Sunday, August 28, 2016

Kejahatan paranormal dan kesesatan mereka

Pada pembahasan kali ini saya akan memaparkan penipuan-penipuan yang sering dilakukan paranormal dengan padepokan, lembaga atau yayasan yang bergerak dalam pemasaran dibidang ilmu-ilmu kesaktian (Reiki, meditasi, tenaga dalam, ilmu hikmah, aji-aji kesaktian dan ilmu-ilmu sejenis) dalam menjerat calon mangsanya yang kesemuanya saya dapatkan dari pengakuan seorang mantan Grand Master Ilmu Ghoib yang telah bertobat.



Pengakuan dirinya dalam membohongi calon mangsanya akan saya paparkan dengan sedikit mengedit dan memperbaiki susunan kalimat yang telah ditulisnya (Silahkan buka websitenya di http://paranormalsakti.freehomepage.com). Pengakuannya adalah :



Kenalkanlah kami adalah bekas paranormal atau dukun atau guru ilmu ghaib dari salah satu kota besar di Jawa Barat yang dulu gemar akan hal-hal supranatural hingga kami sempat beberapa tahun mendirikan perguruan ilmu gaib dengan dalih membantu sesama manusia. Maksud kami membuat tulisan ini yaitu sebagai persembahan kepada bangsa Indonesia sekaligus memberi masukan kepada generasi muda bangsa untuk mendapatkan informasi-informasi penting terhadap kegiatan-kegiatan supranatural yang dulu pernah kami tekuni untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidup baik itu berbentuk finansial atau berupa sikap atau rasa hormat dari orang lain.

Maksud kami yang lain dalam membuat tulisan ini yaitu untuk meminta maaf kepada para pasien atau pengikut-pengikut kami yang telah lama kami sesatkan imannya melalui praktek-praktek sesat yang kami ajarkan sekaligus kami juga berusah untuk menyelamatkan seluruh umat beragama dengan cara mengingatkan akan bahaya-bahaya kesesatan yang sengaja dilakukan oleh ahli-ahli spritual yang berkedok Agama.

Maaf juga kepada mereka-mereka yang masih menjalankan praktek-praktek paranormal karena mungkin perkataan saya terlalu tajam untuk mengungkapkan seluruh trik-trik saya sewaktu mengurusi menejemen padepokan.

Penjelasan-penjelasan kami bukan berdasarkan fitnah dan kebohongan yang kami sengaja perbuat, melainkan berdasarkan pengalaman dan riset terhadap aktivitas-aktivitas paranormal di Indonesia. Dalam tulisan kami ini, kami memberikan penjelasan secara transparan dan terbuka karena kami merasa cukup memiliki banyak sumber yang telah memberikan kami input untuk memberikan informasi kepada umat beragama terhadap tipu daya para tukang sihir, dukun, paranormal yang sembunyi didalam aktivitas-aktivitas agama. Kami juga berusaha untuk membuka akal para umat beragama untuk lebih pintar dalam menyeleksi segala macam tipu daya yang dilakukan melalui aktivitas-aktivitas agama. Kalau nanti ada yang merasa kunci rahasia bisnisnya terbuka, silahkan saja ambil positifnya karena maksud baik saya sebenarnya yaitu untuk mengingatkan anda bahwa generasi bangsa Indonesia semakin lama semakin cerdas dan kritis, oleh karena itu jangan pernah kita mencoba untuk membunuh motivasi dan semangat belajar dan kerja mereka untuk bersaing dalam dunia global.

Kemampuan generasi muda dalam bersaing didalam dunia internasional sudah waktunya kita dukung karena mereka adalah sumber daya manusia yang potensial dalam memajukan negara kita tercinta ini. Walaupun anda mengatakan saya sebagai manusia munafik karena pernah menjalankan praktek-praktek penipuan, semua itu akan saya terima dengan tulus. Sekarang: Apakah kalian ingin kembali kejalan yang benar seperti saya dan paranormal-paranormal yang lain yang telah insyaf, atau anda tetap menginginkan jalan dosa yang sama, atau anda sedang menunggu sampai anda mengumpulkan jutaan rupiah yang sudah anda tentukan sebelum anda insaf ?Dan yang terpenting jangan sampai ada salah satu dari generasi kita terhempas kedalam jurang kemusyrikan sehingga mengandalkan ilmu-ilmu sihir yang sangat bertentangan dengan ajaran agama. Saya juga tahu bahwa mungkin praktek penipuan ini dilakukan demi mencukupi kebutuhan hidup. Tetapi tegakah anda menipu ribuan umat beragama ke dalam syirik hanya dengan dalih mencari makan? Kita hidup didunia hanya sementara dan ingatlah…jangan sampai hidup kita yang sekilas ini diisi dengan dosa-dosa besar yang bisa kita hindarkan.



Berikut ini adalah fakta tentang guru di perguruan kami:



 Terus terang saja, dari lamanya kami menggeluti dunia supranatural, sebenarnya kami saling bertanya satu sama lain mengenai ilmu yang kami, masing-masing, miliki. Setelah beberapa bulan menjalani pembohongan publik tentang ilmu ghaib di perguruan kami, Akhirnya kami saling bertanya satu sama lain tentang eksistensi ilmu-ilmu kami, dan ternyata ilmu-ilmu kami tidak sebanding dengan kebohongan yang kami lakukan kepada publik dan pengikut kami. Tapi karena terdesak oleh masalah finansial, kami secara berat hati menjalankan kegiatan-kegiatan paranormal di perguruan kami ini (saking terdesaknya sehingga kami beranggapan bahwa dosa kami bisa dinegosiasi dengan Allah kelak) walaupun kami tahu bahwa kemampuan kami untuk menolong orang sangat terbatas. Kami waktu itu sepakat bahwa, memberi motivasi dan percaya diri kepada para pasien akan kekuatan ilmu adalah kunci untuk mendapatkan kredibilitas-kredibilitas dari publik supaya mereka tetap percaya kepada perguruan kami. Adapun kata “kunci” yang kami sering gunakan untuk menghempas sikap penasaran para pengikut kami, yaitu: “atas ijin Allah”.

Di halaman ini anda akan menemukan trik-trik kesuksesan kami dan paranormal lain dalam memperdayai para pengikut dan pasiennya:

Sebagai layaknya seorang dukun, romo, paranormal, orang pintar, atau apapun namanya, kami melakukan banyak kebohongan-kebohongan kepada publik supaya mereka tetap memberikan sikap positif terhadap kami bahkan tidak sedikit dari mereka menganggap kami sebagai seorang wali yang keramat.



A. TRIK-TRIK MENDAPATKAN PASIEN



1. Forum Internet.





 Kami membuka forum di internet pada awal tahun 1999 sampai awal tahun 2000, dimana pengunjung bebas mengajukan pertanyaan kepada kami seputar topik supranatural. Dalam setengah tahun, kami melayani 20 sampai 35 pengunjung perhari dari sekitar 250 members yang terdaftar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Brunei, Malaysia, Belanda, Australia dsb. Akhirnya pada awal 2000, kami menutup forum tersebut karena salah satu dari anggota guru yang berkecimpung dibidang komputer atau internet, mendapatkan tugas ke kota Padang untuk membantu salah satu pejabat pemerintah disana dalam masalah supranatural.



2. Pasien Palsu.





 Salah satu surat kabar lokal, yang kebetulan wartawannya adalah pasien kami, pernah mewawancara kami. Sebelum kunjungan wawancara tersebut, kami sengaja membuat suatu drama instan dengan kegiatan-kegiatan rihersal dimana salah satu anggota padepokan kami rekayasa untuk menjadi seorang pasien yang bisa kami sembuhkan secara cepat serta menebak-nebak masalah yang sang pasien hadapi.

Drama ini cukup berhasil karena anggota kami yang menyamar menjadi pasien dan berpura-pura kemasukan setan, membuat sang wartawan terkagum-kagum karena kami bisa sembuhkan secara cepat. Setelah seminggu, kami bangga melihat foto adegan tersebut di koran dengan beberapa kolom yang merangkum tentang kehebatan padepokan kami. Kamipun merasa senang karena hal tersebut merupakan fasilitas yang diberikan kepada kami untuk melakukan kampanye pemasaran secara gratis.



