Friday, December 11, 2015

Batas Maksimal Shalat Dhuha

Batas Waktu Shalat dhuha

Telah terjadi perbedaan dikalangan fuqaha didalam batasan shalat dhuha secara umum. Jumhur ulama berpendapat bahwa waktu shalat dhuha dimulai dari ketika matahari mulai meninggi hingga sedikit sebelum tergelincir selama belum masuk waktu yang dilarang.
Imam Nawawi didalam “ar Raudhah” mengatakan, “Para sahabat kami (madzhab Syafi’i) berpendapat, waktu shalat dhuha berawal dari terbit matahari dan dianjurkan agar mengakhirkannya hingga ia meninggi.”

Hal itu ditunjukkan oleh riwayat Imam Ahmad dari Abu Murrah ath Thoifi berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kalian lemah dari melaksanakan empat rakaat dari permulaan siangmu yang akan mencukupkanmu di akhir siangnya.”

Namun al Adzra’i berpendapat bahwa apa yang dinukil itu dari para sahabatnya (madzhab Syafi’i) itu tedapat catatan, yang terkenal dari pendapat pertama mereka “yaitu pendapat jumhur” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 9730)

Dengan demikian waktu shalat dhuha dimulai kira-kira sejak maahari mulai naik kira-kira sepenggalah hingga sedikit sebelum masuknya waktu zhuhur atau sekitar 15 menit setelah waktu syuruq hingga 15 menit sebelum masuk waktu zhuhur.

Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Adapun tentang rakaatnya maka tidak ada perbedaan dikalangan fuqaha yang mengatakan sunnahnya shalat dhuha berpendapat bahwa paling sedikit rakaat shalat dhuha adalah dua rakaat.

Diriwayatkan dari Abu Dzarr bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap pagi dari persendian masing-masing kalian ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir sedekah, setiap amar ma’ruf nahi munkar sedekah, dan semuanya itu tercukupi dengan dua rakaat dhuha.”

Namun terjadi perbedaan dikalangan mereka tentang maksimal rakaatnya :

Para ulama Maliki dan Hambali berpendapat bahwa maksimal rakaat shalat dhuha adalah delapan rakaat berdasarkan riwayat Ummu Hani’ bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memasuki rumahnya pada saat penaklukan Makkah, kemudian Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam shalat delapan raka’at” seraya menjelaskan, “Aku belum pernah sekalipun melihat Beliau melaksanakan shalat yang lebih ringan dari pada saat itu, namun Beliau tetap menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.”

Para ulama Maliki ini juga menegaskan makruh melebihkan dari delapan rakaat jika seseorang meniatkan shalat dhuha bukan niat sunnah mutlak. Mereka juga menyebutkan bahwa yang paling moderat dari shalat dhuha adalah enam rakaat.

Sedangkan para ulama Hanafi dan Syafi’i —pendapat yang marjuh— serta Ahmad —dalam satu riwayat darinya— bahwa maksimal dari shalat dhuhah adalah dua belas rakaat, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh at Tirmidzi dan an Nasa’I dengan sanadnya yang didalamnya terdapat kelemahan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Barangsiapa yang melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua belas rakaat maka Allah (akan) membangunkan baginya istana dari emas di surga.” Ibnu Abidin menukil dari “Syarh al Maniyah” dan menegaskan bahwa hadits lemah bisa diamalkan didalam perkara-perkara keutamaan.

Al Hashkafi dari kalangan Hanafi menukil dari ‘adz Dzakha’ir al Asyraqiyah” menyebutkan bahwa yang moderat adalah delapan rakaat dan inilah yang paling utama, berdasarkan perbuatan dan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedangkan tentang maksimalnya hanyalah melalui perkataaan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam saja.

Adapun dikalangan para ulama Syafi’i telah terjadi perbedaan didalam berbagai ungkapan mereka tentang maksimal rakaat shalat dhuha. Imam Nawawi didalam “al Minhaj” menyebutkan bahwa maksimalnya adalah dua belas rakaat sementara dia menyalahinya didalam kitab “Syarh al Muhadzab”, dia menyebutkan dari kebanyakan ulama bahwa maksimal adalah delapan rakaat. Beliau menyebutkan juga didalam “Raudhah ath Thalibin” bahwa yang paling utama adalah delapan rakaat sedangkan maksimalnya adalah dua belas rakaat dengan mengucapkan salam di setiap dua rakaat.” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 9730 – 9731)

Doa Khusus Pada Shalat Dhuha

Tidak ada doa-doa khusus pada shala dhuha.

