekali kalau melihatnya . Severe sudah Pakai heroin Maka sakawnya Hilang , TAPI kalau pengaruhnya sudah Habis Maka sel - sel di otak Akan Minta Lagi Dan Timbul sakaw , jadi seperti Lingkaran Setan , " ujar Prof Samsuridjal menjelaskan efeknya kepada pengguna .

Dampaknya , akibatnya , Dan bahayanya Bisa menyebabkan detak Jantung Lemah , sesak napas , kerusakan paru - paru , ginjal , Hati , Sulit tidur , mata berair Hidung Dan , tremor , diare Dan muntah .

5 . Ganja



JENIS Ganja atau dikenal JUGA Artikel Baru istilah ganja , cimeng , Gelek atau Hasis inisial memiliki dampak berupa depresi Dan paranoid , gangguan PERSEPSI Dan berpikir , gangguan keseimbangan tubuh Dan Sulit konsentrasi . " Ganja dapat membuat orangutan merasa Segar , optimis , Dan terkadang jadi berlebihan rasa gembiranya , BANYAK Bicara Dan lebih Aktif . TAPI ITU biasanya terjadi SAAT baru Negara MULAI memakai ganja , kalau dosisnya sudah Tinggi, tidak seperti ITU Lagi efeknya , " .
6 . Morfin


Sepeti kitd Tahu JENIS Morfin Dalam, Dunia kedokteran sering dipakai sebagai Obat penahan rasa Sakit ataupun sebagai Bahan pembiusan KARENA BEKERJA Langsung FUNDS SISTEM Saraf Pusat . Efeknya Bahasa Dari Morfin adalah penurunan kesadaran , euforia , rasa kantuk , Lesu Dan penglihatan Kabur .

Umumnya Morfin menjadikan ketergantungan memucat Tinggi, dibandingkan Artikel Baru JENIS Yang Lain , Dan Pecandu Bahasa Dari Morfin inisial dilaporkan menderita insomnia yang Serta Mimpi buruk .

***********************************************

* Semua JENIS - JENIS narkoba ITU telah membuat Generasi Bangsa kitd menjadi Hancur Total , Satu - satunya Yang diuntungkan hanyalah para pengedar Saja . Blogbintang harap para pembaca sudah mengerti Akan pengertiannya , penjelasannyadan tentu Saja akibatnya atau efeknya atau bahayanya Artikel Baru di Bawah INFORMASI inisial . Semoga Artikel inisial membantu orangutan - orangutan Yang ingin terhindari Bahasa Dari penggunaan obat- Obat terlarang , KARENA bagaimanapun JUGA Severe sudah terkena Akan Sulit Sekali keluar Bahasa Dari siksaannya . Memang untuk sesaat kitd Akan mendapatkan kebahagian , TAPI ITU ya hanya sesaat Penghasilan kena pajak ITU sebagian Besar Hidup kitd hanya Dalam, penderitaan semata .

sumber : http://blogbintang.com/jenis-jenis-narkoba-dan-akibatnya

Thursday, October 10, 2013

Laporan Praktikum Identifikasi Fitokimia terhadap Ekstrak Tumbuhan

Laporan Praktikum Identifikasi Fitokimia terhadap Ekstrak Tumbuhan

Judul Praktikum : Isolasi simplisia dan Uji identifikasi senyawa simplisia

Tujuan : Mengetahui kandungan senyawa aktif dalam simplisia rimpang temu giring melalui proses isolasi

A. Tinjauan Pustaka

2.1 Isolasi

Pada dasarnya isolasi senyawa kimia dari bahan alam adalah sebuah usaha bagaimana caranya memisahkan senyawa yang bercampur sehingga kita dapat menghasilkan senyawa tunggal yang murni. Tumbuhan mengandung ribuan senyawa yang dikategorikan sebagai metabolit primer dan metabolit sekunder. Biasanya proses isolasi senyawa dari bahan alami ini mentargetkan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder, karena senyawa metabolit sekunder diyakini dan telah diteliti dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Antara lain manfaatnya dalam bidang pertanian, kesehatan dan pangan.

Teknik-teknik Isolasi : Untuk mengisolasi suatu senyawa kimia dari bahan alam hayati pada dasarnya menggunakan metode yang sangat bervariasi, seperti yang diaplikasikan dalam proses industri. Senyawa bahan alam hasil proses metabolit sekunder pada umumnya dengan kandungan yang relatif kecil, maka metode-metode dalam proses industri tersebut tidak dapat digunakan. Berdasarkan hal tersebut maka metode umum dalam isolasi senyawa metabolit sekunder dapat digunakan. Metode standar laboratorium dengan kuantitas sampel terbatas dan perlunya menentukan metode yang paling sesuai dengan maksud tersebut.