3. Pasien Fiktif (Artis, Politisi, Usahawan dll).





Salah satu trik kami dan paranormal lainnya yaitu kami sering mengumbar tentang pasien kami dengan cara mengklaim bahwa beberapa politisi dan artis sebagai pasien tetap kami. Ini penting bagi status dan imej perguruan kami dimata para pasien lain karena imej tersebut terbukti mampu membuat kualitas servis dan produk kami seakan-akan menjadi terangkat dimata para tamu dan pasien.



4. Nasihat Munafik Untuk Menutupi Sifat-Sifat Syirik Dalam Melakukan Praktek-Praktek Perdukunan atau Ilmu Ghaib di Perguruan Kami.





Dalam melakukan kemunafikan, terkadang saya sangat merasa bersalah. Saya menganggap diri saya adalah paling rendah di dunia dalam melakukan kemunafikan saya. Kenapa? Karena terkadang saya harus memberikan nasihat-nasihat kosong tentang bahayanya ilmu hitam dan syirik kepada para pasien/tamu seakan-akan ilmu saya memang benar-benar ilmu yang datang dari Allah dan bisa dipelajari siapa saja. Sedangkan saya sendiri tahu bahwa saya adalah salah satu manusia yang menjalankan praktek-praktek keji tersebut. Terkadang saya sering tidur gelisah dalam kebodohan dan beranggapan bahwa saya adalah binatang yang lebih rendah dari segala mahluk Tuhan karena secara sadar saya tahu bahwa perbuatan syirik adalah paling dibenci Allah, sedangkan saya sendiri melakukan hal itu secara sadar dan sengaja.

Waktu itu hati saya telah mati dan hanya memikirkan kenikmatan dunia padahal saya selalu berusaha sembunyi dalam pengetahuan saya. Saya lupa bahwa hidup didunia hanyalah sekilas dan saya isi hidup saya dengan kedustaan dan kehinaan seperti para dukun dan paranormal lain yang berpura-pura berwibawa didepan publik.



5. Senjata Berupa Ayat-Ayat Dari Al-Qur’an dan Hadist-Hadist Palsu:



Setiap jumat kami mengadakan pengajian di ruangan belakang perguruan kami dan banyak peserta pengajian bertanya sekitar ilmu supranatural. Disini kami sudah menetapkan dua orang guru untuk menghafal beberapa ayat-ayat Quran untuk menepis segala pertanyaan yang bersifat ofensif. Perlu diingat: terkadang kami kewalahan mendapatkan pertanyaan dan kami melontarkan ayat-ayat tersebut untuk membenarkan mempelajari ilmu ghaib walaupun terkadang ayat-ayat yang dilontarkan tidak ada hubungannya dengan topik yang sedang diperdebatkan. Sehingga seakan-akan agama membenarkan praktek-praktek ilmu ghaib. Salah satu dari guru kami juga sudah mempersiapkan hadist-hadits dan tabaruk-tabaruk palsu yang berisi sejarah kenabian yang sudah kami modifikasi sedemikian rupa untuk pembenaran praktek-praktek sirik yang kami lakukan. Hadist-hadist atau tabaruk-tabaruk ini kami bagikan sebelum acara pengajian ataupun dalam acara-acara spritual lainnya.



6. Moto Rahasia Kami Yaitu “Anda Bertanya Maka Kami Harus Membual”:



Itulah sejujurnya misi pernyataan kami dalam menjalankan praktek-praktek sirik kami. Kenapa? Karena sebetulnya kamipun tidak mengetahui seberapa tinggi ilmu kami dan bisa tidaknya diterapkan kepada masalah/problem masing-masing pasien. Kunci kami sebenarnya yaitu hanya berusaha untuk meyakinan sang pasien saja. Karena dengan cara tersebut, mereka akan terus percaya dengan ilmu-ilmu ghaib yang kami berikan. Bahkan secara moral kami merasa diseret untuk menjawab suatu pertanyaan yang kami tidak pernah mempunyai keahlian didalamnya.



7. Puasa Gila dan Ilmu Fiktif:



Saya pernah mendapatkan seorang tamu dari Jakarta yang menginginkan ilmu pedang senja yang kami sebenarnya tidak pernah miliki (karena ilmu pedang senja tersebut hanya karangan salah satu anggota diperguruan kami). Kebetulan tamu tersebut mendapatkan informasi dari bekas anggota kami yang menetap di daerah rawamangun.

Beliau mampu membayar beberapa juta untuk medapatkan ilmu tersebut yang kami klaim mampu meningkatkan wibawa, rejeki, aura, membaca pikiran orang lain, menarik benda-benda di alam ghaib dan juga mampu menciptakan saudara kembar yang bisa berjalan menembus ruang dan waktu. Saya dan para guru yang lain mendiskusikan untuk mencari jalan keluar bagaimana untuk meyakinkan sang tamu. Akhirnya kami sepakat dan mengajukan syarat-syarat gila yang sangat berat kepada tamu tersebut. Persyaratan gilanya yaitu: berpuasa selama 6 hari sambil bersemedi dialam terbuka bersama 10 orang lainnya. Persyaratan tersebut sengaja kami buat agar kami mempunyai banyak alasan untuk menggagalkan usaha tamu tersebut dalam menjalani persyaratan-persyaratannya. Contohnya, diantara 10 orang tersebut, pasti salah satu atau beberapa orang dari mereka tidak akan mampu melakukannya sehingga kami mempunyai alasan untuk menggagalkan usaha-usaha tersebut, lagipula puasa 5 hari dialam terbuka sudah merupakan sesuatu yang sulit dilakukan oleh orang biasa. Andaikata seluruh peserta puasa tersebut berhasil, kami sepakat untuk mencari alasan-alasan lain yang menyatakan bahwa salah satu dari mereka telah gagal dan tidak kusyuk dalam melakukan usaha tersebut.



8. Gelar-Gelar Palsu Untuk Menambah Gengsi Kami:



Salah satu anggota guru kami pernah tinggal di Malaysia selama 2 tahun sebagai tenaga kerja ilegal. Sepulang dari Malaysia, beliau mempunyai sedikit kemampuan berbahasa inggris sehingga seringkali beliau mengaku sebagai sarjana muda dari universitas Al-Azhar, di Mesir. Ide gila ini dia dapatkan dari ketua dewan guru M K di kota Bogor yang bernama L S yang mengaku-ngaku dengan bangga sebagai Kyai, haji, insinyur sekaligus bergelar MBA yang belakangan konon salah satu anggotanya sendiri pernah mengakui bahwa beliau tidak mengerti mengenai analisa keuangan secara fundamental sekalipun ketika seseorang menantang untuk membicarakan masalah keuangan di forum. Beliau juga seorang moderator di forum dengan alamat http://www.mkalm.com. Mungkin karena telah lama bergelut dibidang perdukunan sehingga intelektualitas dan moral edukatif sang pemegang gelar menjadi hilang tanpa bukti. Seperti halnya praktek perdukunan lainnya yang tidak lepas dari pernyataan misi: “kebodohan anda adalah keuntungan kami”.

Peringatan: Jangan pernah terkagum-kagum dengan seorang paranormal,master ilmu hikmah atau pun dukun yang pandai berdebat atau menguatkan argumennya dengan menggunakan ayat-ayat dari kitab suci. Kalau anda baca secara seksama dan perhatikan potongan-potongan kitab suci tersebut maksudnya dapat berarti luas, dan penempatannya yang salah sebetulnya dapat memporak-porandakan maksud dari ayat-ayat tersebut. Ingatlah Kebodohan anda adalah keuntungan mereka. Dan Al-Quran tidak pernah membenarkan praktek-praktek perdukunan yang berkedok agama.



9. Membuat Kami Dikultuskan:





Kami juga menjual barang-barang padepokan berupa keris, kaos, sabuk, batu cincin, dompet, bahkan foto-foto semua guru yang telah kami “isi”. Walaupun penjualan barang-barang tersebut adalah syirik dan paling dilaknat oleh Tuhan, kami pernah melupakan-Nya demi keserakahan kami akan uang dan kehormatan dari para pasien. Pemikiran yang kami yakini dalam hal ini yaitu: Semakin banyak barang-barang yang mereka beli, semakin keramat kami dimata pasien.Peringatan: Demi materi dan kehormatan, manusia dapat menipu, mempersekutukan tuhan, menganiaya manusia lain melalui pembodohan, pembunuhan dsb karena mereka merasa segala kesalahan dan dosa dapat dinegosiasikan dengan Tuhan.



