Thursday, December 26, 2013

Perbedaan sepeda Gunung dengan sepeda biasa

Perbedaan sepeda Gunung dengan sepeda biasa


Perbedaan yang menonjol adalah bahwa sepeda gunung memiliki bagian bagian fungsional yang tidak dimiliki sepeda biasa. Yaitu : Ringan, memiliki shock breaker, Roda yang mencengkram tanah dengan kuat, sistem perpindahan gear yang komplit (18-30), dan terbuat dari campuran aluminium dan baja yang kuat bahka ada yang terbuat dari serat karbon. Jenis jenis sepeda gunung :

Cross Country (XC)

Dirancang untuk medan yang tidak terlalu ekstrem (ringan), sepeda jenis ini hanya mempunyai suspensi depan atau tanpa suspensi sama sekali. Karena hanya memiliki suspensi depan biasanya sepeda gunung jenis ini dikategorikan sebagai rigid frame. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh ditanjakan, di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan. Sepeda jenis ini sangatlah disarankan bagi pemula yang ingin memulai bermain sepeda MTB.

All Mountain (AM)

Biasa dipakai untuk jalur perpaduan antara Cross Country (XC) dan Down Hill ringan (light DH). Didesain untuk melintasi alam yang berat seperti naik dan turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Memiliki 2 suspensi depan dan belakang (double suspension). Panjang suspensi belakang (rear suspension) sekitar 6 inchi dan panjang suspensi depan (fork) mulai dari 140mm s/d 160mm. Pemakai dapat melakukan pendakian gunung dengan baik (tidak berat), sekaligus juga dapat menuruni gunung dengan cepat (tidak berguncang-guncang), karena panjang suspensi yang optimal. Keunggulan sepeda jenis ini ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai.

Free Ride (FR)

Dirancang untuk mampu bertahan melakukan lompatan tinggi (drop off) dan kondisi ekstrim sejenisnya. Rangkanya kuat namun tidak secepat dan selincah sepeda jenis All Mountain, karena bobotnya yang lebih berat, maka kurang cocok untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh dan sangat tidak cocok untuk tanjakan.

Down Hill (DH)

Untuk medan yang sangat ekstrem, sepeda gunung jenis ini mempunyai suspensi ganda (double suspension) untuk meredam benturan yang kerap terjadi ketika menuruni lereng dan dapat menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi. Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Sepeda jenis ini tidak mengutamakan kenyaman dalam mengayuh, karena sepeda jenis ini hanya dipakai hanya untuk menuruni lereng bukit atau gunung. Sepeda ini juga dipakai untuk perlombaan, sehingga yang menjadi titik utama dalam perancangannya adalah bagaimana agar kuat namun dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para down hiller tidak mengayuh sepeda mereka, namun sepeda mereka diangkut dengan mobil. Sangat tidak efisien jika sepeda ini digunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

Dirt Jump (DJ)

Sepeda jenis ini awalnya dirancang untuk anak muda perkotaan, selain sebagai alat transportasi, untuk kebut-kebutan di jalan raya kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan atraksi-atraksi ekstrim lainnya. Fungsi dari sepeda jenis ini sangat mirip dengan BMX, namun dengan bentuk yang diperbesar. Nama lain dari sepeda jenis ini adalah trial atau urban MTB. 

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda_gunung

Tuesday, December 24, 2013

Cara Mengganti tema windows 7 menjadi windows classic

Cara Mengganti tema windows 7 menjadi windows classic


Bagi orang orang seperti saya(penulis) ini, tampilan windows modern lama kelamaan membuat mual entah kenapa.. Justru windows classic yang katanya jadul pun justru sangat enak dipakai entah kenapa. Bagi orang orang yang mesakan hal yang sama dengan saya, mari ikuti langkah di bwah yuk gan! :

1. Masuk ke Control Panel 


2. Klik bagian Appearance and Personalization





3. Klik Personalization


4. Pilih Classic Theme

 
Nah lihatlah, sekarang windows anda sudah menjadi classic lagi, walaupun tetap berbentuk windows 7

Wednesday, December 18, 2013

Laporan Praktikum Fisika Ayunan Sederhana

Laporan Praktikum Fisika Ayunan Sederhana



Tujuan : Menentukan Percepatan Gravitasi Bumi di suatu tempat



Dasar Teori :


Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Dalam bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei, bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan, T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi mengikuti rumus:


Di mana adalah panjang tali dan adalah percepatan gravitasi.

Periode berayun menjadi lebih panjang ketika amplitodo θ0 (lebar ayunan) bertambah.



Gerak Harmonik Sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). Gerak Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak periodik adalah gerak berulang atau berosilasi melalui titik setimbang dalam interval waktu tetap. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

· Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa / air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas, dan sebagainya.

· Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.

Beberapa Contoh Gerak Harmonik:

· Gerak harmonik pada bandul: Sebuah bandul adalah massa (m) yang digantungkan pada salah satu ujung tali dengan panjang l dan membuat simpangan dengan sudut kecil. Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu dan panjang busur adalah Kesetimbangan gayanya. Bila amplitudo getaran tidak kecil namun tidak harmonik sederhana sehingga periode mengalami ketergantungan pada amplitudo dan dinyatakan dalam amplitudo sudut.


· Gerak harmonik pada

pegas: Sistem pegas adalah sebuah pegas dengan konstanta pegas (k) dan diberi massa pada ujungnya dan diberi simpangan sehingga membentuk gerak harmonik. Gaya yang berpengaruh pada sistem pegas adalah gaya Hooke.


· Gerak Harmonik Teredam

Secara umum gerak osilasi sebenarnya teredam. Energi mekanik terdisipasi (berkurang) karena adanya gaya gesek. Maka jika dibiarkan, osilasi akan berhenti, yang artinya GHS-nya teredam. Gaya gesekan biasanya dinyatakan sebagai arah berlawanan dan b adalah konstanta menyatakan besarnya redaman. dimana = amplitudo dan = frekuensi angular pada GHS teredam.

Gerak harmonik pada bandul


Bandul sederhana terdiri atas benda bermassa m yang diikat dengan seutas tali ringan yang panjangnya l (massa tali diabaikan). Jika bandul berayun, tali akan membentuk sudut sebesar α terhadap arah vertical. Jika sudut α terlalu kecil, gerak bandul tersebut akan memenuhi persamaan gerak harmonic sederhana seperti gerak massa pada pegas.


C. Alat dan Bahan

1. Neraca ohaus

2. Penyangga statif

3. Busur

4. Tali rafia

5. Stopwatch

6. Beban (kelereng)

7. Kain pembungkus

8. Tali kenur

9. Penggaris

D. Langkah kerja

Percobaan 1: simpangan tetap, panjang tali berubah-ubah

1. Timbang masa beban tersebut menggunakan neraca ohaus

2. Bungkus beban dengan kain.

3 .Gantungkan beban di ujung tali yang telah terpasang di penyangga statif

4. Siapkan stopwatch, kemudian tarik bandul dengan sudut 150 terhadap posisi vertikal, lepaskan bandul, bersamaan dengan ini hidupkan stopwatch. Biarkan ayunan bandul sampai 10 ayunan bolak balik setelah ayunan Bolak balik. Setelah ayunan ke sepuluh matikan stopwatch, dan catat waktu tersebut.

5. Catat waktu yang di butuhkan setiap 10 ayunan bolak bali tersebut.

6. Lakukan langkah di atas sampai 3 kali.

7. Ulangi langkah 3-6 dengan panjang tali 40 cm dan 30 cm.

8. Dari data waktu ayunan tersebut maka dapat di tentukan periode dan frekuensi ayunan sehingga dengan menggunakan rumus yang tersedia akan di peroleh percepatan gravitasi bumi.




Percobaan 2: Panjang tali tetap, simpangan berubah-ubah.




1. Timbang masa beban tersebut menggunakan neraca ohaus

2. Bungkus beban dengan kain.

3 .Gantungkan beban di ujung tali yang telah terpasang di penyangga statif, dengan panjang tali 40 cm.

4. Siapkan stopwatch, kemudian tarik bandul dengan sudut 2000 terhadap posisi vertikal, lepaskan bandul, bersamaan dengan ini hidupkan stopwatch. Biarkan ayunan bandul sampai 10 ayunan bolak balik setelah ayunan Bolak balik. Setelah ayunan ke sepuluh matikan stopwatch, dan catat waktu tersebut.

5. Catat waktu yang di butuhkan setiap 10 ayunan bolak bali tersebut.

6. Lakukan langkah di atas sampai 3 kali.

7. Ulangi langkah 3-6 dengan panjang tali 1500 dan 1000.

8. Dari data waktu ayunan tersebut maka dapat di tentukan periode dan frekuensi ayunan sehingga dengan menggunakan rumus yang tersedia akan di peroleh percepatan gravitasi bumi.




E. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil pengukuran:

Percobaan 1: simpangan tetap, panjang tali berubah-ubah

1. Sudut tali sewaktu di ayun = 150

2. Banyaknya ayunan bandul (n) = 10 ayunan

3. Massa beban = 0.000634 kg





Panjang Tali (L)
Waktu (t) sekon
Perioda(T) T=t/n
T2
(sekon)2




50 cm
14.58
1.458
2.125
9.279

14.17
1.417
2.007
9.825

13.86
1.386
1.920
10.270



40 cm
13.09
1.309
1.713
9.209

12.82
1.282
1.643
9.601

12.60
1.260
1.587
9.94



30 cm
10.66
1.066
1.136
10.415

12.73
1.273
1.620
7.305

12.82
1.282
1.643
7.201

Percepatan gravitasi (g) rata-rata
9.227












Percobaan 2: Panjang tali tetap, simpangan berubah-ubah.


Sudut / simpangan
Waktu (t) sekon
Perioda(T) T=t/n
T2
(sekon)2




200
13.09
1.309
1.713
9.209

1.99
1.399
1.957
8.060

13.86
1.386
1.920
8.216



150
13.09
1.309
1.713
9.209

12.82
1.282
1.643
9.601

12.60
1.260
1.587
9.94



100
13.54
1.354
1.833
8.606

13.63
1.363
1.857
8.493

13.54
1.354
1.833
8.606

Percepatan gravitasi (g) rata-rata
8.882


2. Pembahasan




F. Kesimpulan

Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa periode di pengaruhi oleh panjang tali dan tidak di pengaruhi massa benda. Pada panjang tali yang sama semakin banyak ayunan waktu yang di perlukan juga semakin lama dan percepatan gravitasinya tergantung pada periode dan panjang tali. Gerakan harmonis juga akan membentuk waktu yang tetap dengan gerakan bolak balik karena di lakukan di dalam ruangan gerakan harmonis akan udah untuk diamatiselain itu, gerakannya pun akan konstan.


DAFTAR PUSTAKA




· http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_harmonik_sederhana

· http://www.dquark-albani.co.cc/2010/03/osilasi-sistem-osilasi-harmonis-

suatu.html

· http://www.gurumuda.com/pendulum-sederhana-bandul

· Ruwanto, Bambang. 2007. Fisika 2 SMA/MA kelas XI. Jakarta : Yudhistira
http://elshanovitasari.blogspot.com/2013/03/laporan-fisika-ayunan-bandul-sederhana.html

http://praktikum-laporan.blogspot.com/2013/08/ayunan-bandul-sederhana.html

Sunday, December 15, 2013

Contoh Laporan Kegiatan Pramuka

Contoh Laporan Kegiatan Pramuka
 


1. Latar Belakang

Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan di SMK N 1 Bawang, adalah ekstra kurikuler Pramuka, dimana ekstrkurikuler Pramuka merupakan jenis ekstra kurikuler Krida (bersama Paskibra, PKS, PMR), yang mempunyai visi berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.



