Friday, November 29, 2013

Laporan Prakerin Otomotif

Laporan Prakerin Otomotif




BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Seiring dengan perubahan Zaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pun semakin pesat dan mengglobal. Hal ini membawa perubahan terhadap segala aspek kehidupan manusia dan menuntut manusia mengembangkan pola pikir dan cara kerja yang lebih cepat, efektif dan efisien. Tidak dapat di pungkiri bahwa setiap organisasi atau badan usaha untuk dapat tetap bertahan di dunia persaingan pasar bebas harus aktif mengikuti perkembangan dan untuk mewujudkan peningkatan serta perkembangan suatu organisasi harus mengembangkan bahkan melakukan perubahan dalam system, di antaranya system otomotif dan untuk mewujudkannya harus di dukung teknologi dan informasi otomotif yang handal.
Bengkel “CV. COMBOS” merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa otomotif, yang bertujuan memudahkan para pengguna kendaraan roda empat dalam hal perbaikan, dengan adanya perkembangan dari tahun ketahun tersebut baik itu di lihat dari segi bertambahnya pengguna kendaraan roda empat yang ada maka banyak permasalahan yang di temui dalam penanganan kendaraan roda empat yang jenis lebih canggih.




1
B. Rumusan Masalah
Dalam penulisan laporan ini penulis akan memaparkan masalah mengenai:
SYSTEM PENDINGIN MESIN
· Bagaimana cara mengatasi mesin overheating dan air Radiator cepat habis ?




























2
C. Tujuan Penulisan Laporan

Sebagai tugas akhir Prakerin, siswa diwajibkan membuat laporan akhir yang meliputi seluruh kegiatan selama prakerin. Laporan ini merupakan bentuk pertanggung jawaban siswa yang akan dipresentasikan pada saat ujian lisan. Berikut ini adalah beberapa tujuan pembuatan laporan prakerin

1. Memantapkan siswa dalam pengembangan dan penerapan pelajaran dari sekolah di institusi tempat prakerin.

2. Siswa mampu mencari alternatif lain dalam pemecahan masalah analisiskimia secara lebih rinci dan mendalam.

3. Siswa dapat mengumpulkan dan mengolah informasi yang telah diperolehsehingga dapat ditampilkan dalam bentuk laporan dan presentasi.

4. Siswa dapat membuat laporan kerja dan bertanggung jawab atas tugasyang telah diberikan.

5. Menambah koleksi pustaka di perpustakaan sekolah maupun di institusitempat prakerin sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan, baik bagi penulis maupun bagi pembaca




3
D. Manfaat Penulisan Laporan
1. Bagi Siswa
· Dapat menambah pengalaman kerja didalam dunia usaha.
· Agar siswa mempunyai wawasan yang lebih luas tentang dunia kerja nyata, khususnya tentang sistem pendingin pada kendaraan
bermotor roda 4.
2. Bagi Instansi/DUDI
· Membantu memperingan beban kerja Instansi/DUDI.
· Adanya sinkronisasi antara Instansi/DUDI dengan pihak sekolah.











4
BAB II PEMBAHASAN
A. Landasan Teori

1. Fungsi System

Pada system pendingin air memiliki konstruksi yang lebih rumit dibanding pendingin udara, akan tetapi memilik banyak kelebihan dibanding pendingin udara, diantaranya mesin menjadi relative aman karena disekeliling silinder dikelilingi oleh air pendingin, air juga bisa meredam bunyi yang belebihan dalam mesin.


System ini berfungsi untuk menjaga temperatur kerja mesin dan mencegah mesin over heating. Komponen-komponennya :
A. Nama Komponen :
1. Radiator
2. Slang Karet (upper hose)
3. Slang Karet (lower hose)
4. Thermostat
5. Kipas (fan)
6. Pompa Air (water pump)
7. Kantong air (Water Jacket)



5
1. Fungsi Komponen-komponen Sistem Pendinginan Mesin :

radiator

Radiator berfungsi mendinginkan cairan pendingin yang telah menjadi panas setelah melalui saluran water jacket.

radiator cap

Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan dan menstabilkan tekanan air dalam sistem pendinginan (mengatur tekanan air)

reservoir

Reservoir berfungsi sebagai persediaan air dan untuk menyeimbangkan perbedaan volume air pendingin akibat panas

hose

Slang Karet (upper hose dan lower hose ) berfungsi memindahkan air pendingin dari/ke water jacket melalui radiator

thermostat

Thermostat berfungsi sebagai katup yang membuka dan menutup secara otomatis sesuai temperatur cairan pendingin.

fan

Kipas Pendingin (fan) berfungsi menambah pendinginan pada radiator untuk membantu mempercepat penyerapan radiasi panas ke udara luar.

water pump

Pompa Air (water pump) berfungsi mengirimkan cairan pendingin melalui sistem pendingin dengan tekanan.
6

water jacket

Kantong Air (Water Jacket) berfungsi sebagai tempat bersirkulasinya air pendingin di dalam mesin untuk menyerap panas pembakaran secara langsung.




