10. Ramalan:



Dalam hal ramalan, jangan heran kalau kami dan paranormal-paranormal lain meramalkan secara umum (tidak mendetil) karena celah-celah kosong akurasinya bisa kami gunakan sebagai alasan bila ramalan kami meleset. Ini cuma salah satu contoh dari trik-trik murahan yang dilakukan oleh kami dan paranormal lain sejak dahulu. Hal yang kami takuti yaitu bila kami kedatangan tamu untuk meminta nomor judi secara detil. Dan kami membenci pasien atau tamu yang banyak bertanya mengenai ramalan-ramalan secara detil.



Bila anda mendapati orang yang mengaku bisa melihat keadaan masa mendatang (meramal), tertawakanlah, sinislah, bahkan anggaplah sebagai manusia hina. Bahwa seorang dukun akan menjadi kaya raya melalui permainan option dipasar finansial dan tidak akan menyandarkan hidupnya dari sedekah pasien melalui kebohongan-kebohongan yang dia jual.Tinggal memilih anda yang ditertawakan oleh peramal atau anda yang mentertawakan mereka.



11. Mendiskreditkan Perguruan Lain:





Selama saya menjadi guru dipadepokan atau selama saya belajar ilmu ghaib, hal-hal yang merupakan keharusan untuk membangkitakan loyalitas para anggota terhadap perguruan kami yaitu dengan cara mendiskreditkan ilmu-ilmu dari perguruan-perguruan lain. hal ini kami lakukan semata-mata karena dunia perdukunan merupakan kompetisi sempurna dimana pasien akan dapat mudah menemukan perguruan atau paranormal lain sehingga hal ini dimaksudkan untuk mencegah arus keluarnya para anggota untuk pindah keperguruan lain.

Jangan heran bila antara perguruan ilmu ghaib selalu saling melecehkan dan mentertawakan satu sama lain karena itu semata-mata disebabkan alasan-alasan: “Kita sama-sama tahu tentang rahasia sesama paranormal”” dan dalam dunia paranormal terdapat etika-etika tertentu untuk menjaga rahasia strategi masing-masing perguruan. Tak jarang juga bahkan diantara paranormal seringkali mengirimkan anak buahnya ke perguruan lain dengan cara menyamar sebagai pasien atau anggota supaya mereka tahu trik-trik baru yang perguruan lain lakukan.

Mendiskreditkan atau saling mencurigai diantara perguruan yang satu dengan yang lain adalah hal yang normal bagi dunia paranormal atau perdukunan. Anda sebagai pasien, mempunyai kontrol penuh untuk melawan atau keluar dari perguruan yang anda rasa telah melakukan hal-hal diluar ajaran-Nya. Ingat: Jangan pernah anda akan dijadikan objek atau korban, merekalah yang menjadi korban alami sebenarnya karena mereka sumber kebodohan..



12. Ilmu Karangan Berdasarkan Kreatifitas Imajinasi Kami:



Jangan heran kalau anda pernah mendengar ilmu-ilmu seperti ilmu pedang senja, ilmu hikmatul rohim, ilmu fathyatul sinai, ilmu selereng pisau dan lain-lain. sebetulnya ilmu itu tidak ada sama sekali dan hanya hasil karangan kami untuk menarik para penggemar ilmu untuk ditukarkan dengan mahar berjumlah ratusan ribu bahkan jutaan. Kamipun telah membuat dongeng-dongeng mengenai sejarah ilmu-ilmu palsu tersebut supaya terdengar lebih prestis.

Peringatan: Ilmu kaya itu tidak pernah paranormal miliki dan tolong gunakan logika anda: Darimana datangnya penghasilan seorang dukun atau paranormal yang mengaku memiliki ilmu kaya?….jawabannya yaitu dari anda!, yang menjadi korban penipuan mereka.Bahkan lucunya, beberapa paranormal yang dirinya dan kelurganya gagal dalam hidup dan usaha, seringkali berani menjual ilmu-ilmu kaya kepada publik. Ironis sekali. Pembodohan tersebut merupakan tindakan kriminalitas.



13. Menggunakan Kata Khodam:



Salah satu senjata dari seorang paranormal atau dukun yaitu mereka akan mengajarkan anda untuk meminta sesuatu lewat khodam,makhluk astral,ascended master (makhluk karangan mereka yang konon mereka akui sebagai malaikat tapi keberadaannya tidak ada didalam Al-Quran) Bahkan mereka membenarkan hal tersebut dengan mengatakan: Khodam,makhluk alam astral,acsended master sama seperti dokter, mekanik atau manusia-manusia yang mempunyai profesi lain, sehingga kita dibenarkan untuk berinteraksi kepada khodam,makhluk alam astral,accende master dengan cara wirid, puasa, semedi atau meditasi dan lelaku lainnya.Salah satu argumen kami dan paranormal lain yaitu: :”BERINTERAKSI KEPADA KHODAM MELALUI PUASA, AMALAN-AMALAN, WIRID ADALAH HAL YANG WAJAR SEPERTI HALNYA MEMINTA BANTUAN KEPADA DOKTER. APAKAH MEMINTA PERTOLONGAN DOKTER ADALAH SYIRIK?” (begitulah argumen yang sangat populer dikalangan kami dan paranormal lain untuk membodohi umat) tidak lupa kami juga seringkali mengatasnamakan Al-Quran dalam melakukan pembodohan-pembodohan yang merugikan untuk menutupi akal para pengikut kami.





14. Menumbuhkan Sugesti Para Pengikut atau Pasien Kami:





Ini adalah trik kami yang sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan pasien kepada kami. Misalnya dalam melakukan tipu daya kepada para pasien atau pengikut, sering kami mengajarkan mereka untuk konsentrasi dalam merasakan getaran-getaran goib pada dirinya yang sebenarnya tidak ada. Itu hanya sugesti dan perasaan mereka saja. Anehnya, terkadang mereka “mencari muka” kepada kami sehingga mereka menggerak-gerakan badannya dengan sangat intens bahkan kelihatan seperti orang kesurupan. Semakin memberontak mereka, semakin percaya diri kami dibuatnya karena tipu daya kami ternyata dapat membangkitkan sugesti mereka seakan-akan ada kekuatan lain didalam diri mereka. Sudah ribuan orang kami perdayai termasuk puluhan orang dari kalangan intelektual dan berpendidikan.

Oleh karena itu kami diperguruan terkadang tertawa geli menyaksikan pertunjukan tersebut yang diakibatkan oleh terlalu percayanya mereka terhadap kami.Contoh aktualnya: Seorang satpam, sebut saja bernama A, pernah datang kepada kami karena masalah pekerjaan. Ternyata si A ingin mendapatkan posisi yang bagus ditempat kerjanya yaitu sebagai ketua pengamanan seluruh pabrik. Karena kami tidak mempunyai ilmu yang bisa menaikkan pangkat seseorang, lalu kami berkilah dengan cara menawarkan amalan untuk membangkitkan Wibawa. Kami beralasan dengan cara membangkitkan wibawa, si A akan mendapatkan perhatian dari atasannya sehingga kesempatan untuk naik pangkat menjadi besar (Sebenarnya kamipun tidak mengetahui kekuatan amalan tersebut karena kami mendapatkannya dari beli diperguruan lain).

Setelah 2 minggu mengamalkan amalan yang kami berikan, si A datang lagi kepada kami dan dia mengatakan bahwa atasannya selalu memberi dia perhatian dan tanggung jawab yang lebih tapi sang atasan belum menaikkan jabatan si A sebagai ketua atau kepala pengamanan pabrik. Nah dari sini kami telah membangkitkan sugesti si A bahwa dia telah kelihatan lebih berwibawa sehingga tingkah lakunya berubah seakan-akan si A memiliki kekuatan yang membuat dirinya kelihatan berwibawa. Kamipun mentertawakan si A karena perubahan sifat dan penampilan itu cuma imajinasi atau hayalan si A karena terlalu percaya kepada kami.