Shalat Isyraq

Para ulama menyamakan antara shalat isyraq dengan shalat dhuha. Meksipun ada yang sedikit membedakan diantara keduanya yaitu jika shalat itu dikerjakan diawal waktu yaitu ketika matahari mulai terangkat kira-kira sepenggalah maka ia disebut shalat isyraq sedangkan jika dikerjakan di tengah-tengah atau akhir waktu maka ia disebut shalat dhuha.

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo,Lc




sumber : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/sifat-shalat-dhuha-sesuai-sunah.htm

Cara Shalat Witir Tiga Rakaat

Cara Shalat Witir 3 Rakaat

Ada tiga cara melakukannya yang dikemukakan oleh para ulama madzhab, namun dua cara yang kami anggap lebih kuat.

1- Mengerjakan tiga rakaat dengan pola 2 – 1 (dua raka’at salam, lalu satu raka’at salam)

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِى الْحُجْرَةِ وَأَنَا فِى الْبَيْتِ فَيَفْصِلُ بَيْنَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ بِتَسْلِيمٍ يُسْمِعُنَاهُ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memisah antara raka’at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad 6: 83. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Nafi’, ia berkata mengenai shalat witir dari Ibnu ‘Umar,

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يُسَلِّمُ بَيْنَ الرَّكْعَةِ وَالرَّكْعَتَيْنِ فِى الْوِتْرِ ، حَتَّى يَأْمُرَ بِبَعْضِ حَاجَتِهِ

“Ibnu ‘Umar biasa mengucapkan salam ketika satu rakaat dan dua rakaat saat witir sampai ia memerintah untuk sebagian hajatnya.” (HR. Bukhari no. 991).

2- Mengerjakan tiga raka’at sekaligus lalu salam.

Dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلاَثٍ فَلْيَفْعَلْ

“Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28)

Kalau ingin melakukan tiga raka’at langsung tidak boleh diserupakan dengan shalat Maghrib.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا توتروا بثلاث أوتروا بخمس أو بسبع ولا تشبهوا بصلاة المغرب

“Janganlah lakukan shalat witir yang tiga rakaat seperti shalat Maghrib. Namun berwitirlah dengan lima atau tujuh rakaat” (HR. Ibnu Hibban no. 2429, Al Hakim dalam Mustadroknya no. 1138 dan Al Baihaqi dalam Sunan Kubro no. 4593. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim). Artinya, kalau caranya seperti shalat Maghrib berarti yang tiga rakaat memakai tasyahud awal di dalamnya. Itu yang tidak dibolehkan pada tiga rakaat.

Dalam Syarhul Mumthi’ (4: 79), Syaikh Muhammad Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa syari’at ingin agar ibadah sunnah tidak disamakan dengan ibadah wajib.”

Kedua cara di atas boleh dilakukan.

Sumber: https://rumaysho.com/8088-shalat-witir-tiga-rakaat-bagaimana-melakukannya.html

Bolehkah Shalat Qobliyah Sebelum Adzan?


Apakah boleh Shalat Qabliyah Sebelum Adzan?



Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan:

Shalat rawatib qabliyah dimulai sejak masuk waktu shalat wajib. Karena shalat ini mengiringi shalat wajib. Jika adzan dikumandangkan bertepatan dengan awal waktu shalat, yang lebih baik untuk Anda lakukan adalah menjawab adzan kemudian shalat rawatib, sehingga Anda mendapatkan dua keutamaan. Namun jika adzan agak telat, tidak dilakukan di awal waktu shalat, maka tidak masalah untuk melaksanakan shalat rawatib, meskipun sebelum adzan.

Pelaksanaan shalat rawatib qabliyah shalat wajib, terikat dengan masuknya waktu shalat. Contohnya shalat fajar. Adzan kedua, itulah yang umumnya dilakukan setelah masuk waktu shalat (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 111695).