8
2. CARA KERJA SISTEM PENDINGINAN

Air pendingin bersirkulasi di water jacket untuk mendinginkan mesin yang panas itu. Ketika air pendingin telah panas maka air pendingin itu akan masuk ke radiator setelah melalui thermostat yang mengaturnya. Di radiator air pendingin yang panas itu akan didinginkan oleh kipas radiator dan sirip-sirip radiator dan ketika proses pendinginan telah selesai maka akan menuju kembali ke mesin untuk mendinginkan mesin. Pompa air mempercepat proses pendinginan itu.








9
B. Trooble Sooting (Analisis Kerusakan dan Perbaikan)
Kerusakan yang terjadi pada system pendinginan dan cara mengatasinya
Proses pendinginan pada mesin terganggu apabila terdapat gangguan pada komponen system pendinginan mesin itu sendiri. Hal ini dapat di
identifikasikan melalui pemeriksaan yang dilakukan. Apabila pada system
pendinginan sudah terdapat kelainan-kelainan, di ikuti
penurunan daya dari mesin.

1. Terjadi Over heating
Terjadinya over heating dapat dilihat pada temperatur air pendingin yang
selalu tinggi (jauh diatas temperatur kerjanya). Jika hal ini terjadi berarti over
heating. Dari neraca panas hal ini sebetulnya akan menurunkan kerugian panas
karena pendinginan. Tetapi dengan kenaikan temperatur mesin yang
diamati pada air pendingin ini selanjutnya akan menyebabkan beberapa
komponen mesin mangalami perubahan bentuk yang berlebihan akibat
pemuaiannya seperti piston pada silinder. Akibat lanjutan yang dapat dirasakan
adalah adanya kenaikan kerugian akibat gesekan.
Secara prinsip penyebab dari over heating adalah aliran dari air pendingin
dan udara pada radiator yang mengalami gangguan.


Penyebab terganggunya sistem pendinginan:
Termostat Tidak Bekerja/Macet
Penyebab termostat tidak bekerja:
Termostat berfungsi mengatur sirkulasi air agar kerja mesin maksimal
pada temperatur yang sesuai. Termostat yang macet pada saat tertutup dapat
menyebabkan mesin menjadi overheating dan termostat yang macet pada saat
terbuka dapat menyebabkan mesin menjadi overcooling. Penyebabnya karena
termostat sudah lama dan tidak mampu bekerja dengan baik jadi pegas-pegasnya sudah tidak mampu untuk membuka termostat itu.
Cara mengatasinya:
Kedua gejala tersebut dapat merusakkan bagian dari mesin dan tenaga
yang dihasilkan menjadi turun.
Setelah di uji termostat tidak dapat membuka dan tidak dapat bekerja pada
waktunya, sudah waktunya termostat tersebut harus diganti.
Pengujian termostat dilakukan untuk mengetahui kondisinya dengan
cara: Pemeriksaan thermostat, dengan cara sebagai berikut :
1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap, kemudian periksa temperatur pembukaan katup.
Gambar 7. Memeriksa kerja thermostat
Temperatur pembukaan katup : 80° - 90° C. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, thermostat perlu diganti.
2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, maka termostat perlu diganti. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih.
Gambar 8. Pemeriksaan tinggi kenaikan katup
Dan setelah diperiksa thermostat tdk terbuka lagi pada suhu air 82 derajat Celsius, berarti penyebab terjadinya mesin overheating terjadi pada komponen system pendingin yaitu Termostat .
Termostat diganti yang baru.
Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Mengeluarkan media pendingin mesin
b. Melepas saluran air keluar (selang karet atas)
c. Melepas tutup rumah thermostat, kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya.
d. Lalu ganti thermostat dengan yang baru.

Gambar benda kerja
1. Suhu diatas rata-rata (overheating)




27









28
C.Langkah pembongkaran dan Pemasangan
I. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin
Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas media pendingin. Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. Adapun pemeriksaan kualitas dan kapasitas media pendingin dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Pemeriksaan kapasitas media pendingin
Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir tank). Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Apabila jumlah air pendingin kurang, periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL.
b. Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin
Endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus sedikit. Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut :
1) Melepas tutup radiator. Pada saat membuka tutup radiator, mesin harus dalam keadaan dingin. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas, cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar.