Setelah sebulan, si A datang lagi kepada kami tapi belum juga mendapatkan jabatan yang dia inginkan serta mengungkapkan bahwa dia baru saja ditegur oleh atasannya karena terlambat datang ke tempat kerja dan takut kalau atasannya tidak simpatik lagi kepadanya. Untuk mengalihkan kesan negatif atau rasa curiga si A terhadap kami, kamipun menyuruhnya sembahyang dan berdoa kepada Allah dan memberikan puluhan nasihat-nasihat seperti: “Allah tidak mengijinkan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut dan sebagainya”

Setelah pertemuan ketiga tersebut, si A tidak pernah lagi datang kepada kami. (Nah begitulah trik-trik dan kemunafikan kami dan para tukang sihir kepada para pasien dan pengikutnya, silahkan buktikan!)

Peringatan: paranormal,dukun,romo,ahli imu hikmah akan menyisipkan ajaran-ajaran ilmu sihir (meramal, menyembuhkan kesurupan, dongeng-dongeng kesaktian dll) kepada pengikutnya dalam mempelajari Al-Quran, karena mereka beranggapan bahwa mempelajari Al-Quran tidaklah laku dikalangan orang-orang frustasi tanpa ajaran-ajaran ilmu sihir tersebut. Oleh karena itu Janganlah heran kalau para tukang sihir selalu mencampur adukan ajaran Agama dengan ajaran sihir untuk maksud-maksud keduniaan (komersial: uang dan kehormatan), bahkan dengan segala cara mereka berusaha menempatkan dirinya sebagai wali Allah untuk maksud-maksud pengkultusan.

Sebenarnya mereka (paranormal) telah menutup mata umat untuk mengetahui ayat-ayat dibawah ini:”Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya.” (An-Nisa’: 48)

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar : 65)

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am : 88).

Peringatan: Dewasa ini banyak pengajian-pengajian atau kegiatan-kegiatan agama dimana ketua organisasi tersebut menyisipkan ajaran-ajaran sihir dengan cara memberi janji-janji palsu untuk mendapatkan ilmu ghaib kepada para pengikutnya. Mereka mentargetkan orang-orang yang lemah iman dan frustasi untuk dijadikan pengikut mereka. Ironisnya, mereka membohongi para pengikut mereka dengan alasan bahwa ilmu mereka berasal dari Allah dan bisa dimiliki atau dipelajari oleh siapa saja. Hal ini dimaksudkan sebagai usaha-usaha komersial atau kampanye perguruan mereka dalam mendapatkan pengikut sebanyak mungkin yang otomatis akan tersalurnya nafsu kerakusan-kerakusan akan finansial dan duniawi mereka.

Dapat anda buktikan dengan kegiatan-kegiatan mereka seperti:

a. Pengajian dan ceramah keagamaan yang diikuti dengan penjualan benda-benda bertuah (jimat).

b. Pengajian atau ceramah keagamaan yang diselingi dengan aksi-aksi kesurupan (membuat salah satu pengikut menjadi kesurupan serta penyembuhan), penyembuhan-penyembuhan ghaib, ramalan-ramalan, demonstrasi kekebalan dan lain-lain.

c. Pengajian atau ceramah keagamaan yang diselingi oleh pesan-pesan khusus untuk mengkultuskan guru mereka (memberi barang pribadi guru tersebut, mencantumkan nama guru mereka untuk dishalawatkan, memberikan suatu pemikiran syirik yaitu seakan-akan para pengikutnya akan ditolong oleh guru mereka dimanapun mereka berada seakan-akan guru mereka bukan manusia biasa)

d. Pengajian atau ceramah keagamaan yang diselingi dengan cerita-cerita tentang kesaktian seseorang, tentang ilmu-ilmu ghaib yang bisa dipelajari yang dimaksudkan untuk memberikan pandangan bahwa mereka seakan-akan mengenal dunia ghaib.

Mereka akan menutup mata anda dengan ayat dibawah ini:“Allah Maha mengetahui yang ghaib. Ia tidak akan memberitahukan rahasia keghaiban-Nya kepada siapa pun kecuali kepada Rasul yang dipilihnya.” (Q. S. al-Jin: 26-27)Karena mereka (paranormal,dukun,ahli sihir) adalah bukan wali dan mendapatkan ilmu sihir tersebut melalui bantuan jin, maka anda dilarang untuk mempercayainya karena mereka hanya menyamar sebagai wali. Adapun kata-kata kunci mereka untuk menyembunyikan aktivitas-aktivitas sihir tersebut yaitu dengan cara mengatakan: “ilmu yang mereka ajarkan datangnya dari Allah”



B. SIFAT PASIEN YANG MUDAH TERTIPU:



1. Pemalas dan Cepat Frustasi:



Banyak dari pasien kami adalah orang-orang berpendidikan tapi mempunyai mental pemalas yang mengandalkan harapan kerja minimal tapi mengharapkan hasil yang maksimal. Mereka pada umumnya meminta barang bertuah kepada kami agar selalu berhasil dalam segalam masalah karir dan usaha, padahal kalau kami dan paranormal lain benar-benar mempunyai ilmu atau kesaktian, kami tidak akan menjalani praktek-praktek sihir tersebut.



2. Bodoh:





Walaupun mereka terlihat rapih dan intelektual, tapi saya berani mengatakan bahwa mereka adalah bodoh dan kurang kuat ajaran Agamanya. Kenapa? Saya dan teman-teman saya bekas guru-guru dipadepokan sebenarnya tidak yakin dengan keampuhan ilmu yang kami miliki.Para pasien terutama lulusan sarjana dapat begitu saja percaya dengan cerita-cerita kami dan tak jarang kamipun mentertawakan mereka.



3. Tidak Percaya Diri:



Kebanyakan kawula muda yang mengunjungi kami mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin dilihat berwibawa di masyarakat. Padahal dulu kami sendiri tidak mempunyai percaya diri karena hati kecil kami ingin berontak terhadap kegiatan-kegiatan di bidang supranatural yang penuh tipu-daya kepada publik. Kami sebenarnya merasa kecil dan hina dimuka para tamu dan pasien kami karena kegiatan yang kami lakukan sebenarnya tidak akan bermanfaat sama sekali untuk generasi muda dan umat beragama serta bertentangan dengan ajaran agama.

Setelah kami mendapat pekerjaan yang mapan, rasa percaya diri tersebut tumbuh dengan sendirinya dan kami merasa dihormati oleh masyarakat karena kerja keras kami dan bukan karena mereka menganggap kami orang sakti.Pengalaman saya: Untuk membangkitkan percaya diri dan wibawa didalam masyarakat, dibutuhkan kerja keras, belajar untuk mendapatkan pengetahuan sebanyak mungkin serta berdoa dan menjalankan ajaran-ajaran-Nya. Darisitu anda akan mendapatkan kesabaran dan ketabahan hati sehingga anda menjadi percaya diri dalam kehidupan anda di masyarakat.



4. Rajin Shalat Demi Ilmu:



Rasa dosa saya untuk menipu para pasien masih terasa sampai hari ini. Sudah ribuan pasien saya suruh sholat dengan alasan hanya untuk mendapatkan ilmu-ilmu.



5. Orang Terkenal (Artis, Olah Ragawan, Pejabat atau Politisi)



Orang-orang terkenal yang tidak perlu saya sebutkan disini adalah sama seperti orang biasa lainnya. Mereka pada umumnya datang pada kami karena diajak oleh relasi mereka. Jadi jangan heran bila ada pejabat yang membungkukkan badan kepada kami padahal kami sebenarnya mentertawakan mereka karena kebodohan mereka sendiri. Hal ini disebabkan oleh tipisnya iman mereka sehingga menggantungkan diri terhadap kami.Ingat: “kebodohan anda keuntungan buat mereka”



C. ALASAN MENINGGALKAN PERGURUAN



Perasaan dosa yang kami perbuat (menipu, berbuat sirik, sikap sok tahu, dan serakah) selalui menghantui hidup kami selama kami menjadi guru. Sikap ini pertama-tama dikemukakan oleh salah satu anggota guru kami yang merasa tersiksa dalam melakukan dosa besar tersebut. Dosa yang paling dominan menurut teman saya pada waktu itu yaitu mengajarkan orang-orang untuk menyekutukan Tuhan. Lagipula keluarga teman saya tersebut tidak meridoi kegiatan-kegiatan tersebut. Sukurlah setelah padepokan kami ditutup, dengan uang yang kami kumpulkan selama 7 tahun, kami bisa membuka bisnis baru yang lebih bermanfaat untuk kami dan orang lain. Bisnis yang kami jalankan hingga hari ini yaitu warnet, sebagai importer,supplier,distributor sepatu buatan china untuk toko-toko ritel di kota Bandung, jakarta, Surabaya dan Medan), dan juga sebagai supplier pakaian batik untuk dipasarkan keluar negeri.Wallahualam.