Sumber: https://konsultasisyariah.com/16535-bolehkah-shalat-qabliyah-sebelum-adzan.html

Thursday, September 24, 2015

Cara menyembelih Kambing



Berikut ini cara menyembelih dan memotong kambing

1.       Niatkan berqurban karena Allah
2.       Siapkan pisau tajam sepanjang 25 cm kurang lebih, dan lubang darah di tanah.
3.       Membaca bismillah
4.       Membaringkan kurban (di atas tangga lebih mudah, dengan kemiringan 200). Tubuh kurban miring, kepala menghadap kiblat.
5.       Ikat mulut pada anak tangga sehingga mulut tidak bisa bergerak. Ikat leher yang dekat dada pada anak tangga lain. Bisa juga ikat kaki pada tangga agar tidak meronta dan lepas.
6.       Suruh dua orang memegangi empat kaki kambing.
7.       Sembelih dengan pisau yang tajam sampai pisau menyentuh tulang leher. Memegang pisau sambil memegang daun pisang agar darah tidak kemana-mana dan mengalir ke lubang darah.
8.       Biarkan dulu pisau berada di leher kambing (pisau tetap dipegang) sampai darah mengalir semua.
9.       Setelah kambing benar-benar mati, penggal kepalanya.
10.   Keluarkan sisa makanan dari kerongkongan. Lalu ikat pipa tenggorongan dan kerongkongan (bisa dengan bambu, juga ikat leher dengan kuat agar nanti ketika dipompa angin tidak keluar.
11.   Buat sedikit lubang tempat memasukkan pompa sepeda sedikit di atas lutut kaki kiri belakang. Lalu pompa sampai badan kambing menggelembung besar.
12.   Sedikit di atas tempat lubang pompa tadi, ikat dengan bambung kaki kambing agar angin tidak keluar.
13.   Bersihkan semua rambut dengan cutter sampai semuanya hilang kecuali rambut di bawah lutut-lutut. Bulu di sekitar leher dan ekor dibakar (bisa menggunakan daun pisang/kelapa kering yang disatukan), dan dikerik juga.
14.   Lalu badan kambing diguyur dengan air selang sambil disikat.
15.   Ikat dengan tali pada lutut kaki kiri depan lalu digantung, sehingga posisi kepala ada di atas.
16.   Lalu di tengah dada (antar kedua kaki depan) dibelah ke bawah pakai pisau.
17.   Keluarkan lambung, usus, hati. Kalau agak sulit, tarik paksa saja sambil dibantu pisau.
18.   Lepas ikatan yang ada di pipa tenggorokan dan kerongkongan.
19.   Tarik kuat-kuat paru-paru dan keluarkan.
20.   Lalu ujung belahan yang ada di tengah dada diteruskan sampai ke leher, lalu kuliti kambing.
21.   Penggal lutut-lutut kambing dan buang karena ini tidak berdaging.
22.   Penggal paha. Ambil semua daging yang masih melekat dengan pisau.
23.   Lalu dirajang kecil-kecil untuk dimakan dan dinafkahkan di jalan Allah.

Thursday, August 27, 2015

Obat Infeksi saluran kemih

Cara menyembuhkan Infeksi Saluran Kemih

Assalamualaikum saudaraku jika kamu seorang muslim. Sebelumnya perlu saya tekankan di sini, bahwa tidak ada suatu penyakit kecuali dengan izinNya. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dariNya. Jika anda terkena penyakit infeksi saluran kencing, berikut tips dari saya:

1. Berdoa pada Allah. Ketahuilah, bahwa setiap penyakit pasti Dia sediakan pula obatnya. Berdoalah padaNya, niscaya Dia mengabulkannya. Berdoalah padanya sehingga engkau bukan termasuk orang yang berputus asa, tapi jangan engkau kehilangan rasa takut terhadapNya.
2. Berusaha dengan mengkonsumsi cuka sebagai lauk, dan nanas, cranberry, bluberry sebagai buah. Yang mana saja buah yang paling mudah didapat.
Cuka memiliki manfaat yang besar. Karena nabi juga mengkonsumsinya. Ia akan membersihkan perut dan saluran kemih serta membunuh kuman-kumannya, insyaAllah. Sedangkan buah nanas ia memiliki zat tertentu yang dapat membantu penyembuhan penyakit infeksi saluran kemih, dan ia juga memiliki serat yang bagus untuk mengatasi sembelit insyaAllah.

Saudaraku, bersabarlah atas apa yang menimpamu karena itu penting. Berdoalah padaNya dan harapkanlah pahala atas musibah yang menimpamu. InsyaAllah tips saya di atas bermanfaat. Aamiin.