29
2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras.
3) Menutup lubang penguras, kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan.
4) Memasang tutup radiator.
5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran.
6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan.

II. Pelepasan, Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air
Pompa air perlu diperiksa apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi, karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau, sudah tidak mampu menahan tekanan air. Dalam kenyataannya seringkali seal pompa tidak tersedia di pasaran, sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa, maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. Demikian pula pelepasan komonen-komponen
30
pompa. Pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan mengakibatkan kerja pompa tidak optimal. Selanjutnya dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berturut-turut prosedur pelepasan, pemeriksaan dan pemasangan pompa air. Prosedur pelepasan pompa air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Mengeluarkan media pendingin mesin
2) Melepas tali kipas, kipas, kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut :
· Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas
· Mengendorkan pivot dan baut penyetel, alternator, kemudian lepas tali kipas
· Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli
· Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida
3) Melepas pompa air
III. Pemeriksaan komponen pompa air
Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. Apabila diperlukan, bearing pompa air harus diganti
31
Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon.

Gambar 2. Pemeriksaan kopling fluida




Prosedur pelepasan komponen pompa air :
Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa, dudukan puli, bearing, satuan seal, rotor, gasket dan plat (lihat gambar 3). Nama komponen yang diberi tanda ◊ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen.




32
Gambar 3. Komponen pompa air

Adapun prosedur pelepasan komponen pompa air adalah sebagai berikut :
1) Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya (lihat gambar 4)


Cara melepas plat

2) Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres, tekan poros bearing dan lepas dudukan puli

Gambar 5. Cara melepas dudukan puli

33
3) Melepas bearing pompa dengan cara sebagai berikut :
o Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° – 85° C
o Menekan poros bearing dan melepas bearing dan rotor dengan menggunakan SST dan press
o Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan pres
Prosedur perakitan komponen pompa air :
1) Memasang bearing pompa dengan cara sebagai berikut :
o Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° – 85° C
o Menggunakan SST dan pres, tekan poros bearing dan lepas bearing dan rotor. Permukaan bearing harus rata dengan bodi pompa.
2) Memasang seal pompa dengan cara sebagai berikut :
o Oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa
o Menggunakan SST dan pres, pasang seal
3) Memasang dudukan puli menggunakan SST dan pres pada poros bearing pompa.
4) Memasang rotor menggunakan press pada poros bearing pompa. Permukaan rotor harus rata dengan permukaan poros bearing
5) Memasang plat pompa, periksa bahwa rotor tidak menyentuh plat pompa.
6) Memeriksa bahwa pompa air berputar lembut.
IV. Pelepasan, Pemeriksaan dan Pemasangan Thermostat
Thermostat adalah perangkat untuk mengatur suhu sistem sehingga suhu sistem dipertahankan dekat suhu setpoint yang diinginkan. Nama ini berasal dari kata
34
Yunani termos “panas” dan statos “berdiri”. Termostat bekerja dengan peralihan/pergantian antara pemanasan atau pendinginan perangkat on atau off, atau mengatur aliran cairan perpindahan panas yang diperlukan untuk mempertahankan suhu yang tepat. Termostat adalah alat vital mesin injeksi, suhu ideal mesin diatur secara akurat. Sistem pendinginan memiliki peranan alat amat vital dalam menjaga kinerja mesin agar tetap dalam kondisi stabil. Kinerja mesin paling efisien dan efektif terjadi pada suhu antara 82 - 93o C.

Fungsi Thermostat pada system pendingin mobil
Mesin mobil yang bekerja membutuhkan suatu komponen yang berfungsi untuk mendinginkan. Pada mobil yang berfungsi untuk mendinginkan mesin yang sedang bekerja adalah radiator mobil. Dan pada radiator tersebut terdapat suatu komponen yang sangat penting keberadaannya yaitu thermostat.
Thermostat dipasang di dalam radiador mobil sebagai komponen yang bertugas untuk mengontrol suhu kerja mesin. Fungsi thermostat sendiri adalah untuk memepercepat tercapainya suhu kerja mesin, dan mempertahankan temperatur mesin sehingga dicapai temperatur yang ideal ( berkisar antara 75 sampai 90 derajad Celcius ), selain itu juga mesin menjadi lebih irit BBM. Thermostat juga berfungsi untuk menjaga kestabilan temperatur kerja mesin sesuai keinginan pabrikan otomotif agar mesin dapat bekerja pada tingkat yang maksimal.