Dari pengakuan mantan paranormal diatas masihkah kita begitu getolnya mencari ilmu kesaktian,masihkah kita begitu mengkultuskan para guru kita mengangapnya paling sakti,masihkah kita berbuat syirik pada Allah SWT?



Marilah kita bersihkan akidah kita dari segala hal-hal yang dapat merusak keimanan kita dan janganlah kita dibodohi oleh mereka yang mengaku mempunyai ilmu ghoib dengan ada atau tidaknya ilmu sihir (hanya trik belaka) yang mereka miliki sebab mereka adalah para pembohong besar yang dilaknat Allah SWT.



Sumber:

– http://www.thibbun.com
– prewangankhodam.wordpress.com
- https://feehas.wordpress.com/2012/03/31/pengakuan-mantan-dukun-ternama/

Hukuman Tukang Sihir dan Penipuan di balik kedok mereka

Ini adalah posting saya untuk para Paranormal, tukang sihir. Yang merupakan penjelasan dari para Ulama untuk Paranormal, tukang sihir. Semoga kesejateraan dilimpahkan pada orang yang mau mengikuti petunjuk, beriman pada Allah dan utusanNya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah yang Maha Esa dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Aku mengajak kalian untuk meninggalkan ilmu sihir, bersekutu dengan jin setan yang hanya menambah kesesatan kalian. Kembalilah pada Allah, niscaya kalian selamat.

HUKUM TUKANG SIHIR DALAM SYARI’AT ISLAM

Oleh
Wahid bin Abdissalam Baali

[1]. Imam Malik raihmahullah berkata: “Tukang sihir yang melakukan penyihiran yang tidak dilakukan oleh orang lain untuknya, perumpamaannya adalah seperti apa yang difirmankan oleh Allah Tabara wa Ta’ala di dalam kitab-Nya:

“Artinya : Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat….” [Al-Baqarah : 102]

Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa orang itu harus dibunuh jika dia sendiri mengerjakan hal tersebut.[1]

[2]. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: “Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh. Hal itu didasarkan pada apa yang diriwayatkan dari ‘Umar, ‘Utsman bin ‘Affan, Ibnu ‘Umar, Hafshah, Jundub bin ‘Abdillah, Jundub bin Ka’ab, Qais bin Sa’ad dan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz. Itu pula yang menjadi pendapat Abu Hanifah dan Malik.”

[3]. Al-Qurthubi rahimahullah mengemukakan: “Para ahli fiqih telah berbeda pendapat mengenai hukum tukang sihir muslim dan dzimmi. Imam Malik berpendapat bahwa seorang muslim jika melakukan sihir sendiri dengan suatu ucapan yang dapat menjadikannya kufur, maka dia harus dibunuh tanpa harus diminta untuk bertaubat, dan tidak pula taubatnya diterima, karena itu merupakan perbuatan yang dilakukan dengan senang hati seperti orang zindiq atau pelaku perzinahan. Dan karena Allah Ta’ala telah menyebut sihir itu sebagai kekufuran melalui firman-Nya:

“Artinya ; Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir…’” [Al-Baqarah: 102]

Yang demikian merupakan pendapat Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Ishaq, Asy-Syafi’i [2] dan Abu Hanifah.”[3]

[4]. Ibnu Mundzir rahimahullah mengemukakan: “Jika ada seseorang yang mengaku bahwa dia telah melakukan sihir dengan ucapan yang mengakibatkan kekufuran, maka dia wajib dibunuh jika dia tidak bertaubat. Demikian juga jika dia terbukti melakukannya dan ada bukti yang menyatakan (bahwa) ucapan itu berupa kekufuran.

Jika ucapan yang dia sebutkan bahwa dia telah melakukan sihir dengan ucapan tersebut tidak termasuk suatu (ucapan) yang kufur, maka tidak boleh membunuhnya. Dan jika merupakan kejahatan pada orang yang disihir, maka diharuskan hukuman qishash baginya jika dia melakukannya dengan sengaja. Dan jika tidak termasuk tindakan yang tidak mengharuskan qishash padanya, maka dia harus membayar diyat (denda).” [4]

[5]. Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Para ulama yang berpendapat tentang kafirnya tukang sihir, telah menjadikan ayat berikut sebagai dalil:

“Artinya ; Seandainya mereka itu beriman dan bertaqwa….” [Al-Baqarah: 103]

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan sejumlah ulama salaf. Ada yang mengatakan: “Tidak perlu dikafirkan, tetapi hukumannya adalah memenggal lehernya,” sebagaimana yang diriwayatkan Imam Syafi’i dan Ahmad, di mana keduanya berkata, “Sufyan bin ‘Uyainah telah mengabarkan, dari ‘Amr bin Dinar, di mana dia telah mendengar Bajalah bin ‘Abadah berkata: “Umar bin al-Khaththab ra telah memutuskan agar kalian membunuh setiap tukang sihir baik laki-laki maupun perempuan.” Lalu kami pun membunuh tiga orang tukang sihir.”

Lebih lanjut, Ibnu Katsir mengatakan: “Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh al-Bukhari di dalam kitab shahihnya.”[5]

Dia juga mengatakan: “Demikianlah riwayat yang shahih menyebutkan bahwa Hafshah, Ummul Mukminin, pernah disihir oleh seorang budak perempuan miliknya, maka dia menyuruh agar wanita itu dibunuh, sehingga wanita itu pun dibunuh.

Imam Ahmad mengatakan : “Dibenarkan riwayat dari tiga orang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai pembunuhan terhadap seorang tukang sihir”[6]

[6]. Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: “Menurut Malik, hukum tukang sihir ini sama dengan hukum yang berlaku pada orang zindiq, di mana taubatnya tidak diterima, dan dibunuh sebagi hukuman jika hal itu terbukti padanya. Pendapat itu pula yang dikemukakan oleh Ahmad.”

Asy-Syafi’i mengatakan: “Tukang sihir tidak boleh dibunuh kecuali jika dia telah mengaku bahwa dia telah membunuh orang dengan sihirnya, sehingga dia pun harus dibunuh karenanya.”[7]

Ringkasan:
Dari penjelasan di atas tampak jelas bahwa Jumhur Ulama berpendapat mengharuskan pembunuhan terhadap tukang sihir, kecuali Imam Syafi’i rahimahullah saja, di mana dia menyatakan bahwa tukang sihir tidak harus dibunuh kecuali jika dengan sihirnya itu dia membunuh orang, sehingga dia harus diberikan hukuman qishash.

[Disalin dari kitab Ash-Shaarimul Battaar Fit Tashaddi Lis Saharatil Asyraar edisi Indonesia Sihir & Guna-Guna Serta Tata Cara Mengobatinya Menurut Al-Qur’an Dan Sunnah, Penulis Wahid bin Abdissalam Baali, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi’i]
__________
Foote Note
[1]. Kitab, al-Muwaththa’, (hal.628) (Kitab al-‘Uquul (43), bab Maa Jaa-a fil Ghiilati was Sihr (19) hal.871) – cet. ‘Abdulbaqi.
[2]. Demikian yang dikatakannya. Dan yang popular dari asy-Syafi’i bahwa dia tidak berpendapat untuk mengharuskan pembunuhan terhadap tukang sihir hanya karena sihirnya semata, tetapi dia dibunuh jika dengan sihirnya itu dia melakukan pembunuhan. Pendapat itu dinukil dari asy-syafi’i oleh Ibnul Mundzir dan lainya..
[3]. Tafsiir al- Qurthubi (II/48).
[4]. Dinukil dari Tafsiir al- Qurthubi (II/48).
[5]. Benar, diriwayatkan oleh al-Bukhori (VI/257 –Fat-hul Baari) tanpa menyebut kisah ketiga penyihir itu.