2. Maksud dan Tujuan

Maksud laporan ini adalah:

a. Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler Pramuka di SMK Negeri 1 Bawang

b. Memaparkan perkembangan kegiatan ekstra kurikuler Pramuka di SMK Negeri 1 Bawang

Tujuan laporan ini adalah:

a. Mempublikasikan kegiatan ekstra kurikuler Pramuka di SMK Negeri 1 Bawang

b. Evaluasi kegiatan ekstra kurikuler Pramuka di SMK N 1 Bawang



3. Masalah Pokok yang Dilaporkan

Masalah pokok yang dilaporkan adalah bagaimanakah pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler Pramuka di SMK N 1 Bawang

4. Pendekatan dan Sistematika Laporan

Pendekatan yang digunakan dalam laporan ini adalah Analisis deskriptif kualitatif

Sistematika Laporan Kegiatan Ekstrakurikuer ini terdiri dari Pendahuluan (Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Masalah Pokok yang Dilaporkan, Pendekatan dan Sistematika Laporan), Data Peserta, Data Kegiatan, Prestasi, Masalah yang Dihadapi, Analisis Masalah, Kesimpulan dan Saran.



B. Data Peserta

Peserta kegiatan ekstra kurikuler Pramuka adalah siswa/siswi SMK N 1 Bawang yang secara sukarela megikuti kegiatan ekstra kurikuler Pramuka.

Daftar peserta terlampir.



C. Data Kegiatan

Kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler Pramuka yang telah dilaksanakan dalam tahun pelajaran 2006/2007, meliputi kegiatan-kegiatan yang bersifat rutin, kegiatan-kegiatan yang bersifat khusus dan kegiatan-kegiatan undangan dari pihak lain.

Kegiatan rutin yang diselenggarakan berupa, latihan rutin. Kegiatan yang bersifat khusus, berupa kegiatan perkemahan sabtu minggu (persami), gladian pemimpin sangga (DIANPINSA), latihan bersama gudep lain, dan kegiatan khusus lainnya. Sedangkan kegiatan undangan dari pihak lain, berupa gladian pimpinan satuan (DIANPINSAT), Raimuna, dan Lomba.

Daftar kegiatan terlampir.



D. Prestasi

Prestasi yang telah diraih Gugus Depan SMK N 1 Bawang, selama tahun 2006/2007 adalah:

1. Juara III Gudep Tergiat Putri pada kegiatan Raimuna Ranting Bawang di Lapangan Gemuruh

2. Juara I LCTK Kepramukaan dan Penanggulangan Narkoba pada kegiatan TKP3N se-eks Karisidenan Banyumas di UMP Purwokerto

3. Juara II LKIR Kepramukaan dan Penanggulangan Narkoba pada kegiatan TKP3N se-eks Karisidenan Banyumas di UMP Purwokerto

4. Tiga anggota terpilih mewakili Kwarcab Banjarnegara mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah yang diadakan Kwarda Jawa Tengah di Klaten.



E. Masalah yang Dihadapi

1. Minimnya peserta ekstra kurikuler Pramuka.

2. Belum adanya ruang Pramuka sehingga banyaknya peralatan Pramuka yang hilang, dan administrasi yang tercecer.



F. Analisis Masalah

Dari masalah yang dihadapi dapat dianalisis beberapa penyebab permasalahan yang terjadi:

1. Pelaksanaan ekstra kurikuler Pramuka, yang dilaksanakan hari Jumat pukul 13.00-15.00, pelaksanaanya bersamaan dengan ekstra kurikuler lainnya. Kegiatan ekstra kurikuler lain yang dilaksanakan hari Jumat antara lain: PMR, Olah raga, Seni Tari, Seni Musik dan Rohis.

2. Memasuki semester kedua terjadi penurunan drastis jumlah peserta Pramuka, dikarenakan kegiatan siswa yang padat, berupa kegiatan kewirausahaan.

3. Belum adanya ruang pramuka, mengakibatkan banyaknya peralatan Pramuka yang hilang, seperti tali, pasak, lampu, kompor dan lain-lain. Selain itu karena belum adanya tempat penyimpanan yang layak, kegiatan pramuka masih menginduk di ruang OSIS. Akan tetapi karena padatnya kegiatan OSIS, dan juga longgarnya pengawasan, maka administrasi pramuka banyak yang tercecer. Akan tetapi dikarenakan jumlah ruang di SMK, masih terlalu sedikit dibandingkan kebutuhan, sehingga ruang untuk Pramuka belum dapat terrealisasi.



G. Kesimpulan

Dari laporan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Kegiatan ekstra kurikuler Pramuka di SMK Negeri 1 Bawang, telah dilaksankan dengan sebaik mungkin, kegiatan yang direncanakan dalam progrram kerja, telah dilaksankan dengan baik dan dibuktikan dengan beberapa prestasi yang telah diraih, akan tetapi masih ada maslah berkaitan dengan kegiatan ekstra kurikuler Pramuka, yaitu minimnya minat siswa/siswi SMK Negeri 1 bawang dan belum adanya ruang khusus tempat penyimpanan perangkat administrasi dan peralatan Pramuka.



H. Saran

Saran yang dapat disampaikan untuk pengembangan kegiatan ekstra kurikuler Pramuka selanjutnya:

1. Perlunya tempat/ruang khusus untuk kegiatan ekstra kurikuler Pramuka, supaya administrasi dan peralatan bisa lebih tertata dan meminimalkan resiko kehilangan peralatan 2. Perlunya sosialisasi lebih gencar untuk lebih menarik minat siswa/siiswi SMK Negeri 1 Bawang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler Pramuka.

sumber : http://gudep-smkn1bawang.blogspot.com/2007/08/laporan-kegiatan-ekstra-kurikuler.html

Thursday, December 12, 2013

Contoh Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) OSIS SMA

Contoh Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) OSIS SMA




PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Segalanya, atas berkat yang dilimpahkan kepada SMA NEGERI 1 PANDAWAI teristimewa kepada kami Pembina dan Pengurus OSIS SMA NEGERI 1 PANDAWAI Tahun Pelajaran 2009 / 2010 dengan usaha yang maksimal boleh melaksanakan dan mengemban amanat yang telah dipercayakan kepada kami. Adapun serah terima kepengurusan OSIS Tahun Pelajaran 2008 / 2009 adalah jabatan Pembina OSIS dan Pengurus OSIS yang telah terlaksana pada upacara bendera hari; tanggal: Senin, 02 Agustus 2009 dengan acara yang berlangsung secara sistematis. Oleh karena itu, lewat kesempatan ini kami akan mempertanggungjawabkan kegiatan kami dalam bentuk laporan sederhana yang baru kami coba pada tahun pelajaran 2009 / 2010.
Pergumulan SMA NEGERI 1 PANDAWAI saat itu adalah tentang bagaimana memberikan pelayanan yang efektif dan intensif dalam rangka memelihara kehidupan dan dinamika sekolah yang dapat menyesuaikan dengan keberadaan sekolah-sekolah lain dalam berbagai kegiatan terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah yang merupakan kebutuhan ekstrakurikuler bagi peserta didik bahkan masyarakat disekitar sekolah. Dengan upaya yang berkesinambungan dan konsisten kami harus mengatasi beban pergumulan tersebut dengan rasa loyal dan tanpa pamrih.
Salah satu tugas berat OSIS SMA NEGERI 1 PANDAWAI dalam menopang kegiatan pada sebuah sekolah adalah tersusunnya program kegiatan pelayanan yang ditunjang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah dan dana awal ketika pendaftaran peserta didik yang baru.
Pengelolaan keuangan OSIS bukanlah sekedar masalah teknis keuangan semata-mata, melainkan haruslah dikelola dengan penuh rasa tanggung jawab dan rasa takut akan Tuhan dan diyakini dengan iman yang sungguh bahwa untuk melaksanakan tugas ini,Tuhan tentu hadir dan bekerja ditengah-tengah Pembina dan Pengurus OSIS sehingga semua kegiatan keuangan menjadi sarana untuk memperlancar kegiatan yang telah direncanakan dalam INFORMASI RENCANA KERJA OSIS (IRKO).
II. PROGRAM KERJA
Program kerja OSISI SMA NEGERI 1 PANDAWAI Tahun Pelajaran 2009 / 2010 berorientasi pada upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan Sumber Daya Sekolah (SDS) melalui upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan mengelola dan memanage kegiatan OSIS. Kegiatan tersebut terangkum dalam IRKO. Dengan demikian pokok-pokok program adalah sebagai berikut:
I. Program Rutin
A. Kegiatan Keseluruhan
B. Kesekretariatan
II. Program Seksi
A. Kebersihan, Keindahan dan Kerapihan
B. Olah Raga dan Kesenian
C. Kesaksian dan Pelayanan Kerohanian
Selanjutnya program-program di atas dijabarkan lagi dalam kegiatan-kegiatan operasional yang disebut Informasi Rencana Kerja OSIS (IRKO).
I. PENJELASAN DAN URAIAN


NO
ANGGARAN
KETERANGAN

I.






























II.








.
PROGRAM RUTIN
A. KEGIATAN KESELURUHAN














B. KESEKRETARIATAN










PROGRAM SEKSI
A. KEBERSIHAN, KEINDAHAN DAN KERAPIHAN
B. OLAH RAGA DAN KESENIAN
C. KESAKSIAN DAN PELAYANAN KEROHANIAN


Merupakan kegiatan yang diramu sedemikian baik lewat kerapatan OSIS pengurus terpilih yang diputuskan berdasarkan asas musyawarah dan mufakat. Kegiatan-kegiatan ini meliputi Mereorganisasi kepengurusan OSIS pada awal tahun pelajaran, Mendapatkan hasil kongkrit secara nyata yang berbeda pada tahun pelajaran sebelumnya dalam bentuk material tepat waktu, Terjadinya perubahan secara klasikal perilaku peserta didik, Mendukung kelas XII. Aktiftaspun tersaji sebagai berikut; Pembubaran/Pemilihan pengurus OSIS secara demokrasi, Pagar kelas, merampungkan mading, penghijauan, bak sampah, Ibadah sekolah, upacara, paskibraka.


Merupakan dapur kegiatan pelaksanan OSIS, dimana asas kesekretaritan umum menjadi acuan. Adapun beberapa kegiatan ini adalah bertujuan tersedianya sarana dan peralatan kerja yang memadai dengan harapan Pengadaan ATK (termasuk Foto Copy), Pengadaan dan pemeliharaan inventaris, Melaksanakan rapat OSIS, Kunjungan tamu agar berjalan optimal.


Merupakan penjabaran dari seluruh rangkaian kegiatan di atas terutama dapat terlihat hasil secara nyata yang dapat dinikmati bagi sipaja saj yang berkempatan singgah di lembaga pendidikan SMA NEGERI 1 PANDAWAI.