35
Pada saat mesin mulai dihidupkan, suhu masih rendah sehingga sirkulasi air pendingin akan melalui saluran by pass di mesin, karena pada suhu ini katup thermostat masih tertutup. Jika suhu mesin sudah mencapai minimal 75 derajat celcius cairan yang terdapat di sisi bawah perlahan – lahan akan mulai mendorong katup thermostat sehingga katup akan terbuka sehingga air radiator bisa melewatinya. Dan sebaliknya apabila suhu mesin menurun, cairan akan menyusut, dan katup thermostat akan terdorong oleh pegas sehingga akan tertutup dan air radiator mobil tidak akan melewatinya. Dari gerakan membuka dan menutup inilah akan dicapai suhu mesin yang ideal.
Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Mengeluarkan media pendingin mesin
b. Melepas saluran air keluar (selang karet atas)
c. Melepas tutup rumah thermostat, kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya.
Melepas tutup thermostat
36


Pemeriksaan thermostat, dengan cara sebagai berikut :
1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap, kemudian periksa temperatur pembukaan katup.
Gambar 7. Memeriksa kerja thermostat
Temperatur pembukaan katup : 80° - 90° C. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, thermostat perlu diganti.
2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi, maka termostat perlu diganti. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih.




37
Gambar 8. Pemeriksaan tinggi kenaikan katup













38

BAB. III PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah 3 bulan penulis melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di Bengkel ‘’MANSYURIN’’ Parengan – Tuban, penulis dapat menarik kesimpulan sekaligus pelajaran:
 Penulis merasakan secara langsung beratnya beban kerja sebuah bengkel mobil.
 Penulis mendapat pelajaran untuk disiplin setiap saat.
 Penulis mendapatkan pengalaman untuk bekerja secara tekun, teliti dan sabar.
 Penulis dapat mengetahui dan mengenal komponen-komponen pada kendaraan roda 4.
 Penulis dapat mengetahui permasalahan yang sering muncul pada kendaraan roda 4 dan cara memperbaikinya.




39


B. SARAN
 Bagi Siswa
 Siswa sebaiknya menyiapkan mental dan fisik sebelum prakerin.
 Siswa harus disiplin dengan aturan lembaga instansi/DU/DI.
 Siswa sebaiknya menyelesaikan urusan administrasi sekolah sebelum berangkat PRAKERIN.
 Bagi Guru Pembimbing
 Guru pembimbing sebaiknya memonitoring lebih rutin terhadap siswa peserta PRAKERIN.
 Sebaiknya ketika Guru pembimbing memonitoring siswa, Guru pembimbing harus lebih interaktif dengan siswa.
Bagi Bengkel(DU/DI)
 Kerja sama yang baik terjalin selama ini antara SMK Negri 3 Gorontalo da instansi kiranya di pupuk terus dan tetap terpelihara serta di kembangkan untuk program pendidikan selanjutnya.
 Disiplin keja, waktu dan ketertiban sebaiknya di perhatikan serta si tingkatkan lagi untuk para siswa prakerin.
 Diharapkan pada tahun-tahun berikutnya tetap menerima siswa prakerin.

40

LEMBAR KONSULTASI


No.

Hari/tanggal

Koreksi masalah

Paraf pembimbing
1






2






3







Gorontalo, November 2012
Pembimbing sekolah

Romi Ambo, S.T

sumber : http://makasejo.blogspot.com/2012/12/contoh-laporan-prakerin.html

Tuesday, November 19, 2013

Laporan Difraksi Cahaya Pada Kisi

Laporan Difraksi Cahaya Pada Kisi




A. TUJUAN PERCOBAAN

Memahami asas kerja kisi.
Menentukan panjang gelombang garis spektrum yang dihasilkan difraksi kisi.

B. DASAR TEORI

Seberkas cahaya sejajar yang mengenai celah sempit yang berada di depan layar, maka pada layar tidak terdapat bagian yang terang dengan luas yang sama dengan luas celahnya, melainkan terdapat terang utama yang kiri kanannya dikelilingi garis/pita gelap dan terang secara berselang-seling. Peristiwa ini disebut difraksi. Suatu alat optik yang terdiri dari banyak sekali celah sempit pada jarak yang sama disebut kisi.

Apabila sebuah sinar tegak lurus mengenai sebuah kisi maka akan timbul difraksi. Difraksi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu difraksi Fresnel dan difraksi Fraunhoffer. Disebut difraksi Fresnel jika jarak layar kisi relatif dekat dan disebut difraksi Fraunhoffer jika jarak layar kisi relatif jauh. Difraksi Fraunhoffer dapat juga terjadi walaupun layar tidak jauh letaknya, dengan cara meletakkan sebuah lensa positif dibelakang kisi dan layar diletakkan pada titik api lensa tersebut.