Sumber: https://almanhaj.or.id/2338-hukum-tukang-sihir-dalam-syariat-islam.html

Sunday, July 3, 2016

Cara Menghitung Zakat Maal

Saudaraku, Sudahkah kamu mengingatkan keluargamu untuk membayar zakat? Jika belum, bangunlah untuk menyelamatkan mereka dari adzab neraka. Selain zakat fitrah ada satu jenis lagi yaitu zakat maal. Dan harta yang dikeluarkan zakatnya itu tidak akan berkurang, melainkan akan terus bertambah dan bertambah.

“…DAN orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu disetrika (dibakar) dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka. (Lalu dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (at-Taubah: 34-35)

Dari Azzuhri, dari Khalid bin Aslam, ia berkata kami keluar bersama Abdullah bin Umar lalu ia berkata: "Ini (adalah) sebelum diturunkannya perintah zakat, lalu ketika perintah zakat diturunkan, Allah menjadikannya sebagai pembersih harta." (HR Bukhari)

Jika ada yang bertanya, bagaimana cara mnghitungnya?
Cara menghitungnya mudah. Jika saat ini sseorang punya harta yang jumlahnya melebihi nishob, entah nishob emas(91 3/7 gram emas 24 karat) atau nishob perak (595 gram perak 24 karat). Dan telah berlalu satu tahun (haul) ia menyimpannya. Maka wajib zakat 2,5%.
Contohnya jika saya hari ini tanggal 29 ramadhan 1437 H memiliki uang Rp 6.740.000. Berarti ini melebihi nishob perak, misalnya harga perak pergram = 11.000 maka 11.000 x 595= Rp 6.546.000 Walaupun belum mencapai nishob emas. Setelah berlalu satu tahun pada 29 ramadhan 1438 H, hartanya ternyata berjumlah 8.740.000. Maka zakatnya = 2,5% x 8.740.000 = Rp 218.500.

Jika ada yang bertanya, apakah ada zakat profesi setiap bulan?
Maka zakat profesi yang dikeluarkan setiap bulan tidak ada dalilnya. Tapi yang benar adalah hendaknya orang yang mendapat gaji merinci gaji yang diterimanya. Setelah ia mengeluarkan untuk kebutuhan pokoknya dan keluarga, keluarga yang perlu santunannya, sedekahnya. Dan pada akhir tahun (haul) jumlah yang tersisa melebihi nishob maka wajib dikeluarkan zakatnya. Jika tidak, maka tidak wajib zakat walaupun cuma sebutir rupiah.

Thursday, June 30, 2016

Cara Membayar Zakat Maal

CARA MENGHITUNG ZAKAT MAL

Oleh
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA

Segala puji hanya milik Allâh Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.

Harta benda beserta seluruh kenikmatan dunia diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka bersyukur kepada Allâh Ta’ala dan rajin beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu tatkala Nabi Ibrahim ‘Alaihissallam, meninggalkan putranya, Nabi Ismail ‘Alaihissallam di sekitar bangunan Ka’bah, beliau berdoa:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati. Ya Rabb kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. [Ibrâhîm/14:37]

Inilah hikmah diturunkannya rizki kepada umat manusia, sehingga bila mereka tidak bersyukur, maka seluruh harta tersebut akan berubah menjadi petaka dan siksa baginya.

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya, (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. [at-Taubah/9:34-35]

Ibnu Katsir rahimahullâh berkata: “Dinyatakan bahwa setiap orang yang mencintai sesuatu dan lebih mendahulukannya dibanding ketaatan kepada Allâh, niscaya ia akan disiksa dengannya. Dan dikarenakan orang-orang yang disebut pada ayat ini lebih suka untuk menimbun harta kekayaannya daripada mentaati keridhaan Allâh, maka mereka akan disiksa dengan harta kekayaannya. Sebagaimana halnya Abu Lahab, dengan dibantu oleh istrinya, ia tak henti-hentinya memusuhi Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka kelak pada hari kiamat, istrinya akan berbalik ikut serta menyiksa dirinya. Di leher istri Abu Lahab akan terikatkan tali dari sabut, dengannya ia mengumpulkan kayu-kayu bakar di neraka, lalu ia menimpakannya kepada Abu Lahab. Dengan cara ini, siksa Abu Lahab semakin terasa pedih, karena dilakukan oleh orang yang semasa hidupnya di dunia paling ia cintai. Demikianlah halnya para penimbun harta kekayaan. Harta kekayaan yang sangat ia cintai, kelak pada hari kiamat menjadi hal yang paling menyedihkannya. Di neraka Jahannam, harta kekayaannya itu akan dipanaskan, lalu digunakan untuk membakar dahi, perut, dan punggung mereka”.[1]

Ibnu Hajar al-Asqalâni berkata: “Dan hikmah dikembalikannya seluruh harta yang pernah ia miliki, padahal hak Allâh (zakat) yang wajib dikeluarkan hanyalah sebagiannya saja, ialah karena zakat yang harus dikeluarkan menyatu dengan seluruh harta dan tidak dapat dibedakan. Dan karena harta yang tidak dikeluarkan zakatnya adalah harta yang tidak suci”.[2]

Singkat kata, zakat adalah persyaratan dari Allâh Ta’ala kepada orang-orang yang menerima karunia berupa harta kekayaan agar harta kekayaan tersebut menjadi halal baginya.

NISHAB ZAKAT EMAS DAN PERAK
Emas dan perak adalah harta kekayaan utama umat manusia. Dengannya, harta benda lainnya dinilai. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan membahas nishab keduanya dan harta yang semakna dengannya, yaitu uang kertas.

عَنْ عَلِي رضياللّه عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى اللّه عليه وسلم قَالَ: إذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَادِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَاالْحَوْلُ فَفِيْهَاخَمْسَةُدَرَاهِمَ وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌيَعْنِي فِي الذَّهَبِ حَتَّى يَكُوْنَ لَكَ عِشْرُونَ دِيْنَارًافَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًاوَحَالَ عَلَيْهَا الْحَؤْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ (رواه أبو داود و صححه ا لألبانيْ

Dari Sahabat ‘Ali Radhiyallâhu ‘anhu, ia meriwayatkan dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Bila engkau memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikitpun – maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu”. [Riwayat Abu Dawud, al-Baihaqi, dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni]

عَنْ أَبِيْ سَعِيد يَقُوْلُ : قَالَ النَّبِيُِّ صلى اللّه عليه وسلم : لَيْسَ فِيْمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ (متفق عليه

Dari Sahabat Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallâhu ‘anhu, ia menuturkan: Rasûlullâh Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah ada kewajiban zakat pada uang perak yang kurang dari lima Uqiyah “.[Muttafaqun ‘alaih]

Dalam hadits riwayat Abu Bakar Radhiyallâhu ‘anhu dinyatakan:

وَفِيْ الرِّقَّةِ رُبْعُ الْعُشْر (رواه البخاري

Dan pada perak, diwajibkan zakat sebesar seperdua puluh (2,5 %). [Riwayat al-Bukhâri]

Hadits-hadits di atas adalah sebagian dalil tentang penentuan nishab zakat emas dan perak, dan darinya, kita dapat menyimpulkan beberapa hal:

1. Nishab adalah batas minimal dari harta zakat. Bila seseorang telah memiliki harta sebesar itu, maka ia wajib untuk mengeluarkan zakat. Dengan demikian, batasan nishab hanya diperlukan oleh orang yang hartanya sedikit, untuk mengetahui apakah dirinya telah berkewajiban membayar zakat atau belum. Adapun orang yang memiliki emas dan perak dalam jumlah besar, maka ia tidak lagi perlu untuk mengetahui batasan nishab, karena sudah dapat dipastikan bahwa ia telah berkewajiban membayar zakat. Oleh karena itu, pada hadits riwayat Ali Radhiyallâhu ‘anhu di atas, Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam menyatakan: “Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu”.