II. PENUTUP
Berdasarkan realisasi kegiatan selama Tahun Pelajaran 2009 / 2010 kegiatan OSIS SMA NEGERI 1 PANDAWAI di atas, maka dapat disampaikan beberapa kesimpulan dan saran sebagai bahan perenungan bagi SMA NEGERI 1 PANDAWAI:
A. KESIMPULAN
1. Sebelum kegiatan rutin dilaksanakan para pengurus OSIS dengan didampingi Pembina OSIS mengadakan kerapatan seperti membuat pagar-pagar kelas (dana mandiri kelas) dan tanaman yang disumbangkan dari kantor kecamatan Pandawai, lopo majalah dinding (dana sekolah dan dana mandiri), membuat bak sampah (dana Sekolah dan dan dana mandiri) dan lain-lain. Kerapatan yang terjadi sebanyak 7 kali dengan biaya konsumsi dari dana osis
2. Membuat kegiatan mengisi masa penantian penerimaan rapot semester 1 dan 2
3. Mendukung perlombaan dalam bidang olah raga dengan mengikuti turnamen HUT RI ke 64 (8 besar), karnaval HUT RI ke 64, mengikuti kegiatan ULTAH ke 5 SMAN AHAR, juara O2SN pada 3 cabang (cabang atletik dengan nomor lompat jauh putri juara I).
4. Membuat liturgy kecil dalam ibadah bulanan, membuat acara Halal Bihalal
5. Mengutus peserta didik sebagai anggota PASKIBRAKA di kecamatan Pandawai
6. Berpartisipasi kedukaan (5 kali) dengan selalu mengutus salah satu pengurus OSIS
7. Mendukung kelas XII dalam persiapan UN dan UN
8. Membuat persiapan upacara bendera di sekolah
B. SARAN
Dalam upaya mencapai hal maksimal dalam pelaksanaan program kerja/Informasi Rencana Kerja OSIS disampaikan saran sebagai berikut:
1. Membuat perpaduan antara OSIS dengan 4 (empat) wakil kepala sekolah.
2. Kesadaran peserta didik yang relative tinggi dalam hal kegiatan-kegiatan OSIS selama ini harus dipertahankan dan sedapat mungkin lebih ditingkatkan lagi.
3. Rendahnya partisipasi dewan guru dan pegawai yang harus diperbaiki.
4. Pengelolaan keuangan OSIS yang tidak menempatkan keuangan OSIS pada bendahara OSIS hendaklah dilaksanakan pada Tahun Pelajaran ke depan.
Demikianlah kesimpulan dan saran, kiranya mendapat perhatian dari semua pihak stek holder sekolah agar dari pelaksaan program pada Tahun Pelajaran ke depan jauh lebih optimal dan maksimal. Tuhan Memberkati.
Kawangu, Juli 2010


An. Pengurus OSIS Tahun Pelajaran 2009 / 2010
Ketua, Sekretaris




Panus Koreh Mersi H. Indah


Mengetahui Pembina OSIS SMA NEGERI 1 PANDAWAI




Ignatius Taluwangu Purwoto, S.Pt
NIP. 19751015 200803 1 001
sumber : http://smapandawai-osis.blogspot.com/2011/09/laporan-pertanggungjawaban-osis.html

Tuesday, December 10, 2013

Macam Macam Batu Akik

Macam Macam Batu Akik

1. BATU HAKIKAT






Batu Hakikat asalnya ialah batu bukit/ gunung. ada juga orang mengelarkan batu ini sebagai batu badar lumut. ini kerana ia mempunyai sejumlah tumbuhan lumut didalamnya dan ia adalah batu hidup bersifat sejuk. Dikatakan batu ini mempunyai khasiat seperti berikut:
menundukkan musuh, menghilangkan sakit dan meyembuhkan penyakit, menghindarkan ganguan makhluk halus, menghilangkan darah gemuruh, serta untuk keselamatan diri


2. BATU PANCA NUR



Batu Panca Nur atau pancha warna adalah sejenis batu akik bercirikan lebih dari dua ke lima warna. Kelebihan dimata umum ialah pada lima warna ini iaitu merah, hijau, kuning, hitam, putih kerana mempengaruhi kekuatan lima pancaindera manusia. Batu Panca Nur yang asli ialah apabila dipegang terasa berat dan getarannya. Batu Panca Nur ini kekuatannya dikatakan mempunyai khasiat seperti berikut:
- Memancarkan cahaya wajah yang menawan kepada sipemakainya
- Memancarkan seri kewibawaan lalu akan dihormati oleh orang sekeliling. - Membangkitkan rasa percaya dan keyakinan yang tinggi dikhalayak ramai
- Menjadikan musuh tidak berupaya untuk membuat sesuatu yang jahat pada kita.
- Orang akan menjadi kagum, sangat percaya dan tertegun dengan kata-kata kita.


3. BATU LAFADH


BATU LAFADH adalah berbentuk/ bergambar/ bertulis secara semulajadi padanya kalimah Allah atau huruf-huruf kalimah . Amat-amat jarang ditemui di dunia perbatuan. Jika ditemui batu jenis ini, anda perlu berhati-hati dan meneliti sepenuhnya kerana terdapat banyak batu-batu campuran yang dibentuk seakan batu-batu yang asli yang mana disebut batu sintesis.


4. BATU SERAI



BATU SERAI hanya diperolehi daripada pokok serai kampung yang berbunga atau pada tumbuhan-tumbuhan yang mengeluarkan bunga seakan bunga padi. Untuk makluman semua, pokok serai adalah tumbuhan yang amat sukar untuk mengeluarkan bunga dan pokok serai yang mengeluarkan bunga amat sukar dan jarang-jarang untuk ditemui. Jika ditemui pokok serai berbunga, untuk mengambil batu-batu yang terdapat dibahagian bawah perdu pokok serai tersebut memerlukan kaedah dan cara-cara yang tertentu dan hanya orang-orang yang arif dengannya saja yang berjaya mendapatkan batu serai. Terdapat pelbagai jenis warna yang biasa didapati seperti warna merah, kuning, warna jernih, biru,hijau dan unggu. Kelebihan dan keistimewaan batu serai dimata umum ialah untuk pemanis dan pelaris.


5. BATU ZAMRUD


Emrald atau zamrud merupakan batu permata bewarna hijau yang sentiasa dikagumi ramai sejak dahulu lagi. Peminat batu cincin kebanyakannya mengakui batu ini adalah amat cantik dan berkhasiat tinggi dari segi spiritual. Kekerasan zamrud dalam skala Mohs ialah diantara bacaan 7 hingga 9. Sememangnya batu zamrud adalah sangat berharga dan tidak ramai yang dapat memilikinya kerana faktor harganya yang agak tinggi. Zamrud jarang dijumpai didalam saiz yg besar dan batu zamrud yang paling bernilai/ paling tinggi kualitinya berasal dari negara colombia yang harganya boleh mencecah sehingga puluhan ribu ringgit. Emrald atau zamrud merupakan batu permata atau birthstone untuk mereka yang lahir dalam bulan mei. Walaubagaimanapun batu ini tetap sesuai dipakai oleh sesiapa sahaja tanpa mengira bulan kelahiran. Pada masa dahulu, zamrud hanya dipakai oleh golongan bangsawan,raja-raja dan pembesar negara sebagai simbol keagungan dan kekuasaan. Para pemakai batu zamrud juga percaya dan yakin batu ini akan memberi keuntungan da keyakinan yang tinggi.


6. BATU BADAR BESI


Batu badar besi juga biasa disebut sebagai batu pati ayam atau istilah sainsnya ialah magnetsteen kerana apabila diajukan besi magnet padanya, batu tersebut akan bergerak berputar-putar. Masyarakat umum mengenali batu badar besi dalam golongan pusaka mistik yang diyakini memberi khasiat dan kelebihan yang banyak.


Batu badar besi mengandungi unsur ferum dengan kandungan oksigen yang tinggi sehingga memiliki warna abu kehitaman dan memiliki kekerasan 5-6 skala Mohs. Sebenarnya batu badar besi banyak dijumpai didaerahbrazil, mexico, Australia dan amerika yang mana dekat dgn kawasan pergunungan yang sering terjadi banjir lahar ratusan tahun dahulu.


Cerita masyur yang diketahui mengenai khasiat batu badar besi adalah banyak sekali. Yang paling utamanya ialah anti senjata tajam atau kebal bahkan kebal kepada peluru. Lainnya ialah sebagai pagar diri, mampu melindungi pemiliknya dari bahaya sihir, anti cukur dan menghindarkan aura jahat.





7. BATU KECUBUNG


Amethyst yang juga dikenali sebagai kecubung merupakan batu yang berwarna ungu. Kecubung berasal dari perkataan Greek yang bermaksud penawar dimana wujud kepercayaan lama menunjukkan arak yang diminum di dalam gelas amethyst tidak akan menyebabkan sipeminumnya menjadi mabuk. Amethyst atau kecubung mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs. Kecubung dipercayai telah mula digunakan sejak zaman awal Mesir kuno. Kecubung yang berkualiti hanya boleh didapati di negara-negara seperti Brazil, Uruguay, Siberia, Russia dan India. Batu Kecubung merupakan batu permata yang popular sebagai bahan perhiasan raja-raja dan pembesar-pembesar negara zaman lampau. Selain warna ungu, ia juga mempunyai beberapa warna yang menarik. Contohnya bewarna merah jambu tetapi kecubung yang paling berharga semestinya bewarna ungu kebiru-biruan. Batu Kecubung/ Amethyst merupakan birthstone untuk mereka yang lahir pada bulan Februari. Dimata umum masyarakat, kelebihan dan keistimewaan kecubung ialah untuk pengasihan dan bisa mewujudkan aura menawan kepada pemakainya.


8. DELIMA MERAH


Ruby atau batu delima merah dikenali kerana warna merahnya yang menggambarkan perasaan cinta, kuasa dan kemegahan. Inilah raja segala batu permata atau dikenali sebagai "king of germstone"yang begitu popular diseluruh nusantara bahkan seantero dunia. Delima merah amat sinonim dan mashyur dalam masyarakat melayu kerana kecantikan fizikal batu ini dan khasiat yang menjalarinya, batu ini juga sebenarnya terdapat dalam warna merah jambu (pink) dan merah hati (merah tua). Delima adalah batu permata yang sangat keras dengan ukuran 9 pada bacaan skala Mohs. Delima yang paling popular tentunya berasal dari negara Burma (sekarang Myammar) kerana kualiti dan kecantikan batunya. Walaubagaimanapun terdapat juga bekalan batu delima yang berkualiti yang dilombong dari negara lain seperti negara Afrika selatan, pakistan, Afghanistan, Tanzania dan negara India. Ruby atau delima merupakan birthstone ataupun batu untuk mereka yang lahir pada bulan Julai. Didalam pengentahuan masyarakat melayu nusantara, Delima merah berada dalam mitos khasiat yang paling tinggi iaitu untuk pelindung diri dari ancaman jahat termasuk sihir, bagi pembesar atau pemerintah, Ruby dikatakan dapat membuka aura keagungan yang menjadikan orang ramai patuh pada pemakainya. Kelebihan Delima merah yang paling masyur dalam masyarakat melayu ialah kebal umum dan bagi golongan peniaga pula dikatakan untuk kekayaan. Ruby atau batu delima terbaik adalah dari negara burma dimana harganya mengikut timbangan karat.


9. CHRYSOBERYL CAT'S EYE (MATA KUCING)

]

Batu mata kucing atau 'cats eye' diberi nama kerana apabila didalam kegelapan dan ada sedikit cahaya, maka akan muncullah segaris sinar pada batu ini mirip mata haiwan bernama kucing. inilah uniknya batu ini sehingga ramai yang tergila-gila mencarinya. Batu cats eye ini banyak terdapat dalam warna coklat kehitaman, kuning madu dan warna hijau muda. cats eye mempunyai ketahan yang kuat kerana batu ini mempunyai kekerasan pada ukuran 8-9 pada skala Mohs. Chrysoberyl merupakan batu permata yang mempunyai nilai yang tinggi di pasaran dengan kualiti yang sangat baik. Negara pengeluar utama batu mata kucing ini termasuklah Russia, Tanzania, Sri Lanka, India, Brazil, dan Timur Afrika. Cats eye @ Chrysoberyl menjadi batu yang digemari oleh ramai peminat dan pengumpul yang profesional. Ini kerana batu permata ini sangat sukar untuk didapati dan harganya yang agak mahal. Cat's eye yang baik mempunyai cahaya sebagai jaluran di bahagian tengah. Apabila membeli batu yang asli, pastikan "mata kucing" pada batu tersebut berada di bahagian tengah dan "mata" tersebut boleh "terbuka" dan "tertutup" apabila batu itu dicondongkan. Kelebihannya dimata umum dikatakan banyak sekali seperti memberikan keyakinan dan menjadikan lawan /musuh gerun dan takut pada kita serta memberi aura penarik kepada pemakainya juga dikaitkan dengan kesihatan (menghindar penyakit fizikal dan mengelak sihir).