Jika jarak antara dua celah yang beraturan (konstanta kisi) d dan sinar yang digunakan adalah monokromatis dengan panjang gelombang maka disuatu tempay pada layar akan terang apabila dipenuhi persamaan :

Dengan m = 1,2,3,… adalah tingkat atau orde difraksi dan adalah sudut deviasi sinar yang dialami setelah melewati kisi.

Ruas kiri persamaan (8.1) tidak lain adalah selisih panjang jalan yang dilalui oleh sinar dari celah berurutan. Persamaan di atas dapat ditulis

Apabila sinar yang digunakan polikromatis maka terjadilah garis spektrum yang letaknya satu sama lain berdampingandengan warna yang bermacam-macam tergantung pada panjang gelombangnya.

Dengan menggunakan metode triangulasi maka besarnya dapat diperoleh dengan mengukur jarak kisi ke layar dan jarak antara garis spektrum dan terang utama. Apabila jarak antara kisi telah diketahui maka dapat ditentukan pula,


C. DATA PERCOBAAN

Jarak kisi ke layar a = 31 cm

Lebar celah kisi 1 d1 = 1/1000 cm

Lebar celah kisi 2 d2 = 1/3000 cm

Lebar celah kisi 3 d3 = 1/6000 cm

Panjang gelombang warna merah dari tabel λm = (7,01 ± 0,11) x 10-5 cm

Panjang gelombang warna hijau dari table λh = (5,34 ± 0,08) x 10-5 cm

Posisi warna (x) merah dan hijau bagian kiri dan kanan terhadap terang utama pada orde ke-m disajikan dalam table berikut dengan x dalam satuan cm.
Warna Orde Kisi 1 Kisi 2 Kisi 3
ke-m x kiri x kanan x kiri x kanan x kiri x kanan
1 2 2 6.1 6 13.4 13.1
Merah 2 4 3.9 13.6 13.4 24.2 24
3 6.1 6 19.6 19.6 * *
1 1.6 1.6 5.5 5.4 10.9 10.6
Hijau 2 3.4 3.2 10.5 10.4 21.5 21.2
3 5.7 5.6 16 15.9 * *

D. ANALISIS DATA

Menentukan Panjang Gelombang Spektrum Warna Merah dan Hijau

Secara teoritis nilai λ warna tertentu akan sama untuk setiap kisi dan setiap orde baik untuk spektrum sebelah kiri dan setiap orde baik untuk spektrum sebelah kiri atau kanan. Dengan menggunkan pers. (8-4) , maka nilai dapat dihitung untuk masing-masing data pada tiap sel tabel di atas dan selanjutnya disajikan dalam tabel berikut :
kisi

Ori

entasi
m Merah Hijau
ke λ δλ = λ – (δλ)2 Λ δλ = λ - (δλ)2
(cm) (cm) (cm2) (cm) (cm) (cm2)
1 0.06213 -0.00791 6.3E-05 0.04967 -0.014 0.0002
kiri 2 0.06251 -0.00752 5.7E-05 0.05302 -0.010 0.00011
3 0.06424 -0.00579 3.4E-05 0.05989 -0.003 1.4E-05
1 1 0.06213 -0.00791 6.3E-05 0.04967 -0.014 0.0002
kann 2 0.06093 -0.00911 8.3E-05 0.0166 -0.047 0.00221
3 0.06315 -0.00688 4.7E-05 0.0588 -0.004 2.4E-05
1 0.06418 -0.00586 3.4E-05 0.05766 -0.006 3.6E-05
kiri 2 0.07665 0.006619 4.4E-05 0.05722 -0.006 4.2E-05
3 0.07979 0.009758 9.5E-05 0.06196 -0.001 2.9E-06
2 1 0.06309 -0.00695 4.8E-05 0.05658 -0.007 5E-05
kann 2 0.07535 0.005314 2.8E-05 0.05722 -0.006 4.2E-05
3 0.07979 0.009758 9.5E-05 0.06149 -0.002 4.7E-06
1 0.07542 0.005389 2.9E-05 0.0597 -0.003 1.6E-05
kiri 2 0.07931 0.009275 8.6E-05 0.06759 0.003 1.5E-05
3 0 0 0 0 0 0
3 1 0.07348 0.003443 1.2E-05 0.05788 -0.005 3.3E-05
kann 2 0.07841 0.008374 7E-05 0.06635 0.002 7.2E-06
3 0 0 0 0 0 0
∑ 1.12057 -1.4E-17 0.00089 0.89129 -0.127 0.00301
0.07004 0.06366
S 0.00221 0.01521