2. Nishab emas, adalah 20 (dua puluh) dinar, atau seberat 91 3/7 gram emas [3]

3. Nishab perak, yaitu sebanyak 5 (lima) ‘uqiyah, atau seberat 595 gram.[4]

4. Kadar zakat yang harus dikeluarkan dari emas dan perak bila telah mencapai nishab adalah atau 2,5%.

5. Perlu diingat, bahwa yang dijadikan batasan nishab emas dan perak tersebut, ialah emas dan perak murni (24 karat).[5] Dengan demikian, bila seseorang memiliki emas yang tidak murni, misalnya emas 18 karat, maka nishabnya harus disesuaikan dengan nishab emas yang murni (24 karat), yaitu dengan cara membandingkan harga jualnya, atau dengan bertanya kepada toko emas, atau ahli emas, tentang kadar emas yang ia miliki. Bila kadar emas yang ia miliki telah mencapai nishab, maka ia wajib membayar zakatnya, dan bila belum, maka ia belum berkewajiban untuk membayar zakat.

Orang yang hendak membayar zakat emas atau perak yang ia miliki, dibolehkan untuk memilih satu dari dua cara berikut.

Cara Pertama : Membeli emas atau perak sebesar zakat yang harus ia bayarkan, lalu memberikannya langsung kepada yang berhak menerimanya.

Cara Kedua : Ia membayarnya dengan uang kertas yang berlaku di negerinya sejumlah harga zakat (emas atau perak) yang harus ia bayarkan pada saat itu.

Sebagai contoh, bila seseorang memiliki emas seberat 100 gram dan telah berlalu satu haul, maka ia boleh mengeluarkan zakatnya dalam bentuk perhiasan emas seberat 2,5 gram. Sebagaimana ia juga dibenarkan untuk mengeluarkan uang seharga emas 2,5 gram tersebut. Bila harga emas di pasaran Rp. 200.000, maka, ia berkewajiban untuk membayarkan uang sejumlah Rp. 500.000,- kepada yang berhak menerima zakat.

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-’Utsaimin rahimahullâh berkata: “Aku berpendapat, bahwa tidak mengapa bagi seseorang membayarkan zakat emas dan perak dalam bentuk uang seharga zakatnya. Ia tidak harus mengeluarkannya dalam bentuk emas. Yang demikian itu, lebih bermanfaat bagi para penerima zakat. Biasanya, orang fakir, bila engkau beri pilihan antara menerima dalam bentuk kalung emas atau menerimanya dalam bentuk uang, mereka lebih memilih uang, karena itu lebih berguna baginya.[6]

Catatan Penting Pertama.
Perlu diingat, bahwa harga emas dan perak di pasaran setiap saat mengalami perubahan, sehingga bisa saja ketika membeli, tiap 1 gram seharga Rp 100.000,- dan ketika berlalu satu tahun, harga emas telah berubah menjadi Rp. 200.000,- Atau sebaliknya, pada saat beli, 1 gram emas harganya sebesar Rp. 200.000,- sedangkan ketika jatuh tempo bayar zakat, harganya turun menjadi Rp. 100.000,-

Pada kejadian semacam ini, yang menjadi pedoman dalam pembayaran zakat adalah harga pada saat membayar zakat, bukan harga pada saat membeli.[7]

NISHAB ZAKAT UANG KERTAS
Pada zaman dahulu, umat manusia menggunakan berbagai cara untuk bertransaksi dan bertukar barang, agar dapat memenuhi kebutuhannya. Pada awalnya, kebanyakan menggunakan cara barter, yaitu tukar-menukar barang. Akan tetapi, tatkala manusia menyadari bahwa cara ini kurang praktis – terlebih bila membutuhkan dalam jumlah besar maka manusia berupaya mencari alternatif lain. Hingga akhirnya, manusia mendapatkan bahwa emas dan perak sebagai barang berharga yang dapat dijadikan sebagai alat transaksi antar manusia, dan sebagai alat untuk mengukur nilai suatu barang.

Dalam perjalanannya, manusia kembali merasakan adanya berbagai kendala dengan uang emas dan perak, sehingga kembali berpikir untuk mencari barang lain yang dapat menggantikan peranan uang emas dan perak itu. Hingga pada akhirnya ditemukanlah uang kertas. Dari sini, mulailah uang kertas tersebut digunakan sebagai alat transaksi dan pengukur nilai barang, menggantikan uang dinar dan dirham.

Berdasarkan hal ini, maka para ulama menyatakan bahwa uang kertas yang diberlakukan oleh suatu negara memiliki peranan dan hukum, seperti halnya yang dimiliki uang dinar dan dirham. Dengan demikian, berlakulah padanya hukum-hukum riba dan zakat [8]

Bila demikian halnya, maka bila seseorang memiliki uang kertas yang mencapai harga nishab emas atau perak, ia wajib mengeluarkan zakatnya, yaitu 2,5% dari total uang yang ia miliki. Dan untuk lebih jelasnya, maka saya akan mencoba mejelaskan hal ini dengan contoh berikut.

Misalnya satu gram emas 24 karat di pasaran dijual seharga Rp.200.000,- sedangkan 1 gram perak murni dijual seharga Rp. 25.000,- Dengan demikian, nishab zakat emas adalah 91 3/7 x Rp. 200.000 = Rp. 18.285.715,- sedangkan nishab perak adalah 595 x Rp 25.000 = Rp. 14.875.000,-.

Apabila pak Ahmad (misalnya), pada tanggal 1 Jumadits-Tsani 1428 H memiliki uang sebesar Rp. 50.000.000,- lalu uang tersebut ia tabung dan selama satu tahun (sekarang tahun 1429H) uang tersebut tidak pernah berkurang dari batas minimal nishab di atas, maka pada saat ini pak Ahmad telah berkewajiban membayar zakat malnya. Total zakat mal yang harus ia bayarkan ialah:

Rp. 50.000.000 x 2,5 % (atau Rp. 50.000.000/40) = = Rp 1.250.000,-

Pada kasus pak Ahmad di atas, batasan nishab emas ataupun perak, sama sekali tidak diperhatikan, karena uang beliau jelas-jelas melebihi nishab keduanya.

Akan tetapi, bila uang pak Ahmad berjumlah Rp. 16.000.000,- maka pada saat inilah kita mempertimbangkan batas nishab emas dan perak. Pada kasus kedua ini, uang pak Ahmad telah mencapai nishab perak, yaitu Rp. 14.875.000,- akan tetapi belum mancapai nishab emas yaitu Rp 18.285.715.

Pada kasus semacam ini, para ulama menyatakan bahwa pak Ahmad wajib menggunakan nishab perak, dan tidak boleh menggunakan nishab emas. Dengan demikian, pak Ahmad berkewajiban membayar zakat mal sebesar :

Rp. 16.000.000 x 2,5 % (16.000.000/40)= Rp. 400.000,-

Komisi Tetap Untuk Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dibawah kepemimpinan Syaikh ‘Abdul-’Aziz bin Bâz rahimahullâh pada keputusannya no. 1881 menyatakan: “Bila uang kertas yang dimiliki seseorang telah mencapai batas nishab salah satu dari keduanya (emas atau perak), dan belum mencapai batas nishab yang lainnya, maka penghitungan zakatnya wajib didasarkan kepada nishab yang telah dicapai tersebut”.[9]

Catatan Penting Kedua.
Dari pemaparan singkat tentang nishab zakat uang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nishab dan berbagai ketentuan tentang zakat uang adalah mengikuti nishab dan ketentuan salah satu dari emas atau perak. Oleh karena itu, para ulama menyatakan bahwa nishab emas atau nishab perak dapat disempurnakan dengan uang atau sebaliknya[10]

Berdasarkan pemaparan di atas, bila seseorang memiliki emas seberat 50 gram seharga Rp. 10.000.000, dan ia juga memiliki uang tunai sebesar Rp. 13.000.000, sedangkan harga 1 gram emas adalah Rp. 200.000,- maka ia berkewajiban membayar zakat 2,5 %. Walaupun masing-masing dari emas dan uang tunai yang ia miliki belum mencapai nishab, akan tetapi ketika keduanya digabungkan, jumlahnya mencapai nishab. Dengan demikian orang tersebut berkewajiban membayar zakat sebesar Rp. 575.000,- dengan perhitungan sebagai berikut:

Rp 10.000.000,- + Rp. 13.000.000, x 2,5 % (23.000.000/40)= Rp. 575.000,-

ZAKAT PROFESI
Pada zaman sekarang ini, sebagian orang mengadakan zakat baru yang disebut dengan zakat profesi, yaitu bila seorang pegawai negeri atau perusahaan yang memiliki gaji besar, maka ia diwajibkan untuk mengeluarkan 2,5 % dari gaji atau penghasilannya. Orang-orang yang menyerukan zakat jenis ini beralasan, bila seorang petani yang dengan susah payah bercocok tanam harus mengeluarkan zakat, maka seorang pegawai yang kerjanya lebih ringan dan hasilnya lebih besar dari hasil panen petani, tentunya lebih layak untuk dikenai kewajiban zakat. Berdasarkan qiyas ini, para penyeru zakat profesi mewajibkan seorang pegawai untuk mengeluarkan 2,5 % dari gajinya dengan sebutan zakat profesi.