10. BATU TIGER EYE (MATA HARIMAU)


BATU TIGER EYE juga dikenali sebagai batu mata harimau ini tergolong dalam keluarga Quartz. Batu ini diberi nama kerana warna dan jaluran cahaya yang meliputinya apabila dipandang seolah-olah seperti mata sang harimau yang sedang merenung tajam. Warna dominan bagi batu ini ialah kuning yang bercampur dengan hitam dan campuran coklat serta oren. Kekerasan skala mohs bagi batu tiger eye ialah pada bacaan 7 yang banyak dijumpai di negara afrika selatan, russia, australia barat, negara jerman dan china. Tiger's eye sesuai dipakai oleh semua golongan dan berbagai peringkat lapisan masyarakat. Khasiat dan kekuatan yang menjalarinya dipercayai menjadikan pemakainya akan digeruni lawan dan dihormati kawan, segala perintah dan kata-kata sipemakainya akan mudah diterima dan dipatuhi orang. Batu ini juga dipercayai menjadi senjata menangkis pebuatan sihir dan jahat.

11. BATU JARUM MAS


Batu jarum mas termasuk dalam kumpulan batu-batu jenis Quartz iaitu ia adalah jenis Rutilated Quartz. Terdapat banyak warna batu dalam kumpulan quartz ini seperti warna merah jambu, kuning, biru dan hijau serta hitam dan putih tetapi batu jarum mas biasanya mempunyai warna dominan jernih keputihan dengan didalamnya terdapat hablur warna kuning yang terbentuk memanjang seolah-olah seperti bentuk jarum. Batu jarum mas mempunyai paling banyak jenis dan nama kerana quartz ialah salah satu unsur mineral yang paling banyak didapati dibahagian kerak bumi. kekerasan batu jenis ini berada pada ukuran 7 skala Mohs. terdapat catatan menyatakan quartz adalah bahan yang biasa digunakan sebagai bahan mistik dalam mitologi orang asli Australia yang menunjukkan batu ini mempunyai khasiat dan kelebihan yang besar dalam dunia mistik. didalam masyarakat melayu nusantara, Batu jarum mas dipercayai menjadi alat pertahanan diri dan untuk keselamatan pemakainya.

12. BATU NILAM (SHAPHIRE)


Nilam juga biasa disebut sebagai sapphire atau safir. Batu nilam amat dikenali didunia perbatuan sebagai batu yang digemari ramai pencinta batu permata dan sukar untuk diperolehi. Struktur mineralnya adalah berbentuk kristal tunggal aluminium oksida yang mana menyebabkan nilam memiliki kekerasan yg cukup tinggi iaitu bacaan 9 pada skala Mohs. Nilam dipasaran ketika ini banyak berasal dari negara Burma, Srilangka, Thailand,Russia, kalimantan Indonesia dan juga Afrika. Batu permata Nilam yg terkenal didunia adalah blue shaphire (safir berwarna biru) yang mana struktur mineral dan seratnya memiliki keunikan pancaran cahaya yang berbeza-beza menjadikannya kelihatan amat mempersonakan. Terdapat juga nilam berwarna hitam, kuning dan putih tetapi harganya tidak standing dengan nilam berwarna biru. Kelebihan dan mitos yang menjalar pada batu nilam ini diyakini dapat menjernihkan fikiran, meningkatkan kekuatan fizikal dan kedamaian hati, membawa kebahagiaan, meningkatkan keyakinan dan tujuan hidup. Raja-raja dan para pemerintah negara memakai nilam untuk menampilkan wibawa dan sebagai pertahanan yg kuat terhadap bahaya. Keistimewaan dimata umum yang paling utama bagi batu nilam ini ialah menyerlahkan aura penarik bagi pemakainya. Batu yang istimewa ini ialah birthstone atau batu yang sesuai untuk mereka yang lahir pada bulan september.

13. BATU PIRUS (TURQUOISE)



Batu Pirus juga dipanggil sebagai "turqouise"dikenali ramai pecinta batu permata sebagai batu yang berwarna biru dan hijau dengan jaluran urat yang menarik dan unik terbentuk padanya. Batu pirus mempunyai campuran mineral tembaga, aluminium dan ferum (besi) yang memberikan peranan terhadap pembentukan warnanya. semakin biru warnanya menunjukkan kandungan tembaga didalamnya adalah tinggi dan jika warna hijaunya yang menonjol, menunjukkan kandungan ferum (besi) pula tinggi. Batu pirus direkodkan mempunyai kekerasan pada bacaan 5-6 pada skala Mohs. Ia banyak di jumpai di negara Iran, Afghanistan, Israel, Amerika dan negara Mexico. Biasanya batu ini banyak dipakai oleh mereka yang berumur 40 tahun keatas. Peminat batu ini begitu teruja dengan pirus kerana keindahan dan keunikan urat-urat batunya yang terbentuk dengan menarik dan cantik. Batu pirus yang paling terkenal dan tinggi harganya dipasaran ialah pirus berwarna biru atau hijau dari negara Iran yang tidak memiliki jaluran atau corak diatasnya. Khasiat yang menjalari batu istimewa ini dipercayai membantu dalam proses penyembuhan penyakit, memberikan ketenangan minda dan membuka aura kekuatan diri khususnya kekuatan dalaman atau rohani.



FAHAMI HAKIKAT PEMAKAIAN BATU CINCIN DAN PERMATA
Sebagai seorang muslim kita mesti meletakkan 100% pergantungan kita kepada Allah SWT. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali dengan izin Allah dan tiada suatupun yang bisa membawa mudharat melainkan dengan izin Allah jua. Pemakaian dan penggunaan batu ataupun apa saja benda-benda yang mempunyai kelebihan padanya (dengan izin Allah) adalah tidak salah, akan tetapi mestilah benar-benar/ sungguh difahami dan yakin akan hakikat penggunaan / pemakaiannya.Batu atau kayu atau apa-apa saja benda yang istimewa adalah anugerah Allah yang sememangnya tidak sia-sia penciptaannya. Seperti garam yang bersifat masin, begitulah juga batu-batu yang istimewa ini bersifat dengan sifat yang wujud padanya masing-masing. Hanya orang yang tahu (berilmu) sahaja yang dapat mengambil manafaat daripadanya. Silalah fahami bahawa Batu-batu tersebut tidak mempunyai kuasa. Batu-batu tersebut hanyalah mempunyai kelebihan/ keistimewaan dengan sifat yang ada padanya tetapi kuasa mutlak adalah ditangan Allah. Jadi janganlah lari daripada penggantungan kita sepenuhnya kepada Allah jua. Semoga anda semua mendapat kefahaman yang sungguh tentang hakikat pemakaian batu permata dan beroleh kejayaan dalam cita-cita serta tujuan anda selagi anda tetap diatas jalan Allah

sumber : http://daniemarketing.blogspot.com/2012/01/kenali-13-jenis-batu-batu-cincin-serta.html

Wednesday, December 4, 2013

Jenis Jenis Pantun Anak beserta Contohnya

Jenis Jenis Pantun Anak beserta Contohnya

Ayam kinantan terbang mengekas,
hinggap di ranting bilang-bilang,
Melihat bunda pulang lekas,
hatiku besar bukan kepalang.

Berangan besar di dalam padi,
rumpun buluh dibuat pagar.
Jangan syak di dalam hati,
maklum pantun saya belajar.

Beringin di tepi kolam
buaya besarang di bawahnya
hati ingin hendak belajar
orang tua sayang melepaskannya

Cempedak diluar pagar,
tarik galah tolong jolokkan.
Saya budak baru belajar,
kalau salah tolong tunjukkan

Dimana pada takkan luluh,
padi basah tidak ditampi.
Di mana hati takkan rusuh,
bunda hilang bada berbini.

Elang berkulit tengah hari,
Cenderawasih mengirai kapak.
Alangkah sakitnya berbapa tiri,
awak menangis disangkanya gelak.

Elok rupanya kumbang janti,
dibawa itik pulang petang.
Tidak berkata besar hati,
melihat ibu sudah datang.

Hiu beli belanak beli
udang di manggung beli pula.
Adik benci kakak pun benci,
orang di kampung benci pula.

Jawi hitam tidak bertanduk
memakan rumput di atas munggu.
Lihatlah ayam tak berinduk,
demikian hidip anak piatu.

kayu jati bertimbal jalan.
turun angin patahlah dahan.
ibu mati bapa berjalan,
kemana untuk diserahaka.

kayu rusak ambil petanak,
masuklah pauh diperam serang.
baju tidak celana tidak
kakak jauh di rantau orang.

Lurus jalan ke payakumbuh
kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati takkan rusuh
ibu mati bapa berjalan

Manis sungguh tebu seberang,
dari akar sampai ke pucuk,
Manis sungguh mulut orang,
kita menangis jadi terpujuk

merpati terbang ke jalan,
ikan belanak makan karang.
Bunda mati,bapak berjalan,
melarat anak tinggal seorang

Orang bandung memintal kapas,
anak cina berkancing tulang.
Ayah kandung pulanglah lekas,
anak anda rindu bukan kepalang.

Orang padang pergi ke pauh
sampai di Pauh membeli lokan.
Bunda kandung berjalan jauh,
tergemang anak tertinggalkan.

Padi pulut di dalam bendang
banyak rumput dari jerami.
Mulut kita disuapi pisang,
ekor dikait dengan duri.

pecah canggkit,cawan pinggan,
emas derai dalam geleta.
Sejak anak bunda tinggalkan,
gila berurai air mata.

Ramai orang berorak-sorak,
menepuk gendang dengan rebana.
Alang besarnya hati awak,
mendapat baju dengan celana.

Rumpun buluh dibuat pagar,
cempedak dikerat-kerati.
Maklumlah pantun saya belajar,
saya budak belum mengerti.

Sayang pisang tiada berjantung,
bunga keluar dari kelopak.
Penat sangat ibu mendukung,
adik tak juga mau gelak.

Selem pada berlari-lari
mengejar musang dengan kera.
Daripada tinggal dengan bunda tiri,
baiklah hidup sebatang kara.

Tanamlah banyam sambil duduk
lihatlah ayam bertinduk.
Tanam di dekat pinggir paya,
begitu macam untung saya.

Tengah rembang panas teduh,
peluh di badan habis bertitik.
Ayuhai saudara jangan bergaduh,
lihadah bunda sudah berbalik.

sumber : http://artikelampuh.blogspot.com/2013/08/pantun-anak-anak.html

Friday, November 29, 2013

Laporan Prakerin Otomotif

Laporan Prakerin Otomotif




BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Seiring dengan perubahan Zaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pun semakin pesat dan mengglobal. Hal ini membawa perubahan terhadap segala aspek kehidupan manusia dan menuntut manusia mengembangkan pola pikir dan cara kerja yang lebih cepat, efektif dan efisien. Tidak dapat di pungkiri bahwa setiap organisasi atau badan usaha untuk dapat tetap bertahan di dunia persaingan pasar bebas harus aktif mengikuti perkembangan dan untuk mewujudkan peningkatan serta perkembangan suatu organisasi harus mengembangkan bahkan melakukan perubahan dalam system, di antaranya system otomotif dan untuk mewujudkannya harus di dukung teknologi dan informasi otomotif yang handal.
Bengkel “CV. COMBOS” merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa otomotif, yang bertujuan memudahkan para pengguna kendaraan roda empat dalam hal perbaikan, dengan adanya perkembangan dari tahun ketahun tersebut baik itu di lihat dari segi bertambahnya pengguna kendaraan roda empat yang ada maka banyak permasalahan yang di temui dalam penanganan kendaraan roda empat yang jenis lebih canggih.




1
B. Rumusan Masalah
Dalam penulisan laporan ini penulis akan memaparkan masalah mengenai:
SYSTEM PENDINGIN MESIN
· Bagaimana cara mengatasi mesin overheating dan air Radiator cepat habis ?




























2
C. Tujuan Penulisan Laporan

Sebagai tugas akhir Prakerin, siswa diwajibkan membuat laporan akhir yang meliputi seluruh kegiatan selama prakerin. Laporan ini merupakan bentuk pertanggung jawaban siswa yang akan dipresentasikan pada saat ujian lisan. Berikut ini adalah beberapa tujuan pembuatan laporan prakerin

1. Memantapkan siswa dalam pengembangan dan penerapan pelajaran dari sekolah di institusi tempat prakerin.

2. Siswa mampu mencari alternatif lain dalam pemecahan masalah analisiskimia secara lebih rinci dan mendalam.

3. Siswa dapat mengumpulkan dan mengolah informasi yang telah diperolehsehingga dapat ditampilkan dalam bentuk laporan dan presentasi.