Jadi panjang gelombang spektrum warna merah adalah λm = (0,07004 ± 0,00221) cm.
Sedangkan panjang gelombang spectrum warna hijau λh = (0,06366 ± 0,01521) cm.
Jika dibandingkan dengan panjang gelombang berdasarkan tabel (teoritis) maka besarnya penyimpangan dapat dihitung dengan menggunakan rumus %

E. PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN

Dari data yang diperoleh pada saat percobaan dilakukan λ adalah:

Panjang gelombang warna merah sebesar λm = (0,07004 ± 0,00221) cm dengan persentase ralat sebesar 9,981 x 10-6 %.
Panjang gelombang warna hijau sebesar λh = (0,06366 ± 0,01521) cm dengan persentase ralat sebesar 1,191 x 10-5 %.

F. KESIMPULAN

Panjang gelombang spektrum warna merah lebih besar dari pada spektrum warna hijau.
Pada setiap orde panjang gelombang lebih kecil karena orde berbanding terbalik dengan panjang gelombang sesuai dengan persamaan

G. JAWABAN PERTANYAAN

Difraksi kisi terjadi ketika cahaya mengenai celah sempit pada kisi, jika cahaya monokromatis dilewatkan pada kisi akan terjadi difraksi yang menghasilkan bagian gelap dan terang tapi jika cahaya polikromatis dilewatkan pada kisi maka akan timbul spectrum warna.
Apabila menggunakan cahaya monokromatis akan terjadi tempat terang pada layar yang dipengaruhi oleh persamaan sin θ = m λ/d. pada percobaan kali ini tidak menggunakan monokromatis karena cahaya monokromatis ahnya mempunyai satu spektrum sehingga cahaya dapat terurai.
Pada prisma cahaya monokromatis yang uraikan terdiri dari kumpulan spektrum cahaya monokromatis (1 kesatuan), sedangkan pada kisi cahaya polikromatis diuaraikan oleh celah-celah kecil yang terdiri dari beberapa spektrum.
Warna merah pada spektrum difraksi kisi terletak pada posisi terjauh karena panjang gelombangnya paling besar.
Manfaat spektrum warna bagi ilmu pengetahuan dan industri adalah terapi (radiasi), diafragma pada kamera, dan fotolistrik.

sumber : http://poohdandan.wordpress.com/2010/07/29/laporan-praktikum-difraksi-kisi/

Laporan Praktikum Jembatan Wheatstone

 Laporan Praktikum Jembatan Wheatstone

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Rangkaian-rangkaian jembatan dipakai secara luas untuk pengukuran nilai-nilai komponen seperti tahanan, induktansi atau kapasitansi, dan parameter rangkaian lainnya yang diturunkan secara langsung dari nilai-nilai komponen, seperti frekuensi, sudut fasadan temperatur. Karena rangkaian jembatan hanya membandingkan nilai komponen yang tidak diketahui dengan komponen yang besarnya diketahui secara tepat, ketelitian pengukurannya tentu saja bisa tinggi sekali. Pada percobaan kami kali ini, kami akan membahas salah satu rangkaian jembatan tersebut.
Pada rangkaian dasar arus searah, kita menggenal rangkaian jembatan Wheatstone. Jembatan wheatstone adalah sebuah rangkaian untuk menentukan nilai hambatan yang belum diketahui,Hambatan dapat diukur apabila galvanometer menunjukkan nilai 0 atau kosong.Metode jembatan Wheatstone dapat di gunakan untuk mengukur hambatan listrik dengan teliti.

Tujuan Praktikum
Menentukan nilai hambatan sebuah resistor dengan rangkaian jembatan wheatstone.

Landasan Teori
Jembatan Wheatstone merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan hambatan suatu penghantar dengan teliti. Percobaan ini dilakukan dengan mengacu pada hukum Ohm dan hukum Kirchoff I.
HUKUM OHM : KUAT ARUS (I) DALAM SEBATANG KAWAT BERBANDING LURUS DENGAN TEGANGAN (V) DAN BERBANDING TEBALIK DENGAN HAMBATAN (R).
Persamaan hukum Ohm diatas dapat ditulis :
I=VR .......................(1)
HUKUM KIRCHOFF I: JIKA PADA SUATU TITIK BERTEMU BEBERAPA PENGHANTAR BERARUS, MAKA JUMLAH KUAT ARUS YANG MASUK SAMA DENGAN JUMLAH ARUS YANG KELUAR.
Atau I = 0 dimana arus masuk ditandai positif dan arus keluar ditandai negatif. Adapun rangkaian Jembatan Wheatstone dapat dijelaskan dengan gambar sebagai berikut :