Bila pendapat ini dikaji dengan seksama, maka kita akan mendapatkan banyak kejanggalan dan penyelewengan. Berikut secara sekilas bukti kejanggalan dan penyelewengan tersebut:

1. Zakat hasil pertanian adalah 1/10 (seper-sepuluh) hasil panen bila pengairannya tanpa memerlukan biaya, dan 1/20 (seper-duapuluh) bila pengairannya membutuhkan biaya. Adapun zakat profesi, maka zakatnya adalah 2,5 % sehingga Qiyas semacam ini merupakan Qiyas yang sangat aneh (ganjil) dan menyeleweng.

2. Gaji diwujudkan dalam bentuk uang, maka gaji lebih tepat bila dihukumi dengan hukum zakat emas dan perak, karena sama-sama sebagai alat jual beli dan standar nilai barang.

3. Gaji bukanlah hal baru dalam kehidupan manusia secara umum dan umat Islam secara khusus. Keduanya telah ada sejak zaman dahulu kala. Berikut beberapa bukti yang menunjukkan hal itu

Sahabat ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallâhu ‘anhu pernah menjalankan suatu tugas dari Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Lalu ia pun diberi upah oleh Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Pada awalnya, Sahabat ‘Umar Radhiyallâhu ‘anhu menolak upah tersebut, akan tetapi Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Bila engkau diberi sesuatu tanpa engkau minta, maka makan (ambil) dan sedekahkanlah”. [Riwayat Muslim]

Seusai Sahabat Abu Bakar Radhiyallâhu’ anhu dibai’at untuk menjabat khilafah, beliau berangkat ke pasar untuk berdagang sebagaimana kebiasaan beliau sebelumnya. Di tengah jalan beliau berjumpa dengan ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallâhu ‘anhu, maka ‘Umar pun bertanya kepadanya: “Hendak kemanakah engkau?”
Abu Bakar menjawab: “Ke pasar”. ‘
Umar kembali bertanya: “Walaupun engkau telah mengemban tugas yang menyibukanmu?”
Abu Bakar menjawab: “Subhanallah, tugas ini akan menyibukkan diriku dari menafkahi keluargaku?”
Umar pun menjawab: “Kita akan memberimu secukupmu”.[Riwayat Ibnu Sa’ad dan al-Baihaqi]

Imam al-Bukhâri juga meriwayatkan pengakuan Sahabat Abu Bakar Radhiyallâhu ‘anhu tentang hal ini.

لَقَدْ عَلِمَ قَوْمِي أَنَّ حِرْفَتِي لم تَكُنْ تَعْجِزُعَنْ مَؤُوْنَةِ أَهْلِي وَشُغِلْتُ بِأَمْرِ الْمُسلِمِيْنَ فَسَيَأكُلُ آلُ أَبِيْ بَكْرٍ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَيَحتَرِفُ لِلْمُسْلِمِيْنَ فِيه

Sungguh, kaumku telah mengetahui bahwa pekerjaanku dapat mencukupi ebutuhan keluargaku. Sedangkan sekarang aku disibukkan oleh urusan kaum muslimin, maka sekarang keluarga Abu Bakar akan makan sebagian dari harta ini (harta baitul-mâl), sedangkan ia akan bertugas mengatur urusan mereka. [Riwayat Bukhâri]

Riwayat-riwayat ini semua membuktikan, bahwa gaji dalam kehidupan umat Islam bukan sesuatu yang baru, akan tetapi, selama 14 abad lamanya tidak pernah ada satu pun ulama yang memfatwakan adanya zakat profesi atau gaji. Ini membuktikan bahwa zakat profesi tidak ada. Yang ada hanyalah zakat mal, yang harus memenuhi dua syarat, yaitu hartanya mencapai nishab dan telah berlalu satu haul (1 tahun).

Oleh karena itu, ulama ahlul-ijtihad yang ada pada zaman kita mengingkari pendapat ini. Salah satunya ialah Syaikh Bin Bâz rahimahullâh, beliau berkata: “Zakat gaji yang berupa uang, perlu diperinci, bila gaji telah ia terima, lalu berlalu satu tahun dan telah mencapai satu nishab, maka wajib dizakati. Adapun bila gajinya kurang dari satu nishab, atau belum berlalu satu tahun, bahkan ia belanjakan sebelumnya, maka tidak wajib dizakati”[11]

Fatwa serupa juga telah diedarkan oleh Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, dan berikut ini fatwanya: “Sebagaimana telah diketahui bersama, bahwa di antara harta yang wajib dizakati adalah emas dan perak (mata uang). Dan di antara syarat wajibnya zakat pada emas dan perak (uang) adalah berlalunya satu tahun sejak kepemilikan uang tersebut. Mengingat hal itu, maka zakat diwajibkan pada gaji pegawai yang berhasil ditabungkan dan telah mencapai satu nishab, baik gaji itu sendiri telah mencapai satu nishab atau dengan digabungkan dengan uangnya yang lain dan telah berlalu satu tahun. Tidak dibenarkan untuk menyamakan gaji dengan hasil bumi, karena persyaratan haul (berlalu satu tahun sejak kepemilikan uang) telah ditetapkan dalam dalil, sehingga tidak boleh ada Qiyas. Berdasarkan itu semua, maka zakat tidak wajib pada tabungan gaji pegawai hingga telah berlalu satu tahun (haul)”.[12]

Sebagai penutup tulisan singkat ini, saya mengajak pembaca untuk senantiasa merenungkan janji Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam berikut:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ منْ مَالٍ (رواه مسلم

Tidaklah shadaqah itu akan mengurangi harta kekayaan.[HR. Muslim]

Semoga pemaparan singkat di atas dapat membantu pembaca memahami metode penghitungan zakat maal yang benar menurut syari’at Islam. Wallahu Ta’ala A’lam bish-Shawâb.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XII/1429/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3148-cara-menghitung-zakat-mal.html

Friday, May 13, 2016

Cara Menyembuhkan Kutil dengan Kulit Pisang

Assalamualaikum wr wb. Semoga bermanfaat apa yang saya bagikan dari pengalaman. Ada beberapa orang yang menderita penyakit kutil
Jika sudah dalam waktu yang cukup lama kamu bersabar, maka harapkanlah pahala dari Allah.
Berikut ini saya nasehatkan tipsnya:
  • Bersabarlah yaa kaum mukmin! Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan ada pula Dia turunkan obatnya. Sesungguhnya setiap musibah yang Allah turunkan pasti ada hikmah dan kebaikan di dalamnya, mudah mudahan kita termasuk orang yang mendapat kebaikan.
  • Mintalah kesembuhan hanya padaNya! Jika kamu tidak sabar dan langsung mendatangi dokter untuk menyembuhkan penyakitmu, apakah dokter bisa menyembuhkanmu dari dosa-dosa?
  • Cobalah ambil kulit pisang, jenis apa saja. Kulit pisang mengandung asam salisilat.    

  • Bacalah doa: Wahai Allah pemelihara manusia, penghilang segala kesusahan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dariMu. Maka sembuhkanlah yang menyembuhkan tanpa meninggalkan penyakit.
    Lalu oleskan kulit pisang ke bagian kulit yang terkena kutil. Lakukan pagi dan menjelang tidur, selama beberapa hari. Maka insyaAllah, kutil akan mengering dan hancur sedikit demi sedikit.
  • Kamu sudah berdoa dan berusaha semampumu, maka berserah dirilah kamu kepadaNya. Karena Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.