4. Siswa dapat membuat laporan kerja dan bertanggung jawab atas tugasyang telah diberikan.

5. Menambah koleksi pustaka di perpustakaan sekolah maupun di institusitempat prakerin sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan, baik bagi penulis maupun bagi pembaca




3
D. Manfaat Penulisan Laporan
1. Bagi Siswa
· Dapat menambah pengalaman kerja didalam dunia usaha.
· Agar siswa mempunyai wawasan yang lebih luas tentang dunia kerja nyata, khususnya tentang sistem pendingin pada kendaraan
bermotor roda 4.
2. Bagi Instansi/DUDI
· Membantu memperingan beban kerja Instansi/DUDI.
· Adanya sinkronisasi antara Instansi/DUDI dengan pihak sekolah.











4
BAB II PEMBAHASAN
A. Landasan Teori

1. Fungsi System

Pada system pendingin air memiliki konstruksi yang lebih rumit dibanding pendingin udara, akan tetapi memilik banyak kelebihan dibanding pendingin udara, diantaranya mesin menjadi relative aman karena disekeliling silinder dikelilingi oleh air pendingin, air juga bisa meredam bunyi yang belebihan dalam mesin.


System ini berfungsi untuk menjaga temperatur kerja mesin dan mencegah mesin over heating. Komponen-komponennya :
A. Nama Komponen :
1. Radiator
2. Slang Karet (upper hose)
3. Slang Karet (lower hose)
4. Thermostat
5. Kipas (fan)
6. Pompa Air (water pump)
7. Kantong air (Water Jacket)



5
1. Fungsi Komponen-komponen Sistem Pendinginan Mesin :

radiator

Radiator berfungsi mendinginkan cairan pendingin yang telah menjadi panas setelah melalui saluran water jacket.

radiator cap

Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan dan menstabilkan tekanan air dalam sistem pendinginan (mengatur tekanan air)

reservoir

Reservoir berfungsi sebagai persediaan air dan untuk menyeimbangkan perbedaan volume air pendingin akibat panas

hose

Slang Karet (upper hose dan lower hose ) berfungsi memindahkan air pendingin dari/ke water jacket melalui radiator

thermostat

Thermostat berfungsi sebagai katup yang membuka dan menutup secara otomatis sesuai temperatur cairan pendingin.

fan

Kipas Pendingin (fan) berfungsi menambah pendinginan pada radiator untuk membantu mempercepat penyerapan radiasi panas ke udara luar.

water pump

Pompa Air (water pump) berfungsi mengirimkan cairan pendingin melalui sistem pendingin dengan tekanan.
6

water jacket

Kantong Air (Water Jacket) berfungsi sebagai tempat bersirkulasinya air pendingin di dalam mesin untuk menyerap panas pembakaran secara langsung.




















8
2. CARA KERJA SISTEM PENDINGINAN

Air pendingin bersirkulasi di water jacket untuk mendinginkan mesin yang panas itu. Ketika air pendingin telah panas maka air pendingin itu akan masuk ke radiator setelah melalui thermostat yang mengaturnya. Di radiator air pendingin yang panas itu akan didinginkan oleh kipas radiator dan sirip-sirip radiator dan ketika proses pendinginan telah selesai maka akan menuju kembali ke mesin untuk mendinginkan mesin. Pompa air mempercepat proses pendinginan itu.








9
B. Trooble Sooting (Analisis Kerusakan dan Perbaikan)
Kerusakan yang terjadi pada system pendinginan dan cara mengatasinya
Proses pendinginan pada mesin terganggu apabila terdapat gangguan pada komponen system pendinginan mesin itu sendiri. Hal ini dapat di
identifikasikan melalui pemeriksaan yang dilakukan. Apabila pada system
pendinginan sudah terdapat kelainan-kelainan, di ikuti
penurunan daya dari mesin.

1. Terjadi Over heating
Terjadinya over heating dapat dilihat pada temperatur air pendingin yang
selalu tinggi (jauh diatas temperatur kerjanya). Jika hal ini terjadi berarti over
heating. Dari neraca panas hal ini sebetulnya akan menurunkan kerugian panas
karena pendinginan. Tetapi dengan kenaikan temperatur mesin yang
diamati pada air pendingin ini selanjutnya akan menyebabkan beberapa
komponen mesin mangalami perubahan bentuk yang berlebihan akibat
pemuaiannya seperti piston pada silinder. Akibat lanjutan yang dapat dirasakan
adalah adanya kenaikan kerugian akibat gesekan.
Secara prinsip penyebab dari over heating adalah aliran dari air pendingin
dan udara pada radiator yang mengalami gangguan.


Penyebab terganggunya sistem pendinginan:
Termostat Tidak Bekerja/Macet
Penyebab termostat tidak bekerja:
Termostat berfungsi mengatur sirkulasi air agar kerja mesin maksimal
pada temperatur yang sesuai. Termostat yang macet pada saat tertutup dapat
menyebabkan mesin menjadi overheating dan termostat yang macet pada saat
terbuka dapat menyebabkan mesin menjadi overcooling. Penyebabnya karena
termostat sudah lama dan tidak mampu bekerja dengan baik jadi pegas-pegasnya sudah tidak mampu untuk membuka termostat itu.
Cara mengatasinya:
Kedua gejala tersebut dapat merusakkan bagian dari mesin dan tenaga
yang dihasilkan menjadi turun.
Setelah di uji termostat tidak dapat membuka dan tidak dapat bekerja pada
waktunya, sudah waktunya termostat tersebut harus diganti.
Pengujian termostat dilakukan untuk mengetahui kondisinya dengan
cara: Pemeriksaan thermostat, dengan cara sebagai berikut :
1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap, kemudian periksa temperatur pembukaan katup.
Gambar 7. Memeriksa kerja thermostat
Temperatur pembukaan katup : 80° - 90° C. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, thermostat perlu diganti.
2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, maka termostat perlu diganti. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih.
Gambar 8. Pemeriksaan tinggi kenaikan katup
Dan setelah diperiksa thermostat tdk terbuka lagi pada suhu air 82 derajat Celsius, berarti penyebab terjadinya mesin overheating terjadi pada komponen system pendingin yaitu Termostat .
Termostat diganti yang baru.
Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Mengeluarkan media pendingin mesin
b. Melepas saluran air keluar (selang karet atas)
c. Melepas tutup rumah thermostat, kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya.
d. Lalu ganti thermostat dengan yang baru.

Gambar benda kerja
1. Suhu diatas rata-rata (overheating)




27









28
C.Langkah pembongkaran dan Pemasangan
I. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin
Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas media pendingin. Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. Adapun pemeriksaan kualitas dan kapasitas media pendingin dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Pemeriksaan kapasitas media pendingin
Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir tank). Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Apabila jumlah air pendingin kurang, periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL.
b. Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin
Endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus sedikit. Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut :
1) Melepas tutup radiator. Pada saat membuka tutup radiator, mesin harus dalam keadaan dingin. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas, cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar.

29
2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras.
3) Menutup lubang penguras, kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan.
4) Memasang tutup radiator.
5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran.
6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan.

II. Pelepasan, Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air
Pompa air perlu diperiksa apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi, karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau, sudah tidak mampu menahan tekanan air. Dalam kenyataannya seringkali seal pompa tidak tersedia di pasaran, sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa, maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. Demikian pula pelepasan komonen-komponen
30
pompa. Pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan mengakibatkan kerja pompa tidak optimal. Selanjutnya dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berturut-turut prosedur pelepasan, pemeriksaan dan pemasangan pompa air. Prosedur pelepasan pompa air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Mengeluarkan media pendingin mesin
2) Melepas tali kipas, kipas, kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut :
· Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas
· Mengendorkan pivot dan baut penyetel, alternator, kemudian lepas tali kipas
· Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli
· Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida
3) Melepas pompa air
III. Pemeriksaan komponen pompa air
Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. Apabila diperlukan, bearing pompa air harus diganti
31
Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon.

Gambar 2. Pemeriksaan kopling fluida




Prosedur pelepasan komponen pompa air :
Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa, dudukan puli, bearing, satuan seal, rotor, gasket dan plat (lihat gambar 3). Nama komponen yang diberi tanda ◊ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen.




32
Gambar 3. Komponen pompa air

Adapun prosedur pelepasan komponen pompa air adalah sebagai berikut :
1) Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya (lihat gambar 4)


Cara melepas plat

2) Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres, tekan poros bearing dan lepas dudukan puli

Gambar 5. Cara melepas dudukan puli

33
3) Melepas bearing pompa dengan cara sebagai berikut :
o Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° – 85° C
o Menekan poros bearing dan melepas bearing dan rotor dengan menggunakan SST dan press
o Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan pres
Prosedur perakitan komponen pompa air :
1) Memasang bearing pompa dengan cara sebagai berikut :
o Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° – 85° C
o Menggunakan SST dan pres, tekan poros bearing dan lepas bearing dan rotor. Permukaan bearing harus rata dengan bodi pompa.
2) Memasang seal pompa dengan cara sebagai berikut :
o Oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa
o Menggunakan SST dan pres, pasang seal
3) Memasang dudukan puli menggunakan SST dan pres pada poros bearing pompa.
4) Memasang rotor menggunakan press pada poros bearing pompa. Permukaan rotor harus rata dengan permukaan poros bearing
5) Memasang plat pompa, periksa bahwa rotor tidak menyentuh plat pompa.
6) Memeriksa bahwa pompa air berputar lembut.
IV. Pelepasan, Pemeriksaan dan Pemasangan Thermostat
Thermostat adalah perangkat untuk mengatur suhu sistem sehingga suhu sistem dipertahankan dekat suhu setpoint yang diinginkan. Nama ini berasal dari kata
34
Yunani termos “panas” dan statos “berdiri”. Termostat bekerja dengan peralihan/pergantian antara pemanasan atau pendinginan perangkat on atau off, atau mengatur aliran cairan perpindahan panas yang diperlukan untuk mempertahankan suhu yang tepat. Termostat adalah alat vital mesin injeksi, suhu ideal mesin diatur secara akurat. Sistem pendinginan memiliki peranan alat amat vital dalam menjaga kinerja mesin agar tetap dalam kondisi stabil. Kinerja mesin paling efisien dan efektif terjadi pada suhu antara 82 - 93o C.

Fungsi Thermostat pada system pendingin mobil
Mesin mobil yang bekerja membutuhkan suatu komponen yang berfungsi untuk mendinginkan. Pada mobil yang berfungsi untuk mendinginkan mesin yang sedang bekerja adalah radiator mobil. Dan pada radiator tersebut terdapat suatu komponen yang sangat penting keberadaannya yaitu thermostat.
Thermostat dipasang di dalam radiador mobil sebagai komponen yang bertugas untuk mengontrol suhu kerja mesin. Fungsi thermostat sendiri adalah untuk memepercepat tercapainya suhu kerja mesin, dan mempertahankan temperatur mesin sehingga dicapai temperatur yang ideal ( berkisar antara 75 sampai 90 derajad Celcius ), selain itu juga mesin menjadi lebih irit BBM. Thermostat juga berfungsi untuk menjaga kestabilan temperatur kerja mesin sesuai keinginan pabrikan otomotif agar mesin dapat bekerja pada tingkat yang maksimal.