Gambar. 1.1 Rangkaian Jembatan Wheatstone
Dengan mengatur besar dari R4 sedemikian rupa sehingga yang lewat galvanometer menjadi nol (jarum galvanometer menjadi nol), maka dalam keadaan demikian ini dikatakan rangkaian Jembatan Wheatstone dalam keadaan setimbang, jadi pada cabang BC tidak ada arus. Apabila keadaan itu telah tercapai, menurut hukum Ohm beda tegangan antara titik – titik B dan C = nol. Selanjutnya dapat dikatakan :
Karena i1 = i2 dan i3 = i4 maka :
Atau :
Andai kata R2 itu adalah tahanan yang diukur maka menurut persamaan di atas Apabila R3 dan R4 diganti kawat lurus dengan panjang L1 dan L2 yang homogen seperti gambar berikut maka :

Gambar. 1.2 Cara pengukuran rangkaian jembatan wheatstone

Rp : Rx = l2 : l1 sehingga Rx=R1R2 R3
Keterangan :
G = Galvanometer.
L2 dan L1 = Panjang kawat besi yang mempunyai penampang pada sepanjang kawat.
Rx = Hambatan Standart.
Rp = hambatan yang diukur besarnya.


BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM

Alat dan Bahan
Alat dan dahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
Galvano meter
Mistar
Jumper
Resistor
Nikelin
Catu daya
Gamabar Rangkaian

Gambar. 2.1 Rangkaian Jembatan Wheatstone

Prosedur Kerja
Langkah – langkah yang digunakan saat praktikum adalah :
Hubungkan rangkaian seperti tersebut di atas. Sumber daya dalam keadaan off.
Beritahu dahulu asisten atau pembimbing yang bertugas sebelum saklar dipindahkan
ke posisi on.
Geserkan kontak geser sepanjang kawat geser sedemikian rupa, sehingga saklar pada
galvanometer menunjukkan angka nol.
Catat tempat kedudukan kontak geser tersebut untuk menentukan l1 dan l2.
Ulangi percobaan tersebut di atas sebanyak empat kali lagi dengan merubah besar l1
sesuai dengan petunjuk asisten atau pembimbing yang bertugas.

Metode Analisa Data
Rumusan nilai Rx dapat diketahui dengan persamaan berikut sebagai berikut :
Rp x l2 = l1 x Rx
Rx= Rp x L1 / L2
Keterangan:
Rx = hambatan geser
Rp = hambatan yang diketahui nilainya
L1 = panjang penghantar 1
L2 = panjang penghantar 2

BAB III
ANALISA HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Data Hasil Percobaan
No V Sumber R1 (Ω) L1 (Cm) L2 (Cm) Rp pengukuran (Ω) Rp Teori ( Ω ) Error( % )
1 10 Volt 1K5 75 5 20060 22500 12.16
2 1k5 60 20 4310 4500 4.4
3 1k5 50 30 2430 2500 2.88
4 1k5 40 40 1525 1500 1.63
5 1k5 15 65 323 346.15 7.16


3.3 Pembahasan
Masih mengenaipenentuan besarnya tahanan suatu rangkaian. Kali ini kita jakan menghitung nilai hambatan sebuah resistor yang belum diketahui besarnya nilai dari hambatan resistortersebut. Untuk percobaan kita kali ini kita menggunakan jembatan wheatstone untuk menentukan besarnya hambatan. Jembatan wheatstone itu sendiri adalah suatu susunan rangkaian listrik yang digunakan untuk mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui harganya (besarnya).
Rangkaian jembatan wheatstone yang kami gunakan pada percobaan ini adalah sebagai berikut :

