Monday, September 1, 2014

Puisi 4: Haqiqat

HAQIQAT


Aku berbaring,
Menatap langit-langit,
Mengapa aku ada di dunia,
Siapa aku sebenarnya?

Kuingat masa kecil,
Ketika aku dalam gendonganya,
Rindu rasanya,
Tapi siapa sebenarnya aku?

Kulihat bintang-bintang,
Kutatap rembulan,
Kupandang matahari,
Kupandang langit betapa luas,

Kulihat manusia,
Kulihat hewan-hewan,
Kulihat tumbuh-tumbuhan
Semuanya,

Alhamdulillah aku menyadari,
Dan kutemukan jawabanya,
Aku hanyalah sebuah titik
Yang ikut beredar dalam keteraturan


MasyaAllah,
Engkau ciptakan alam raya,
Dengan segala isinya,
Dan keindahanya,

Sama sekali tidak sia-sia ciptaanMu,
Namun Engkau peringatkan kami,
Melalui Al-Quranul Karim,
Dan sunnah nabi kami,

Bahwa betapa sementara dunia ini,
Besok atau lusa kita akan mati,
Coba kau ingat saudaraku,
Jangan melupakan kematian

Tak ada yg kita bawa,
Kecuali iman dan amal,
Bersabarlah dgn rasa sakit sahabatku,
Tak kan sia-sia air mata doa kita

Dunia hanyalah persinggahan,
Tempat mengumpul bekal,
Sebagai persiapan kehidupan selajutnya,

Akhirat yang kekal abadi

By : Rokhland Rizal Muhammadi

Puisi 3: Cinta Sejati

CINTA SEJATI

Cinta Sejati,
Adalah cinta kepada Saudara,
Karena Allah ta'ala,

Cinta sejati,
Menyempurnakan iman manusia,
Mengikat perasaan dengan kuat,

Cintailah saudaramu hai saudaraku,
Jangan saling mencela hai saudaraku,
Berilah pertolongan hai saudaraku

By : Rokhland Rizal Muhammadi

Puisi 2: Tegarlah Pak Prabowo

TEGARLAH PAK PRABOWO

Pak prabowo,
Tegarkan niatmu,
Tegarkan keyakinanmu,
Biarlah orang berkata apa tentang dirimu,

Fitnah fitnah mereka itu,
Tidak akan membahayakanmu,
Allahlah yang akan menolongmu,
Dia bersama orang yang sabar

Pak prabowo,
Janganlah sedih atas kejahatan mereka,
Tetapkan niat kita,
Bersama membangun Indonesia


By : Rokhland Rizal Muhammadi