35
Pada saat mesin mulai dihidupkan, suhu masih rendah sehingga sirkulasi air pendingin akan melalui saluran by pass di mesin, karena pada suhu ini katup thermostat masih tertutup. Jika suhu mesin sudah mencapai minimal 75 derajat celcius cairan yang terdapat di sisi bawah perlahan – lahan akan mulai mendorong katup thermostat sehingga katup akan terbuka sehingga air radiator bisa melewatinya. Dan sebaliknya apabila suhu mesin menurun, cairan akan menyusut, dan katup thermostat akan terdorong oleh pegas sehingga akan tertutup dan air radiator mobil tidak akan melewatinya. Dari gerakan membuka dan menutup inilah akan dicapai suhu mesin yang ideal.
Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Mengeluarkan media pendingin mesin
b. Melepas saluran air keluar (selang karet atas)
c. Melepas tutup rumah thermostat, kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya.
Melepas tutup thermostat
36


Pemeriksaan thermostat, dengan cara sebagai berikut :
1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap, kemudian periksa temperatur pembukaan katup.
Gambar 7. Memeriksa kerja thermostat
Temperatur pembukaan katup : 80° - 90° C. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, thermostat perlu diganti.
2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, maka termostat perlu diganti. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih.




37
Gambar 8. Pemeriksaan tinggi kenaikan katup













38

BAB. III PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah 3 bulan penulis melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di Bengkel ‘’MANSYURIN’’ Parengan – Tuban, penulis dapat menarik kesimpulan sekaligus pelajaran:
 Penulis merasakan secara langsung beratnya beban kerja sebuah bengkel mobil.
 Penulis mendapat pelajaran untuk disiplin setiap saat.
 Penulis mendapatkan pengalaman untuk bekerja secara tekun, teliti dan sabar.
 Penulis dapat mengetahui dan mengenal komponen-komponen pada kendaraan roda 4.
 Penulis dapat mengetahui permasalahan yang sering muncul pada kendaraan roda 4 dan cara memperbaikinya.




39


B. SARAN
 Bagi Siswa
 Siswa sebaiknya menyiapkan mental dan fisik sebelum prakerin.
 Siswa harus disiplin dengan aturan lembaga instansi/DU/DI.
 Siswa sebaiknya menyelesaikan urusan administrasi sekolah sebelum berangkat PRAKERIN.
 Bagi Guru Pembimbing
 Guru pembimbing sebaiknya memonitoring lebih rutin terhadap siswa peserta PRAKERIN.
 Sebaiknya ketika Guru pembimbing memonitoring siswa, Guru pembimbing harus lebih interaktif dengan siswa.
Bagi Bengkel(DU/DI)
 Kerja sama yang baik terjalin selama ini antara SMK Negri 3 Gorontalo da instansi kiranya di pupuk terus dan tetap terpelihara serta di kembangkan untuk program pendidikan selanjutnya.
 Disiplin keja, waktu dan ketertiban sebaiknya di perhatikan serta si tingkatkan lagi untuk para siswa prakerin.
 Diharapkan pada tahun-tahun berikutnya tetap menerima siswa prakerin.

40

LEMBAR KONSULTASI


No.

Hari/tanggal

Koreksi masalah

Paraf pembimbing
1






2






3







Gorontalo, November 2012
Pembimbing sekolah

Romi Ambo, S.T

sumber : http://makasejo.blogspot.com/2012/12/contoh-laporan-prakerin.html

Tuesday, November 19, 2013

Laporan Difraksi Cahaya Pada Kisi

Laporan Difraksi Cahaya Pada Kisi




A. TUJUAN PERCOBAAN

Memahami asas kerja kisi.
Menentukan panjang gelombang garis spektrum yang dihasilkan difraksi kisi.

B. DASAR TEORI

Seberkas cahaya sejajar yang mengenai celah sempit yang berada di depan layar, maka pada layar tidak terdapat bagian yang terang dengan luas yang sama dengan luas celahnya, melainkan terdapat terang utama yang kiri kanannya dikelilingi garis/pita gelap dan terang secara berselang-seling. Peristiwa ini disebut difraksi. Suatu alat optik yang terdiri dari banyak sekali celah sempit pada jarak yang sama disebut kisi.

Apabila sebuah sinar tegak lurus mengenai sebuah kisi maka akan timbul difraksi. Difraksi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu difraksi Fresnel dan difraksi Fraunhoffer. Disebut difraksi Fresnel jika jarak layar kisi relatif dekat dan disebut difraksi Fraunhoffer jika jarak layar kisi relatif jauh. Difraksi Fraunhoffer dapat juga terjadi walaupun layar tidak jauh letaknya, dengan cara meletakkan sebuah lensa positif dibelakang kisi dan layar diletakkan pada titik api lensa tersebut.

Jika jarak antara dua celah yang beraturan (konstanta kisi) d dan sinar yang digunakan adalah monokromatis dengan panjang gelombang maka disuatu tempay pada layar akan terang apabila dipenuhi persamaan :

Dengan m = 1,2,3,… adalah tingkat atau orde difraksi dan adalah sudut deviasi sinar yang dialami setelah melewati kisi.

Ruas kiri persamaan (8.1) tidak lain adalah selisih panjang jalan yang dilalui oleh sinar dari celah berurutan. Persamaan di atas dapat ditulis

Apabila sinar yang digunakan polikromatis maka terjadilah garis spektrum yang letaknya satu sama lain berdampingandengan warna yang bermacam-macam tergantung pada panjang gelombangnya.

Dengan menggunakan metode triangulasi maka besarnya dapat diperoleh dengan mengukur jarak kisi ke layar dan jarak antara garis spektrum dan terang utama. Apabila jarak antara kisi telah diketahui maka dapat ditentukan pula,


C. DATA PERCOBAAN

Jarak kisi ke layar a = 31 cm

Lebar celah kisi 1 d1 = 1/1000 cm

Lebar celah kisi 2 d2 = 1/3000 cm

Lebar celah kisi 3 d3 = 1/6000 cm

Panjang gelombang warna merah dari tabel λm = (7,01 ± 0,11) x 10-5 cm

Panjang gelombang warna hijau dari table λh = (5,34 ± 0,08) x 10-5 cm

Posisi warna (x) merah dan hijau bagian kiri dan kanan terhadap terang utama pada orde ke-m disajikan dalam table berikut dengan x dalam satuan cm.
Warna Orde Kisi 1 Kisi 2 Kisi 3
ke-m x kiri x kanan x kiri x kanan x kiri x kanan
1 2 2 6.1 6 13.4 13.1
Merah 2 4 3.9 13.6 13.4 24.2 24
3 6.1 6 19.6 19.6 * *
1 1.6 1.6 5.5 5.4 10.9 10.6
Hijau 2 3.4 3.2 10.5 10.4 21.5 21.2
3 5.7 5.6 16 15.9 * *

D. ANALISIS DATA

Menentukan Panjang Gelombang Spektrum Warna Merah dan Hijau

Secara teoritis nilai λ warna tertentu akan sama untuk setiap kisi dan setiap orde baik untuk spektrum sebelah kiri dan setiap orde baik untuk spektrum sebelah kiri atau kanan. Dengan menggunkan pers. (8-4) , maka nilai dapat dihitung untuk masing-masing data pada tiap sel tabel di atas dan selanjutnya disajikan dalam tabel berikut :
kisi

Ori

entasi
m Merah Hijau
ke λ δλ = λ – (δλ)2 Λ δλ = λ - (δλ)2
(cm) (cm) (cm2) (cm) (cm) (cm2)
1 0.06213 -0.00791 6.3E-05 0.04967 -0.014 0.0002
kiri 2 0.06251 -0.00752 5.7E-05 0.05302 -0.010 0.00011
3 0.06424 -0.00579 3.4E-05 0.05989 -0.003 1.4E-05
1 1 0.06213 -0.00791 6.3E-05 0.04967 -0.014 0.0002
kann 2 0.06093 -0.00911 8.3E-05 0.0166 -0.047 0.00221
3 0.06315 -0.00688 4.7E-05 0.0588 -0.004 2.4E-05
1 0.06418 -0.00586 3.4E-05 0.05766 -0.006 3.6E-05
kiri 2 0.07665 0.006619 4.4E-05 0.05722 -0.006 4.2E-05
3 0.07979 0.009758 9.5E-05 0.06196 -0.001 2.9E-06
2 1 0.06309 -0.00695 4.8E-05 0.05658 -0.007 5E-05
kann 2 0.07535 0.005314 2.8E-05 0.05722 -0.006 4.2E-05
3 0.07979 0.009758 9.5E-05 0.06149 -0.002 4.7E-06
1 0.07542 0.005389 2.9E-05 0.0597 -0.003 1.6E-05
kiri 2 0.07931 0.009275 8.6E-05 0.06759 0.003 1.5E-05
3 0 0 0 0 0 0
3 1 0.07348 0.003443 1.2E-05 0.05788 -0.005 3.3E-05
kann 2 0.07841 0.008374 7E-05 0.06635 0.002 7.2E-06
3 0 0 0 0 0 0
∑ 1.12057 -1.4E-17 0.00089 0.89129 -0.127 0.00301
0.07004 0.06366
S 0.00221 0.01521

Jadi panjang gelombang spektrum warna merah adalah λm = (0,07004 ± 0,00221) cm.
Sedangkan panjang gelombang spectrum warna hijau λh = (0,06366 ± 0,01521) cm.
Jika dibandingkan dengan panjang gelombang berdasarkan tabel (teoritis) maka besarnya penyimpangan dapat dihitung dengan menggunakan rumus %

E. PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN

Dari data yang diperoleh pada saat percobaan dilakukan λ adalah:

Panjang gelombang warna merah sebesar λm = (0,07004 ± 0,00221) cm dengan persentase ralat sebesar 9,981 x 10-6 %.
Panjang gelombang warna hijau sebesar λh = (0,06366 ± 0,01521) cm dengan persentase ralat sebesar 1,191 x 10-5 %.

F. KESIMPULAN

Panjang gelombang spektrum warna merah lebih besar dari pada spektrum warna hijau.
Pada setiap orde panjang gelombang lebih kecil karena orde berbanding terbalik dengan panjang gelombang sesuai dengan persamaan

G. JAWABAN PERTANYAAN

Difraksi kisi terjadi ketika cahaya mengenai celah sempit pada kisi, jika cahaya monokromatis dilewatkan pada kisi akan terjadi difraksi yang menghasilkan bagian gelap dan terang tapi jika cahaya polikromatis dilewatkan pada kisi maka akan timbul spectrum warna.
Apabila menggunakan cahaya monokromatis akan terjadi tempat terang pada layar yang dipengaruhi oleh persamaan sin θ = m λ/d. pada percobaan kali ini tidak menggunakan monokromatis karena cahaya monokromatis ahnya mempunyai satu spektrum sehingga cahaya dapat terurai.
Pada prisma cahaya monokromatis yang uraikan terdiri dari kumpulan spektrum cahaya monokromatis (1 kesatuan), sedangkan pada kisi cahaya polikromatis diuaraikan oleh celah-celah kecil yang terdiri dari beberapa spektrum.
Warna merah pada spektrum difraksi kisi terletak pada posisi terjauh karena panjang gelombangnya paling besar.
Manfaat spektrum warna bagi ilmu pengetahuan dan industri adalah terapi (radiasi), diafragma pada kamera, dan fotolistrik.

sumber : http://poohdandan.wordpress.com/2010/07/29/laporan-praktikum-difraksi-kisi/

Laporan Praktikum Jembatan Wheatstone

 Laporan Praktikum Jembatan Wheatstone

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Rangkaian-rangkaian jembatan dipakai secara luas untuk pengukuran nilai-nilai komponen seperti tahanan, induktansi atau kapasitansi, dan parameter rangkaian lainnya yang diturunkan secara langsung dari nilai-nilai komponen, seperti frekuensi, sudut fasadan temperatur. Karena rangkaian jembatan hanya membandingkan nilai komponen yang tidak diketahui dengan komponen yang besarnya diketahui secara tepat, ketelitian pengukurannya tentu saja bisa tinggi sekali. Pada percobaan kami kali ini, kami akan membahas salah satu rangkaian jembatan tersebut.
Pada rangkaian dasar arus searah, kita menggenal rangkaian jembatan Wheatstone. Jembatan wheatstone adalah sebuah rangkaian untuk menentukan nilai hambatan yang belum diketahui,Hambatan dapat diukur apabila galvanometer menunjukkan nilai 0 atau kosong.Metode jembatan Wheatstone dapat di gunakan untuk mengukur hambatan listrik dengan teliti.

