Sunday, July 3, 2016

Cara Menghitung Zakat Maal

Saudaraku, Sudahkah kamu mengingatkan keluargamu untuk membayar zakat? Jika belum, bangunlah untuk menyelamatkan mereka dari adzab neraka. Selain zakat fitrah ada satu jenis lagi yaitu zakat maal. Dan harta yang dikeluarkan zakatnya itu tidak akan berkurang, melainkan akan terus bertambah dan bertambah.

“…DAN orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu disetrika (dibakar) dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka. (Lalu dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (at-Taubah: 34-35)

Dari Azzuhri, dari Khalid bin Aslam, ia berkata kami keluar bersama Abdullah bin Umar lalu ia berkata: "Ini (adalah) sebelum diturunkannya perintah zakat, lalu ketika perintah zakat diturunkan, Allah menjadikannya sebagai pembersih harta." (HR Bukhari)

Jika ada yang bertanya, bagaimana cara mnghitungnya?
Cara menghitungnya mudah. Jika saat ini sseorang punya harta yang jumlahnya melebihi nishob, entah nishob emas(91 3/7 gram emas 24 karat) atau nishob perak (595 gram perak 24 karat). Dan telah berlalu satu tahun (haul) ia menyimpannya. Maka wajib zakat 2,5%.
Contohnya jika saya hari ini tanggal 29 ramadhan 1437 H memiliki uang Rp 6.740.000. Berarti ini melebihi nishob perak, misalnya harga perak pergram = 11.000 maka 11.000 x 595= Rp 6.546.000 Walaupun belum mencapai nishob emas. Setelah berlalu satu tahun pada 29 ramadhan 1438 H, hartanya ternyata berjumlah 8.740.000. Maka zakatnya = 2,5% x 8.740.000 = Rp 218.500.

Jika ada yang bertanya, apakah ada zakat profesi setiap bulan?
Maka zakat profesi yang dikeluarkan setiap bulan tidak ada dalilnya. Tapi yang benar adalah hendaknya orang yang mendapat gaji merinci gaji yang diterimanya. Setelah ia mengeluarkan untuk kebutuhan pokoknya dan keluarga, keluarga yang perlu santunannya, sedekahnya. Dan pada akhir tahun (haul) jumlah yang tersisa melebihi nishob maka wajib dikeluarkan zakatnya. Jika tidak, maka tidak wajib zakat walaupun cuma sebutir rupiah.