Friday, August 14, 2015

Maut

Hakikat maut

Alangkah rugi, ada orang yang jaraknya dengan kematiannya tinggal sejengkal,
tetapi ia semakin sibuk mengumpulkan harta, sehingga meninggalkan sholat,
dan tidak mau mengeluarkan zakatnya, sehingga ia dicabut nyawanya dalam keadaan tercela.
Dan ia masuk dalam neraka yang sangat pedih.
Pada hakikatnya, setiap manusia hanya sedang berjalan menuju mautnya.
Seharusnya semakin sibuk beriman dan berbuat kebaikan untuk bekal di akhirat.
Tapi kebanyakan manusia tidak menyadari.

Allah berfirman,



وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْ  
"Demi masa.
Sungguh, masusia berada dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran." (QS Al-Ashr)

Monday, July 13, 2015

Bahaya Banyak Bicara

Bahaya banyak bicara

Semakin banyak seseorang berbicara, maka ia akan semakin lepas kendali atas lidahnya, dan akan semakin banyak menyinggung dan menyakiti.

Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu , ia berkata: 'Wahai Rasulullâh! Jelaskan kepadaku amal perbuatan yang memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka?' Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, namun itu mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla di dalamnya, yaitu: engkau beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, melaksanakan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.” Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah engkau aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam.” Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah Azza wa Jalla:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Maka, tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS As-Sajdah:16-17).

Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah engkau aku jelaskan tentang pokok segala perkara, tiang-tiang, dan puncaknya?” Aku berkata: 'Mau, wahai Rasulullâh.' Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah engkau aku jelaskan mengenai hal yang menjaga itu semua?” Aku menjawab: 'Mau, wahai Rasulullâh.' Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang lidahnya kemudian bersabda, “Jagalah ini (lidah).” Aku berkata: 'Wahai Nabiyullâh, apakah kita akan disiksa karena apa yang kita katakan?' Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla menyayangi ibumu, wahai Mu’adz! Bukankah manusia terjungkir di neraka di atas wajah mereka -atau beliau bersabda: di atas hidung mereka- melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR Tirmidzi. Beliau mengatakan, “Hadits ini hasan shahîh")

Thursday, June 18, 2015

Surga

Saudaraku orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah menyediakan surga bagi orang yang dikehendakiNya. Yaitu orang-orang yang beriman, lalu berbuat kebaikan.
Sungguh, surga tidak akan pernah bisa dibayangkan keindahannya, tidak pernah kita lihat sebelumnya, tidak pernah dicapai oleh akal kemuliannya, mereka kekal di dalamnya.
Dia tidak memberikan balasan yang sama untuk orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dengan orang kafir dan berbuat jahat.
Sungguh, bila kematian mendatangi seseorang maka habislah masa pencarian bekalnya. Yang menemaninya hanya amal perbuatannya.

Allah berfirman:

هَٰذَا ذِكْرٌ ۚ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍ
جَنَّاتِ عَدْنٍ مُّفَتَّحَةً لَّهُمُ الْأَبْوَابُ
مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ
وَعِندَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ
هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ
إِنَّ هَٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِن نَّفَادٍ

"Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,
(yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,
di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.
Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.
Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya." (QS Shad: 49-54)

Friday, May 22, 2015

Sedih

Aku sangat bersedih ya Allah
Padahal aku trcipta dari tanah
Dan segera kembali ke tanah
Tapi mengapa aku sering lalai mengingatMu?
Hati ini sangat sedih ya Tuhanku
Padahal aku tidak tahu dimana tempatku nanti
Surga atau neraka
Tapi masih juga aku sering brbangga?
Padahal aku tak tahu kapan waktu aku kembali
Kembali untuk menghadapmu
Tapi mengapa aku terlalu sibuk dengan dunia?
Padahal nerakamu begitu pedih ya Allah
Dan betapa banyak manusia yg ingkar padaMu
Shingga ia kekal dalam adzab
Tapi mengapa aku masih banyak tertawa?
Ya Allah, saat ini hatiku sangat sedih,
Hal ini juga dialami para saudaraku yang benar-benar takut padaMu

Aku bertawakal pada taqdirMu,
Kami hanyalah hamba yang berlumuran dosa,
Ampunilah kasihanilah kami..
KeputusanMu adil terhadap kami
Anugerahkan surga pada kami di akhirat
Dan jangan biarkan neraka menyentuh kami walau sedikit
Aamiin


By: Rokhland Rizal Muhammadi

Alhamdulillah, kabar yang sangat menggembirakan dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya.