Tujuan Praktikum
Menentukan nilai hambatan sebuah resistor dengan rangkaian jembatan wheatstone.

Landasan Teori
Jembatan Wheatstone merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan hambatan suatu penghantar dengan teliti. Percobaan ini dilakukan dengan mengacu pada hukum Ohm dan hukum Kirchoff I.
HUKUM OHM : KUAT ARUS (I) DALAM SEBATANG KAWAT BERBANDING LURUS DENGAN TEGANGAN (V) DAN BERBANDING TEBALIK DENGAN HAMBATAN (R).
Persamaan hukum Ohm diatas dapat ditulis :
I=VR .......................(1)
HUKUM KIRCHOFF I: JIKA PADA SUATU TITIK BERTEMU BEBERAPA PENGHANTAR BERARUS, MAKA JUMLAH KUAT ARUS YANG MASUK SAMA DENGAN JUMLAH ARUS YANG KELUAR.
Atau I = 0 dimana arus masuk ditandai positif dan arus keluar ditandai negatif. Adapun rangkaian Jembatan Wheatstone dapat dijelaskan dengan gambar sebagai berikut :

Gambar. 1.1 Rangkaian Jembatan Wheatstone
Dengan mengatur besar dari R4 sedemikian rupa sehingga yang lewat galvanometer menjadi nol (jarum galvanometer menjadi nol), maka dalam keadaan demikian ini dikatakan rangkaian Jembatan Wheatstone dalam keadaan setimbang, jadi pada cabang BC tidak ada arus. Apabila keadaan itu telah tercapai, menurut hukum Ohm beda tegangan antara titik – titik B dan C = nol. Selanjutnya dapat dikatakan :
Karena i1 = i2 dan i3 = i4 maka :
Atau :
Andai kata R2 itu adalah tahanan yang diukur maka menurut persamaan di atas Apabila R3 dan R4 diganti kawat lurus dengan panjang L1 dan L2 yang homogen seperti gambar berikut maka :

Gambar. 1.2 Cara pengukuran rangkaian jembatan wheatstone

Rp : Rx = l2 : l1 sehingga Rx=R1R2 R3
Keterangan :
G = Galvanometer.
L2 dan L1 = Panjang kawat besi yang mempunyai penampang pada sepanjang kawat.
Rx = Hambatan Standart.
Rp = hambatan yang diukur besarnya.


BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM

Alat dan Bahan
Alat dan dahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
Galvano meter
Mistar
Jumper
Resistor
Nikelin
Catu daya
Gamabar Rangkaian

Gambar. 2.1 Rangkaian Jembatan Wheatstone

Prosedur Kerja
Langkah – langkah yang digunakan saat praktikum adalah :
Hubungkan rangkaian seperti tersebut di atas. Sumber daya dalam keadaan off.
Beritahu dahulu asisten atau pembimbing yang bertugas sebelum saklar dipindahkan
ke posisi on.
Geserkan kontak geser sepanjang kawat geser sedemikian rupa, sehingga saklar pada
galvanometer menunjukkan angka nol.
Catat tempat kedudukan kontak geser tersebut untuk menentukan l1 dan l2.
Ulangi percobaan tersebut di atas sebanyak empat kali lagi dengan merubah besar l1
sesuai dengan petunjuk asisten atau pembimbing yang bertugas.

Metode Analisa Data
Rumusan nilai Rx dapat diketahui dengan persamaan berikut sebagai berikut :
Rp x l2 = l1 x Rx
Rx= Rp x L1 / L2
Keterangan:
Rx = hambatan geser
Rp = hambatan yang diketahui nilainya
L1 = panjang penghantar 1
L2 = panjang penghantar 2

BAB III
ANALISA HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Data Hasil Percobaan
No V Sumber R1 (Ω) L1 (Cm) L2 (Cm) Rp pengukuran (Ω) Rp Teori ( Ω ) Error( % )
1 10 Volt 1K5 75 5 20060 22500 12.16
2 1k5 60 20 4310 4500 4.4
3 1k5 50 30 2430 2500 2.88
4 1k5 40 40 1525 1500 1.63
5 1k5 15 65 323 346.15 7.16


3.3 Pembahasan
Masih mengenaipenentuan besarnya tahanan suatu rangkaian. Kali ini kita jakan menghitung nilai hambatan sebuah resistor yang belum diketahui besarnya nilai dari hambatan resistortersebut. Untuk percobaan kita kali ini kita menggunakan jembatan wheatstone untuk menentukan besarnya hambatan. Jembatan wheatstone itu sendiri adalah suatu susunan rangkaian listrik yang digunakan untuk mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui harganya (besarnya).
Rangkaian jembatan wheatstone yang kami gunakan pada percobaan ini adalah sebagai berikut :

Gambar. 3.1 Rangkaian Jembatan Wheatstone
Untuk Rp atau dibaca dengan Reistorpotensio merupakan tahanan (resistor) yang nilainya dapat diubah-ubah. Dengan mengatur besarnya potensio makakita dapat menyetimbangkan rangkaian jembatan wheatstone tersebut.
Dengan menggunakan rangkaian ini kami dapat menentukan besarnya hambatan pada resistor potensio. Pada saat rangkaian tersebut mempunyai beda potensial sama dengan nol volt atau bisa dikatakan rangkaian tersebut dalam keadaan setimbang, artinya tidak ada arus yang melalui galvanometer. Kondisi ini terjadi bila tegangan dari titik C ke A sama dengan tegangan dari titik D ke A; atau dengan mendasarkan terminalnya, jika tegangan dari titik C ke B sama dengan tegangan dari titik D ke B. jadi jembatan adalah setimbang jika :
I1 Rp = I2 L1.....................(1)
Jika arus galvanometer adalah nol, kondisi-kondisi berikut juga dipenuhi :
I1 = I3 = VRp+Rx............(2)
danI2 = I4 = VL1+L2 ..............(3)
Dengan menhubungkan persamaan (1), (2), (3) dan menyederhanakannya, maka
diperoleh
RpRp+Rx = L1.L1 + L2............(4)
atau
Rp x L2 = L1 x RX
Dalam pengukuran, cara mengetahui kapan arus itu sama dengan nol, kita tidak perlu lagi menggunakan alat yang berlebihan (voltmeter dan amperemeter), cukup dengan satu galvanometer untuk melihat apakah ada arus listrik yang melalui rangkaian. Setelah melihat pengukuran galvanometer barulah kita bisa memasukkan persamaan Rp x l2 = L1 x RX yang kemudian dengan perbandingan tersebut kita dapat menentukan besarnya Rp dengan aljabar sederhana
Rp = Rx × L1/ L2
Perhatikan percobaan kami. Dalam percobaan kami, kami mencoba untuk mengukur kesesuaian antara teori (persamaan di atas) dengan praktek aslinya. Apakah teori dengan praktek itu sesuai atau tadak? Untuk l sendiri kita menggunakan kawat berbahan nikelin pada data percobaan pertama untuk L1 = 75 cm dan L2 = 5 cm didapatkan Rp sebesar 20,096kΩ, namun bagaimana dengan hasil Rp teori? Rp teori kita hitung dangamn persamaan di atas. Rx sebesar 1,5 kΩ kita kali dengan L1 sebesar 75 cm kemudian kita bagi dengan L2 yaitu sebesar 5 cm. Dan hasilnya menunjukkan Rp teori sebesar 22,5 kΩ. Untuk mengetahui apakah Rp teori dengan Rp praktek sesuai atau tidak maka kita coba untuk menghitung Error persennya (E%) jika melebihi 30% maka dapat dikatakan bahwa
praktikum ini gagal. E% ini dapat kita hitung dengan persamaan :

Error( % ) = (Rp perhitungan-Rp pengukuran)/(R pengukuran) X 100
Error( % ) = (22.5-20.06)/20.06 X 100
= 12.16 %

Untuk percobaan di atas kita hitung dan hasilnya adalah 12.16% artinya praktek. Praktek ini sedikit menyimpang dengan teori yang sebenarnya.Hal ini dipengaruhi oleh beberapa sebab seperti waktu kami menghitung R potensio masih ada arus yangmengalir pada galvanometer, penyebab lainnya adalah Rx yang tidak dapat mengimbangi beban dari R potensio yang menyebabkan hasil Rp praktek berbeda jauh hasil Rp teori.Jika kita kaji lebih dalam lagi kita ketahui bahwa R potensio berbanding lurus dengan Rx dan L1, berbanding terbalik dengan L2. Hal ini membuktikan bahwa kita dapat menyimpulkan kalau semakin panjang L1 semakin besar pula nilai R potensio, begitu jugadengan sebaliknya semakin besar L2 maka semakin kecil Rp.


BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Dalam praktihum yang telah kami lakukan dapat disimpulkan beberapa hal :
Jika galvanometer menunjukkan angka nol, maka tidak ada arus yang mengalir melalui galvanometer.
Ketika galvanometer menunjukkan angka nol, maka tegangan pada ujung-ujung galvanometer adalah sama.
Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi atau mengukur arus listrik pada suatu rangkaian.
Besarnya R potensio dipengaruhi oleh L1 , L2, dan Rx.
Semakin panjang L1 maka semakin besar pula hambatan R potensio.
Semakin panjang L2 maka semakin kecil hambatan R potensio.
R potensio adalah suatu tahanan yang dapat diubah-ubah nilainya.
Dengan mengatur R potensio kita dapat menyetimbangkan jembatan wheatstone.

3.2 Perhitungan

Untuk Menghitung nilai Rpotensio agar rangkaian jembatan wheatstone setimbang gunakan rumus Rp= RX.L1/L2

Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 75 / 5
= 22.5K
Error (%) = 22.5 – 20.06 / 22.5 .100
= 12.16 %
Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 60 / 20
= 4.5K
Error (%) = 4.5 – 4.31 / 4.31 .100
= 4.4 %
Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 50 / 30
= 2.5K
Error (%) = 2.5 – 2.43 / 2.43 .100
= 2.8 %
Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 40 / 40
= 1.5K
Error (%) = 1.5 – 1.525 / 1.525 .100
= 1.63%
Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 15 / 65
= 346.15 ohm
Error (%) = 346.15 – 323 / 323 .100
= 7.16 %

sumber : http://rohmandniaer.blogspot.com/2012/04/praktikum-jembatan-wheatstone.html

Saturday, November 16, 2013

Laporan Praktikum Watak Lampu Pijar

Laporan Praktikum Watak Lampu Pijar






Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya.[1] Kaca yang menyelubungi filamen panas tersebut menghalangi udara untuk berhubungan dengannya sehingga filamen tidak akan langsung rusak akibat teroksidasi.[2]

Lampu pijar dipasarkan dalam berbagai macam bentuk[3] dan tersedia untuk tegangan (voltase) kerja yang bervariasi dari mulai 1,25 volt[4] hingga 300 volt.[5] Energi listrik yang diperlukan lampu pijar untuk menghasilkan cahaya yang terang lebih besar dibandingkan dengan sumber cahaya buatan lainnya seperti lampu pendar dan diode cahaya, maka secara bertahap pada beberapa negara peredaran lampu pijar mulai dibatasi.[6][7]



Di samping memanfaatkan cahaya yang dihasilkan, beberapa penggunaan lampu pijar lebih memanfaatkan panas yang dihasilkan, contohnya adalah pemanas kandang ayam, [8] dan pemanas inframerah dalam proses pemanasan di bidang industri.