Dari identifikasi awal, maka dapat diamati kandungan senyawa dari tumbuhan sehingga untuk isolasi dapat diarahkan pada suatu senyawa yang lebih dominan dan salah satu usaha mengefektifkan isolasi senyawa tertentu maka dapat dimanfaatkan pemilihan pelarut organik yang akan digunakan pada isolasi tersebut, dimana pelarut polar akan lebih mudah melarutkan senyawa polar dan sebaliknya senyawa non polar lebih mudah larut dalam pelarut non polar.

2.2 Uraian Tumbuhan

Temu giring banyak ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan kecil atau peladangan dekat rumah penduduk, terutama di kawasan Jawa Timur. Kini, temu giring sudah banyak diusahakan oleh masyarakat sebagai tanaman apotik hidup, terutama di pulau Jawa. Penduduk Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat sudah mengusahakannya sebagai bahan jamu atau obat tradisional yang relatif menguntungkan.

2.2.1 Sistematika Tumbuhan

Sistematika tumbuhan temu giring adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledonae Bangsa : Zingiberales

Suku : Zingiberaceae

Marga : Curcuma

Jenis : Curcuma heyneana Val et van Zijp.

2.2.2 Nama Daerah

Jawa : Temu giring

Bali : Temu poh

2.2.3 Nama Asing

Inggris : Pale tumeric

2.2.4 Morfologi Tumbuhan

Temu giring merupakan suatu tumbuhan tahunan. Tumbuhan temu giring memiliki ketinggian mencapai 2 meter.

Batang temu giring berwarna hijau pucat dan tumbuh tegak yang tersusun atas banyak pelepah daun. Daunnya berbentuk lanset yang melebar. Helaian daunnya tipis, uratnya kelihatan dan berwarna hijau muda. Bunga temu giring muncul dari bagian samping batang semu. Pinggiran mahkota bunga berwarna merah. Bunga ini memiliki daun-daun pelindung yang berujung lancip. Musim bunga berlangsung dari bulan Agustus sampai bulan Mei tahun berikutnya, namun paling banyak dijumpai pada bulan September sampai Desember.

Rimpang temu giring tumbuh menyebar di sebelah kiri dan kanan batang secara memanjang sehingga terlihat kurus atau membengkok ke bawah. Secara kesuluruhan, rimpang temu giring umumnya tumbuh mengarah ke bawah dengan percabangan berbentuk persegi. Apabila rimpang dibelah, akan terlihat daging rimpang berwarna kuning, berbau khas temu giring. Rimpang bagian samping umumnya memiliki rasa lebih pahit. Tanaman ini tumbuh pada daerah hingga ketinggian 750 m di atas permukaan laut. Temu giring dijumpai sebagai tanaman liar di hutan jati atau di halaman rumah, terutama di tempat yang teduh. Perbanyakan dilakukan dengan stek rimpang induk atau rimpang cabang yang bertunas.

2.2.5 Kandungan Kimia

Kandungan kimia rimpang temu giring antara lain minyak atsiri dengan komponen tanin dan kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksi-kurkumin dan bis-desmetoksi-kurkumin, pati, saponin, dan flavonoid.

2.2.6 Khasiat

Secara tradisional rimpang temu giring mempunyai beberapa khasiat antara lain sebagai obat luka, obat cacing, obat sakit perut, obat pelangsing, memperbaiki warna kulit, obat untuk mengatasi perasaan tidak tenang atau cemas, jantung berdebar-debar, haid tidak teratur, obat rematik, menambah nafsu makan, meningkatkan stamina, menghaluskan kulit, obat jerawat, obat cacar air dan obat batuk. Temu giring mengandung senyawa khas kurkumin yang dapat meningkatkan proliferasi sel T, sehingga kurkumin mempunyai prospek cukup baik untuk meningkatkan sistem imun.

Uraian Kimia

1. Alkaloida Alkaloida merupakan senyawa organik yang bersifat basa, memiliki atom nitrogen dan pada umumnya memiliki aktivitas fisiologi. Pada dunia tumbuh-tumbuhan, alkaloida terdapat pada berbagai famili dan bangsa. Alkaloida ditemukan pada berbagai bagian dari tumbuhan seperti pada biji, buah, daun, batang dan akar. Pereaksi yang umum untuk uji alkaloida adalah pereaksi Bouchardat (Iodium dalam kalium iodida), pereaksi Mayer (Kalium Merkuri Iodida), dan Dragendorff (Kalium Bismuth Iodida). Kebanyakan alkaloida berupa zat padat yang berbentuk kristal. Alkaloida biasanya tidak berwarna dan mempunyai rasa pahit, sangat sukar larut dalam air, tetapi garamnya yang terbentuk dengan asam selalu mudah larut dalam air, Alkaloida bebas mudah larut dalam eter, kloroform dan pelarut lainnya yang bersifat non polar.