Allah berfirman:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa.
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung." (QS Yunus: 62-64)


وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ
"Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan pengormatan mereka dalam (surga) itu ialah 'salaam'." (QS Ibrahim: 23)

Friday, May 15, 2015

Puisi 7: Usia

Semakin berkurang jatah usiaku,
Banyak diantara temanku yang sudah menikah,
Masing-masing kita akan menempuh jalan yang berbeda-beda,
Pesanku untukmu wahai makhluk Allah,
Ingatlah,
Dunia bukanlah tempatmu,
Tempat yang ditakdirkan untukmu tidak ada di sana,
Dunia hanyalah tempat sementara dan mengumpulkan bekal.
Allah akan memenuhi surga dan neraka,
Masing-masing penuh dengan manusia dan jin.
Itulah kehidupan akhirat yang kekal.

By : Rokhland Rizal Muhammadi

Puisi 6: Sabar

Assalamualaikum
Wahai jiwa-jiwa yang tenang,
Yang merindukan pertemuan denganNya,
Yang sedang tertimpa musibah,
Yang sedang menangis mengadukan masalahnya pada Tuhannya,
Tidaklah musibah itu menimpa dirimu melainkan dengan IzinNya,
Wahai jiwa yang mulia,
Rasakanlah, bersabarlah, ini adalah sunnatulloh
Agar kita menangis padaNya,
mengingat dosa-dosa kita,
meminta pertolongan padaNya,
Mustahil engkau mendekat padaNya jika engkau tidak bersedih.
Wahai jiwa yang tenang,
Hadapilah dengan sabar dengan mengharap ridhoNya.
Semoga engkau bisa bersabar,
Hingga engkau menemui hari perjumpaan denganNya,
Dalam keadaan yang diridhoiNya, wahai saudara yang kucintai.

By : Rokhland Rizal Muhammadi

Puisi 5: Maut

Wahai maut! Yang malaikat maut diutus Allah mencabut nyawa makhlukNya,
Engkaulah yang memisahkan antara ibu dan anaknya
Engkaulah yang memisahkan suami dan istri
Engkaulah yang mecabut jiwa beriman bertaqwa dengan lembut
Engkaulah yang mencabut jiwa kafir lagi durhaka dengan keras
Tak mengenal dimana ia berada, hanya perintah Allah yang kau taati
Namun engkau diutus agar menjadi pelajaran bagi manusia
Bahwa setelah maut,setiap insan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya
Pada hakekatnya, setiap jiwa hanya sedang berjalan menuju mautnya
Sungguh sangat mengherankan!
Ada yang usianya semakin renta, malah membuat ia semakin cinta harta
Semakin banyak dikumpulkannya harta, satu gunung, dua gunung emas
Ketika engkau datang padanya, tak berguna semua yang dikumpulkannya,
Hanya iman dan amal perbuatan yang dia bawa, baik ataupun buruk
Wahai jiwa-jiwa yang merindukan Allah, wahai jiwa yang tenang!
Yang rindu menghadap padaNya dalam keadaan baik
Taatilah perintah dan jauhi apa yang dilarangNya!
Sungguh, jangan sampai pekerjaanmu membuatmu lalai dan durhaka.
Ketika mau datang padamu, kau hanya merasa hidup dunia hanya pagi hari saja.

By : Rokhland Rizal Muhammadi

Friday, April 17, 2015

Duhai Syuhada Palestina

Duhai saudara terbaik kami,
Para pejuang palestina,
Selamat atasmu yang telah mendapat mati syahid,
Engkau telah meraih kemuliaan yang tinggi,
Duhai saudara kami,
Sungguh selamat atasmu, selamat atas kemenanganmu,
Engkau sekarang berada di tempat yang tinggi,
Dengan mendapat nikmat dari Allah karena tidak tertipu dengan dunia,
Kau telah mengorbankan jiwamu dan ragamu untuk membela kebenaran tertinggi,
Sekarang giliran kami, untuk meneruskan jalan jihad dan dakwah ini.
"Duhai saudara kami yang masih hidup,
Bersabarlah, tetaplah bersabar, tetaplah bersabar,
Dan jangan putus asa, Dia memang pasti akan mengujimu,
Menguji kesabaranmu, dengan goncangan jiwa dan raga,
Itulah hakikat kehidupan dunia,
Agar Dia membalas sesuai perbuatanmu di dunia,
Sungguh kami ingin sebenarnya kembali ke dunia,
Untuk terbunuh lagi, kemudian hidup dan terbunuh lagi,
Lalu hidup dan terbunuh lagi,
Karena nikmatnya mati dalam membela Agama Allah."
Allah berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,
mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS Al-Imron: 169-170)



















Itulah Mati syahid tersenyum

Tuesday, April 7, 2015

Cara membuka situs Islam yang diblokir

Bismillahirrohmaanirrohiim. Semoga Allah membinasakan orang-orang kafir dan munafik, yang selalu menghalangi manusia dari jalan Allah, mempersulit mereka mencari ridho Allah, memblokir situs-situs islam tanpa alasan yang benar.