Pengembangan lampu pijar sudah dimulai pada awal abad XIX.[2][9][10][11] Sejarah lampu pijar dapat dikatakan telah dimulai dengan ditemukannya tumpukan volta oleh Alessandro Volta.[10] Pada tahun 1802, Sir Humphry Davy menunjukkan bahwa arus listrik dapat memanaskan seuntai logam tipis hingga menyala putih[2]. Lalu, pada tahun 1820, Warren De la Rue merancang sebuah lampu dengan cara menempatkan sebuah kumparan logam mulia platina di dalam sebuah tabung lalu mengalirkan arus listrik melaluinya.[9] Hanya saja, harga logam platina yang sangat tinggi menghalangi pendayagunaan penemuan ini lebih lanjut.[9][11] Elemen karbon juga sempat digunakan, namun karbon dengan cepat dapat teroksidasi di udara; oleh karena itu, jawabannya adalah dengan menempatkan elemen dalam vakum.[2]

Pada tahun 1870-an, seorang penemu bernama Thomas Alva Edison dari Menlo Park, negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, mulai ikut serta dalam usaha merancang lampu pijar.[2][9] Dengan menggunakan elemen platina, Edison mendapatkan paten pertamanya pada bulan April 1879.[2] Rancangan ini relatif tidak praktis namun Edison tetap berusaha mencari elemen lain yang dapat dipanaskan secara ekonomis dan efisien.[2] Pada tahun yang sama, Sir Joseph Wilson Swan juga menciptakan lampu pijar yang dapat bertahan selama 13,5 jam.[11] Sebagian besar filamen lampu pijar yang diciptakan pada saat itu putus dalam waktu yang sangat singkat sehingga tidak berarti secara komersial.[2] Untuk menyelesaikan masalah ini, Edison kembali mencoba menggunakan untaian karbon yang ditempatkan dalam bola lampu hampa udara hingga pada tanggal 19 Oktober 1879 dia berhasil menyalakan lampu yang mampu bertahan selama 40 jam.[2]

Konstruksi[sunting | sunting sumber]




Komponen utama dari lampu pijar adalah bola lampu yang terbuat dari kaca, filamen yang terbuat dari wolfram, dasar lampu yang terdiri dari filamen, bola lampu, gas pengisi, dan kaki lampu.[12]

Incandescent light bulb.svg

Bola lampu

Gas bertekanan rendah (argon, neon, nitrogen)

Filamen wolfram

Kawat penghubung ke kaki tengah

Kawat penghubung ke ulir

Kawat penyangga

Kaca penyangga

Kontak listrik di ulir

Sekrup ulir

Isolator

Kontak listrik di kaki tengah

Bola lampu[sunting | sunting sumber]

Selubung gelas yang menutup rapat filamen suatu lampu pijar disebut dengan bola lampu. Macam-macam bentuk bola lampu antara lain adalah bentuk bola, bentuk jamur, bentuk lilin, dan bentuk lustre.[13] Warna bola lampu antara lain yaitu bening, warna susu atau buram, dan warna merah, hijau, biru, atau kuning.[13]

Gas pengisi[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya bagian dalam bola lampu pijar dibuat hampa udara namun belakangan diisi dengan gas mulia bertekanan rendah seperti argon, neon, kripton, dan xenon atau gas yang bersifat tidak reaktif seperti nitrogen sehingga filamen tidak teroksidasi.[1] Konstruksi lampu halogen juga menggunakan prinsip yang sama dengan lampu pijar biasa[1], perbedaannya terletak pada gas halogen yang digunakan untuk mengisi bola lampu.

Kaki lampu[sunting | sunting sumber]

Dua jenis kaki lampu adalah kaki lampu berulir dan kaki lampu bayonet yang dapat dibedakan dengan kode huruf E (Edison) dan B (Bayonet), diikuti dengan angka yang menunjukkan diameter kaki lampu dalam milimeter seperti E27 dan E14.[12]

Operasi[sunting | sunting sumber]




Pada dasarnya filamen pada sebuah lampu pijar adalah sebuah resistor.[1] Saat dialiri arus listrik, filamen tersebut menjadi sangat panas, berkisar antara 2800 derajat Kelvin hingga maksimum 3700 derajat Kelvin.[14]. Ini menyebabkan warna cahaya yang dipancarkan oleh lampu pijar biasanya berwarna kuning kemerahan.[15] Pada temperatur yang sangat tinggi itulah filamen mulai menghasilkan cahaya pada panjang gelombang yang kasatmata.[1] Hal ini sejalan dengan teori radiasi benda hitam.[16]

Indeks renderasi warna menyatakan apakah warna obyek tampak alami apabila diberi cahaya lampu tersebut dan diberi nilai antara 0 sampai 100.[12] Angka 100 artinya warna benda yang disinari akan terlihat sesuai dengan warna aslinya. Indeks renderasi warna lampu pijar mendekati 100.[12][17]







Foto yang sangat diperbesar dari filamen lampu pijar 200 Watt.

Lampu putus[sunting | sunting sumber]

Karena temperatur kerja filamen lampu pijar yang sangat tinggi, lambat laun akan terjadi penguapan pada filamen.[1] Variasi pada resistansi sepanjang filamen akan menciptakan titik-titik panas pada posisi dengan nilai resistansi tertinggi.[18]. Pada titik-titik panas tersebut filamen wolfram akan menguap lebih cepat yang mengakibatkan ketebalan filamen akan semakin tidak merata dan nilai resistansi akan meningkat secara lokal; ini akan menyebabkan filamen pada titik tersebut meleleh atau menjadi lemah lalu putus.[1] Variasi diameter sebesar 1% akan menyebabkan penurunan umur lampu pijar hingga 25%.[19]

Selain menyebabkan putusnya lampu, penguapan filamen wolfram juga menyebabkan penghitaman lampu. Elemen wolfram yang menguap pada lampu pijar akan mengendap pada dinding kaca bola lampu dan membentuk efek hitam. [20] Lampu halogen menghambat proses ini dengan proses siklus halogen.[20]

Efisiensi[sunting | sunting sumber]




Efisiensi lampu atau dengan kata lain disebut dengan efikasi luminus[12] adalah nilai yang menunjukkan besar efisiensi pengalihan energi listrik ke cahaya dan dinyatakan dalam satuan lumen per Watt. Kurang lebih 90% daya yang digunakan oleh lampu pijar dilepaskan sebagai radiasi panas dan hanya 10% yang dipancarkan dalam radiasi cahaya kasat mata.[21]

Pada tegangan 120 volt, nilai keluaran cahaya lampu pijar 100W biasanya adalah 1.750 lumen, maka efisiensinya adalah 17,5 lumen per Watt.[22] Sementara itu pada tegangan 230 volt seperti yang digunakan di Indonesia, nilai keluaran bolam 100W adalah 1.380 lumen[23] atau setara dengan 13,8 lumen per Watt. Nilai ini sangatlah rendah bila dibandingkan dengan nilai keluaran sumber cahaya putih "ideal" yaitu 242,5 lumen per Watt, atau 683 lumen per Watt untuk cahaya pada panjang gelombang hijau-kuning di mana mata manusia sangatlah peka.[1] Efisiensi yang sangat rendah ini disebabkan karena pada temperatur kerja, filamen wolfram meradiasikan sejumlah besar radiasi inframerah.

Pada tabel di bawah ini terdaftar tingkat efisiensi pencahayaan beberapa jenis lampu pijar biasa bertegangan 120 volt[22] dan beberapa sumber cahaya ideal.

Jenis Efisiensi lampu lumen/Watt

Lampu pijar 40 Watt 1.9% 12.6[22]

Lampu pijar 60 Watt 2.1% 14.5[22]

Lampu pijar 100 Watt 2.6% 17.5[22]

Radiator benda hitam 4000 K ideal 7.0% 47.5[24]

Radiator benda hitam 7000 K ideal 14% 95[24]

Sumber cahaya monokromatis 555 nm (hijau) ideal 100% 683[1][25]

Karena efisiensi lampu pijar yang sangat rendah, beberapa pemerintah negara mulai membatasi peredaran lampu pijar. Contoh negara-negara yang mulai membatasinya adalah Australia[26], Amerika Serikat[7], Brasil[7], Inggris Raya[7], Irlandia[7], Kanada[7], Kuba[7], Selandia Baru[7], Swiss[7], Uni Eropa[7] dan Venezuela[7].

Referensi[sunting | sunting sumber]




^ a b c d e f g h i (en)Klipstein, Donald L. (2006). "The Great Internet Light Bulb Book, Part I". Diakses 2010-04-10.

^ a b c d e f g h i (en)Gale Cengage; Stacey L. Blachford (2006). ""Light Bulb." How Products are Made". eNotes.com. Diakses 2010-04-23.

^ (en)"buylighting.com: Incandescent Light Bulbs". Diakses 2010-04-23.

^ (en)"Round MES Type (E10) : Small Bulbs & Lamps : Maplin". Diakses 2010-04-23.

^ (en)"GE 16317 50A19 at eLightBulbs.com". Diakses 2010-04-23.

^ (en) "LED Efficiency Comparison" (dalam bahasa Inggris). EcoLEDLighting.com. Diakses 2010-05-02. Unknown parameter |filetype= ignored (help)

^ a b c d e f g h i j k (en)Derbyshire, David (7 January 2009). "Revolt! Robbed of their right to buy traditional light bulbs, millions are clearing shelves of last supplies". The Daily Mail. Diakses 2010-04-10. Untuk daftar negara lihat pada bagian "What Happens Overseas?"

^ Edlyn, Edith; Surisdiarto; dan M. Halim Natsir (2008). "PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG AFKIRAN KACANG SHANGHAI SEBAGAI PENGGANTI JAGUNG DALAM PAKAN TERHADAP PENAMPILAN AYAM PEDAGING" (PDF). Laboratorium Lapang Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Diakses pada 10 April 2010.

^ a b c d (Inggris) Bellis, Mary. "The History of Incandescent Lightbulb" (dalam bahasa English). About.com. Diakses 2010-04-23.

^ a b (Inggris) Covington, Edward (2010-02-22). ""Early Incandescent Lamp"" (dalam bahasa English). Diakses 2010-04-23.

^ a b c (Inggris) "The History of the light bulb". National Science Foundation: Interactive Nano-Visualization in Science and Engineering Education. Diakses 2010-04-23.

^ a b c d e SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung, Badan Standardisasi Nasional, 2001

^ a b SNI 04-1704-1989 Persyaratan keamanan lampu berfilamen tungsten untuk penerangan rumah tangga dan penerangan umum yang sejenis, Badan Standardisasi Nasional, 2006

^ (en)Eng; Glenn Elert (1999). "Temperature of an Incandescent Light Bulb". Diakses 2010-04-10. Unknown parameter |First= ignored (|first= suggested) (help)

^ (en)Sutton, Ed. "Basic Color Temperature: Illustrated Photography". Diakses 2010-04-23.

^ (en)Elert, Glenn (2010). "Blackbody Radiation - The Physics Hypertextbook". Diakses 2010-04-10.

^ Gunawan, Tanto (2008). "Optimalisasi sistem tata cahaya buatan studi kasus: ruang rawat inap RS. Spesialis Husada Utama Surabaya". Universitas Kristen Petra. Diakses 2010-04-10.

^ Kane, Raymond; Sell, Heinz. Revolution in Lamps: A Chronicle of 50 Years of Progress (dalam bahasa Inggris) (ed. 2nd). The Fairmont Press, Inc. ISBN 0-88173-378-4. Text " year 2001" ignored (help)

^ Incandescent Lamps, Publication Number TP-110, Nela Park, Cleveland, OH: General Electric Company, 1964

^ a b "Buku Informasi Otomotif Perbaikan Kendaraan Ringan: Sistem Lampu Depan". Badan Pelatihan Nasional. 2002. Diakses 2010-04-10.

^ "LHE, Hematkah?" (PDF). Lembaga Penelitian dan Kajian Teknik Aplikatif Universitas Gadjah Mada. 2009. Diakses 2010-04-10..

^ a b c d e (en)Keefe, T.J. (2007). "The Nature of Light". Diakses 2007-11-05.

^ (de)"Standardlampen matt". Diakses 2010-04-10.

^ a b (de)Anteil sichtbarer Strahlung eines schwarzen Strahlers - Proporsi spektrum cahaya kasat mata dari radiasi benda hitam.

^ Lihat (en)fungsi luminositas.



^ (en)"Phase-out of inefficient incandescent light bulbs". Department of the Environment, Water, Heritage and the Arts. Diakses 2010-04-10.

http://id.wikipedia.org/wiki/Lampu_pijar