2. Saponin Saponin merupakan senyawa dalam bentuk glikosida yang tersebar luas pada tumbuhan tingkat tinggi. Saponin membentuk larutan koloidal dalam air dan membentuk busa yang mantap jika dikocok dan tidak hilang dengan penambahan asam.

3. Flavonoida Flavonoida merupakan senyawa polifenol yang mempunyai struktur dasar C6-C3-C6. Golongan terbesar flavonoida mempunyai cincin piral yang menghubungkan rantai karbonnya. Senyawa flavonoida selalu terdapat pada tumbuhan dalam bentuk glikosida dimana satu atau lebih gugus hidroksi fenol berikatan dengan gula. Gugus hidroksil selalu terdapat pada atom C 5 dan 7 pada cincin A dan juga pada atom C 3’, 4’ dan 5’ pada cincin B. Flavonoida berupa senyawa yang larut dalam air dan tetap ada dalam lapisan air setelah ekstrak ini dikocok dengan eter minyak bumi. Flavonoida berupa senyawa fenol, karena itu warnanya berubah bila ditambahkan basa atau amonia. Flavonoida mengandung sistem aromatik yang terkonjugasi dan karena itu menunjukkan pada pita serapan kuat pada daerah spektrum sinar UV dan spektrum sinar tampak. Flavonoida umumnya terdapat dalam tumbuhan, terikat pada gula sebagai glikosida. Flavonoida merupakan senyawa golongan fenol alam bersifat antibakteri.

4. Tanin Tanin merupakan senyawa yang memiliki sejumlah gugus hidroksi fenolik yang banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Terdapat pada bagian tertentu dari tumbuhan, seperti daun, buah dan batang. Tanin merupakan senyawa yang tidak dapat dikristalkan, dan membentuk senyawa tidak larut yang berwarna biru gelap atau hitam kehijauan dengan garam besi.

5. Triterpenoida/Steroida Triterpenoida adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isoprena dan secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C30 asiklik, yaitu skualena. Triterpenoida banyak terdapat pada tumbuhan dan hewan, dapat berada dalam bentuk bebas, maupun dalam bentuk glikosida. Triterpenoida berupa senyawa yang tidak berwarna dan berbentuk kristal. Uji yang banyak digunakan adalah reaksi Liebermann-Burchard yang dengan kebanyakan triterpena dan sterol memberikan warna hijau-biru. Triterpenoida dapat dibagi menjadi empat golongan senyawa, yaitu triterpena sebenarnya, steroida, saponin dan glikosida jantung. Kedua golongan terakhir terutama terdapat sebagai glikosida. Steroida merupakan suatu senyawa yang mengandung inti siklopentanoperhidrofenantren. Steroida memiliki berbagai aktivitas biologik.

B. Metode praktikum

3.1 Alat dan Bahan Praktikum

A. Alat: 1. Pisau/cutter 2. Tabung reaksi 3. Pipet 4. Kertas perkamen, spatel 5. Kertas saring 6. Corong 7. Waterbath 8. Timbangan

B. Bahan: 1. Rimpang temu Giring (Curcuma heyneana val.) 2. Aquadest 3. CHCl3 4. Metanol 5. Etanol 6. Amoniak 7. H2SO4 2N dan H2SO4 P 8. HCl dan HCl P 9. FeCl3 10. Logam Mg 11. Pereaksi Mayer 12. Pereaksi Bouchardat 13. Pasir

3.2 Prosedur Kerja Penelitian

Prosedur Kerja:

A. Pengumpulan simplisia 1. Pengumpulan simplisia Temu Giring (Curcuma heyneana val.) 2. Sortasi simplisia 3. Perajangan 4. Pengeringan.

B. Uji pendahuluan

1. Pemeriksaan alkaloid dengan cara Calvenor dan Fitzgerald • 1 gram sampel segar dipotong halus, digerus dengan pasir secukupnya dan 1 ml CHCl3 • Tambahkan 1 ml amoniak, saring ke dalam tabung reaksi • Tambahkan 5 tetes H2SO4 2N, kocok selama 1 menit. Diamkan • Ambil lapisan asam dibagi dua : 1) Lapisan asam pertama ditambahkan pereaksi Mayer 2 tetes, maka timbul endapan putih 2) Lapisan asam kedua tambahkan pereaksi Bouchardat 2 tetes, maka timbul endapan putih.

2. Pemeriksaan flavonoid • 2 gram sampel ditambahkan 2 ml methanol, kemudian dipanaskan lalu disaring dalam keadaan panas dan pekatkan di waterbath • Tambahkan HCl (pekat) dan logam Mg, hasil positif berwarna merah.

