Saturday, December 9, 2017

Berdoa dengan wasilah (tawasul)

Saya pernah mendengar ceramah syaikh mudrika ilyas, dan saya tidak tahu dari beliau kecuali beliau berhati hati dalam beribadah. Beliau bilang, cara ahlussunnah berdoa melalui perantara (tawasul):
1. Dengan perantara sifat-sifat Allah.
Musa berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang" (QS Al-A'rof: 151)

2. Dengan perantaraan amal sholih
Dalilnya yang ada tiga orang tertutup batu di goa. Hadits lengkapnya> https://rumaysho.com/3390-kisah-tiga-orang-yang-tertutup-batu-dalam-goa.html

3. Dengan perantaraan doa orang sholih yang masih hidup. Yakni meminta agar dia memintakan ampunan Allah untuk diri kita misal. Tidak seperti kebanyakan orang sekarang yang berdoa dengan orang sholih yang sudah mati. Mengirimkan al fatihah untuknya agar dia mendoakan kita. Apa yang bisa dilakukan orang mati?

Begitulah kira-kira perkataan syaikh mudrika. Dengan keterbatasan pengetahuan saya ini, saya sampaikan pada saudara semua, saya juga membaca al fatihah, tapi bukan begitu tuntunan sunnah untuk orang yang meninggal. Saya juga berharap bisa didoakan orang sholih, tapi bukan didoakan orang yang sudah mninggal.

Spengetahuan saya, yang mninggal itu nggak bisa dapat pahala kecuali dari 3 jalur: doa anak sholih, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat. Semoga Allah memberi taufiq.

Friday, October 13, 2017

Panduan menyetir Mobil

1. Ada 3 injakan di bawah, dari yang paling kiri: Kopling, rem, gas. Kaki kiri kopling, kaki kanan rem dan gas. Untuk menginjak gas, gunakan jempol saja agar terkontrol kekuatannya.
2. Gigi ada 7: Netral, 1 s/d 5, dan mundur atau R. Untuk ke gigi satu dari netral, injak kopling maksimal, lalu geser gigi ke kiri kemudian ke depan. Untuk pindah ke gigi 2 ketika sudah mulai jalan cepat, injak kopling maksimal kemudian geser gigi ke kiri sedikit kemudian ke belakang.
3. Right thingk dan leftting dan lampu ada di sebelah kanan setir. Sedangkan pengelap kaca ketika hujan ada di sebelah kiri setir.
4. Untuk menyalakan mobil dari kondisi mati, injak kopling maksimal, kemudian putar kunci mobil sedikit sampai mesin hidup. Pindah gigi satu, kemudian lepas sedikit demi sedikit kopling dan tahan sampai mobil jalan, dan mulai injak gas dengan pelan-pelan. Jika langsung melepas kopling mesin mati.
5. Ketika di jalan gigi 2, kemudian ada lampu merah di depan sekitar 14 meter. Injak kopling penuh. Mulai rem sedikit demi sedikit. Setelah berhenti, pindah ke gigi 1.
6. Untuk mundur, dari Netral, pindah ke gigi R yaitu geser ke kanan kemudian geser ke belakang. Lepas kopling sedikit saja, maka mobil akan mundur. Bila mundur sudah terlalu cepat, segera injak kopling penuh agar berhenti.

Wednesday, August 9, 2017

Cara Memanah dengan Horsebow

Cara Memanah dengan Horsebow


Assalamualaikum sobat muslim, mari mengenali jenis panah horsebow. Horsebow berbeda dengan busur panah lain, ia pendek karena dibawa di atas kuda, namun daya (lbs) nya lumayan besar. Berikut saya ulas cara memanah dengan horsebow:

1. Gunakan pelindung jari (tumbring). Bisa dibuat sendiri dari karet ban.


2. Pegang anak-anak panah di tengah busur, atau di sela jari-jari
3. Ambil satu anak panah dan tempatkan ujungnya di kanan busur (Gaya murat ozveri), dan ekornya di tali.
4. Tari tali dengan teknik tumb, maka anak panah tidak mudah brgeser.


5. Bidik target dgn satu mata (kanan), ktika mnembaknya cukup fokus pada tangan sbelah kanan yg mnarik tali. Yakni lepaskan tali dgn gaya sperti orang mmbuang sampah ke belakng tanpa mnoleh, tapi telapak tangan tetap menghadap ke depan.
6. Selamat berlatih, jangan putus asa.


“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!”

Bisa dilihat di video berikut: 



Monday, June 5, 2017

Cara Merawat Baterai Laptop Agar Awat

Cara Merawat Baterai Laptop ASUS Agar Awat



Berikut adalah tipsnya

1. charger baterai pertama 4-6 jam
2. 3 pngisian pertama sampai penuh, kosongkan spenuhnya sbelum diisi ulang
3. Lebih dari 2 minggu berencana tidak pakai laptop, lepas baterai (isi dulu sampai full). Jangan tidak dipakai lebih dari 3 hari, sbelum lepas isi smpai pnuh
4. Jangan make smpai 0%
5. Jangan sering mencabut dan mmasang charger.
6. Kalibrasi setiap bberapa bulan
7. Baterai ada di ruangan yang suhu minimal 10 maksimal 30.
8.
saat btrai dipakai tanpa charger, jangan buat yg berat berat sperti ngegame
9. Redupkan kecerahan layar, matikan wifi, hardware yg tak dipakai


sumber: 
http://www.acerid.com/2010/05/merawat-baterai-laptop/
http://www.batterailaptop.com/tips-merawat-batterai
https://www.asus.com/id/support/article/604/

Tuesday, March 14, 2017

Cara Mengatasi Bau Ketiak/Bau Badan

Cara Menghilangkan Bau Ketiak atau Bau Badan

السلام عليكم

Saudara ku semua, kali ini saya akan berbagi tips untuk menghilangkan bau ketiak bagi remaja-remaja bisa juga untuk orang dewasa, dengan tanaman yang diberkahi. Yaitu Cuka dan Minyak Zaitun. Bagaimana caranya?




1. Berdoalah anda pada Allah, karena tidak ada kesembuhan kecuali dari Allah
2. Siapkan kapas, cuka, minyak zaitun
3. Ambil kapas sebesar stengah kancing baju, sedikit saja jangan banyak banyak.
4. Teteskann 3 tetes cuka putih ke kapas tersebut, kemudian oleskan ke ketiak kanan anda.
5. Teteskann 2 tetes cuka putih ke kapas tersebut, kemudian oleskan ke ketiak kiri anda. Maka kapas akan menjadi hitam, dan kuman di ketiak anda akan mati.
6. Kemudian tuangkan minyak zaitun kira kira sepertiga sendok ke telapak tangan kanan anda. Oleskan ke ketiak kanan anda.
7. Oleskan juga ke ketiak kiri anda.

Dan biarkan sepanjang hari seperti itu, maka in syaa Allah. ketiak anda tidak akan bau bahkan tetap wangi sepanjang hari sampai sore. Saya mendapat kabar:

Dari Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Makanlah minyak zaitun dan minyakilah rambut kalian dengannya, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi”. (HR Tirmizi)
https://almanhaj.or.id