Salah satu situs islam yang paling saya senangi adalah eramuslim.com. Karena ulama-ulama yang menerangkannya adalah orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah, iman adalah ucapan dan perbuatan, tidak serta merta menyalahkan golongan lain, dan tidak sombong. Namun situs tersebut juga diblokir dengan alasan menyebarkan paham radikal isis.



Berikut saya akan jelaskan bagaimana cara membuka situs islam yang diblokir.

1. Masuk ke >> http:// web.archive.org/
2. Masukkan situs yang ingin dibuka pada kotak pencarian misal http://eramuslim.com
3. Jika situs sudah pernah diarsip, maka akan muncul tanggal-tanggalnya.
4. Silakan saudara memilih tanggal berapa.
5. Silakan saudaraku, bacalah dan amalkan kebaikan , cegahlah kemungkaran.

KABAR BARU:

Ikuti saja http://eramuslim.co

Misal tidak bisa membuka http://www.eramuslim.com/editorial/eramuslim-memandang-isis.htm
Maka ganti ".com" nya menjadi ".co" yaitu:
http://www.eramuslim.co/editorial/eramuslim-memandang-isis.htm

Semoga Allah memberi kita kekuatan dan kesabaran menghadapi fitnah(kekacauan) ini. aamiin.

Friday, February 6, 2015

Kunci Sistem Energi ciptaan Allah



Allah telah menciptakan alam ini, dengan sistem yang sedemikian hebatnya. Untuk sistem energi, Dia jadikan air menguap dengan matahari yang memberi cahaya dan panas yang berguna, lalu air tersebut menjadi gumpalan awan yang indah, sekaligus melindungi kita dari panasnya matahari. Lalu dia arahkan awan itu dan diturunkan olehNya air hujan yang tercurah dengan hebatnya, dan dia tumbuhkan tanaman-tanaman yang menghasilkan oksigen, buah-buahan, daun-daunan, bunga, madu, menyerap kotoran-kotoran udara. Semua untuk kebutuhan makhlukNya.
Dari awan itu juga Dia jadikan petir. Apabila petir menggelegar, maka hancurlah semua kesombongan, yang ada adalah takut dan harapan, bahwa Dia hendak menunjukkan tanda-tanda kekuasaannya. Semua ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah, bagi orang-orang yang beriman dan berakal.
Allah berfirman, "Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia. Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang MahaKuasa, Yang memiliki segala Keagungan. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang memiliki asmaaul Husna (nama-nama yang indah). Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya. Dan Dialah yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (QS Al-Hasyr: 22-24)

Wednesday, January 7, 2015

Cara alami lancar BAB (Buang Air Besar)

Assalamualaikum. Semoga kesejahteraan terlimpah pada kita kaum yang beriman aamiin.

Kali ini saya mau memberi tips bagi orang yang sedang mengalami kekuranglancaran pencernaan, yaitu sulit BAB (buang air besar).
Setiap saya sulit beol, saya selalu menggunakan cara berikut. Mungkin penyebabnya bisa karena habis makan obat yang berefek samping menghambat pencernaan. Bisa juga karena minum teh tua, dll.
Alhamdulillah, cara yang saya tulis ini sangat simple yaitu dengan minum "minyak zaitun". Beli saja di toko/apotek. Minyak zaitun adalah pohon yang diberkati.

Caranya:

1. Ketika bangun tidur (usahakan bangun jam 4), segera berdoa dan minta pada Allah agar dikeluarkan kotoran-kotoran perut.
2. Minum minyak zaitun 1 sendok makan.
3. Segera minum air putih hangat-panas 2 gelas.
4. Selang beberapa puluh menit, minum lagi air panas-hangat.
5. Berserah dirilah kamu pada Dia, insyaAllah pasti disembuhkan.



Semoga lekas sembuh, aamiin.

Allah subhanahu wata'ala berfirman, "Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nur: 35)