3. Pemeriksaan terpen/steroid, fenol, dan saponin • 2 gram sampel ditambahkan 2 ml etanol kemudian dipanaskan selama 25 menit • Saring dalam keadaan panas, kemudian filtrat diuapkan di waterbath sampai kering. Tambahkan 2 ml CHCl3 • Bagian yang tidak larut dalam kloroform tambahkan 1 ml aquadest • Ambil 2 ml lapisan air: 1) lapisan air dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kocok, jika terbentuk busa mantap dan tidak hilang selama 3 menit positif saponin 2) lapisan air ditambahkan 2 ml HCl dan 1-2 tetes FeCl3 jika terbentuk warna merah positif fenol • Ambil lapisan kloroform, tambahkan pereaksi Bouchardat dan 2-3 tetes H2SO4 pekat maka akan terbentuk warna hijau sampai biru untuk terpen dna warna merah untuk steroid.

4. Pemeriksaan tanin • 2 gram sampel ditambahkan 10 ml aquadest, dipanaskan di waterbath • Saring dalam keadaan dingin, tambahkan FeCl3 akan terbentuk warna biru tua positif tanin.

C. Hasil dan Pembahasan

Tabel 4.1.1 Identifikasi Kandungan rimpang remugiring

E. Keterangan : F. + = Mengandung senyawa tersebut G. - = Tidak mengandung senyawa tersebut

Berdasarkan tabel 4.1.1 terlihat bahwa Rimpang Temugiring mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid tetapi tidak mengandung saponin, terpen, dan tanin.

Berdasarkan tabel 4.1.1 terlihat bahwa rimpang temugiring mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid tetapi tidak mengandung saponin, terpen, dan tanin. Untuk mengetahui apakah rimpang Temugiring mengandung 6 senyawa fitokimia tersebut kita harus melakukan uji identifikasi terlebih dahulu. Pertama adalah kandungan alkaloid, dimana rimpang temugiring segar bersama pasir digerus dan tambahkan CHCl3, kemudian basakan dengan ammonia dan tambahkan H2SO4 kemudian kocok sampai terbentuk dua lapisan asam, masing-masing lapisan ditambahkan pereaksi Mayer dan pereaksi Bouchardat. Berdasarkan hasil praktikum, Rimpang Temugiring mengandung alkaloid karena terbentuk endapan putih dengan pereaksi Meyer dan pereaksi Bouchardat. Namun pada literatur tidak disebutkan rimpang temugiring mengandung alkaloid.

Kedua pengujian flavonoid, rimpang temugiring ditambahkan etanol kemudian disaring, lalu tambahkan HCl Pekat dan Logam Magnesium. Berdasarkan hasil praktikum, rimpang temugiring mengandung flavonoid karena memberikan warna merah. Hal ini sesuai dengan literatur bahwa rimpang temugiring mengandung flavonoid.

Ketiga pengujian terpen, steroid, fenol dan saponin. rimpang temugiring diekstrak dengan etanol kemudian ditambahkan kloroform dan air sehingga membentuk dua lapisan yang tidak bercampur yaitu lapisan air yang bersifat polar dan lapisan kloroform yang bersifat non polar. Maka saponin dan fenol akan terdapat pada lapisan air, sedangkan steroid dan terpen terdapat pada lapisan kloroform. Berdasarkan hasil praktikum, rimpang temugiring pada bagian lapisan air setelah dikocok tidak membentuk busa selama 3 menit yang menandakan bahwa rimpang temugiring tidak mengandung saponin. Begitu pula setelah ditambahkan FeCl3 tidak terbentuk warna merah yang menandakan bahwa rimpang temugiring tidak mengandung fenol. Selanjutnya pada bagian lapisan kloroform ditambahkan Liebermen Bouchardat, asam asetat anhidrat dan H2SO4 terbentuk warna merah yang menandakan bahwa rimpang temugiring mengandung steroid tetapi tidak mengandung terpen.

Keempat pengujian tanin, rimpang temugiring ditambahkan aqudest kemudian dikocok dan disaring setelah itu filtrat yang didapat ditambahkan FeCl3. Berdasarkan hasil praktikum, rimpang temugiring tidak mengandung tannin karena tidak memberikan warna biru tua.

Berdasarkan hasil praktikum terdapat ketidaksesuaian kandungan pada literatur. Hal ini disebabkan umur tanaman pada saat panen, waktu panen, lingkungan tumbuh tidak diketahui dan tidak terstandar.

H. Kesimpulan

Rimpang Temugiring mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid

Daftar Pustaka:

Dari berbagai sumber
http://sdcahyaningsih.blogspot.com/2012/12/laporan-praktikum-fitokimia-isolasi.html