Gambar. 3.1 Rangkaian Jembatan Wheatstone
Untuk Rp atau dibaca dengan Reistorpotensio merupakan tahanan (resistor) yang nilainya dapat diubah-ubah. Dengan mengatur besarnya potensio makakita dapat menyetimbangkan rangkaian jembatan wheatstone tersebut.
Dengan menggunakan rangkaian ini kami dapat menentukan besarnya hambatan pada resistor potensio. Pada saat rangkaian tersebut mempunyai beda potensial sama dengan nol volt atau bisa dikatakan rangkaian tersebut dalam keadaan setimbang, artinya tidak ada arus yang melalui galvanometer. Kondisi ini terjadi bila tegangan dari titik C ke A sama dengan tegangan dari titik D ke A; atau dengan mendasarkan terminalnya, jika tegangan dari titik C ke B sama dengan tegangan dari titik D ke B. jadi jembatan adalah setimbang jika :
I1 Rp = I2 L1.....................(1)
Jika arus galvanometer adalah nol, kondisi-kondisi berikut juga dipenuhi :
I1 = I3 = VRp+Rx............(2)
danI2 = I4 = VL1+L2 ..............(3)
Dengan menhubungkan persamaan (1), (2), (3) dan menyederhanakannya, maka
diperoleh
RpRp+Rx = L1.L1 + L2............(4)
atau
Rp x L2 = L1 x RX
Dalam pengukuran, cara mengetahui kapan arus itu sama dengan nol, kita tidak perlu lagi menggunakan alat yang berlebihan (voltmeter dan amperemeter), cukup dengan satu galvanometer untuk melihat apakah ada arus listrik yang melalui rangkaian. Setelah melihat pengukuran galvanometer barulah kita bisa memasukkan persamaan Rp x l2 = L1 x RX yang kemudian dengan perbandingan tersebut kita dapat menentukan besarnya Rp dengan aljabar sederhana
Rp = Rx × L1/ L2
Perhatikan percobaan kami. Dalam percobaan kami, kami mencoba untuk mengukur kesesuaian antara teori (persamaan di atas) dengan praktek aslinya. Apakah teori dengan praktek itu sesuai atau tadak? Untuk l sendiri kita menggunakan kawat berbahan nikelin pada data percobaan pertama untuk L1 = 75 cm dan L2 = 5 cm didapatkan Rp sebesar 20,096kΩ, namun bagaimana dengan hasil Rp teori? Rp teori kita hitung dangamn persamaan di atas. Rx sebesar 1,5 kΩ kita kali dengan L1 sebesar 75 cm kemudian kita bagi dengan L2 yaitu sebesar 5 cm. Dan hasilnya menunjukkan Rp teori sebesar 22,5 kΩ. Untuk mengetahui apakah Rp teori dengan Rp praktek sesuai atau tidak maka kita coba untuk menghitung Error persennya (E%) jika melebihi 30% maka dapat dikatakan bahwa
praktikum ini gagal. E% ini dapat kita hitung dengan persamaan :

Error( % ) = (Rp perhitungan-Rp pengukuran)/(R pengukuran) X 100
Error( % ) = (22.5-20.06)/20.06 X 100
= 12.16 %

Untuk percobaan di atas kita hitung dan hasilnya adalah 12.16% artinya praktek. Praktek ini sedikit menyimpang dengan teori yang sebenarnya.Hal ini dipengaruhi oleh beberapa sebab seperti waktu kami menghitung R potensio masih ada arus yangmengalir pada galvanometer, penyebab lainnya adalah Rx yang tidak dapat mengimbangi beban dari R potensio yang menyebabkan hasil Rp praktek berbeda jauh hasil Rp teori.Jika kita kaji lebih dalam lagi kita ketahui bahwa R potensio berbanding lurus dengan Rx dan L1, berbanding terbalik dengan L2. Hal ini membuktikan bahwa kita dapat menyimpulkan kalau semakin panjang L1 semakin besar pula nilai R potensio, begitu jugadengan sebaliknya semakin besar L2 maka semakin kecil Rp.


BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Dalam praktihum yang telah kami lakukan dapat disimpulkan beberapa hal :
Jika galvanometer menunjukkan angka nol, maka tidak ada arus yang mengalir melalui galvanometer.
Ketika galvanometer menunjukkan angka nol, maka tegangan pada ujung-ujung galvanometer adalah sama.
Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi atau mengukur arus listrik pada suatu rangkaian.
Besarnya R potensio dipengaruhi oleh L1 , L2, dan Rx.
Semakin panjang L1 maka semakin besar pula hambatan R potensio.
Semakin panjang L2 maka semakin kecil hambatan R potensio.
R potensio adalah suatu tahanan yang dapat diubah-ubah nilainya.
Dengan mengatur R potensio kita dapat menyetimbangkan jembatan wheatstone.

3.2 Perhitungan

Untuk Menghitung nilai Rpotensio agar rangkaian jembatan wheatstone setimbang gunakan rumus Rp= RX.L1/L2

Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 75 / 5
= 22.5K
Error (%) = 22.5 – 20.06 / 22.5 .100
= 12.16 %
Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 60 / 20
= 4.5K
Error (%) = 4.5 – 4.31 / 4.31 .100
= 4.4 %
Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 50 / 30
= 2.5K
Error (%) = 2.5 – 2.43 / 2.43 .100
= 2.8 %
Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 40 / 40
= 1.5K
Error (%) = 1.5 – 1.525 / 1.525 .100
= 1.63%
Rp = RX . L1 / L2
= 1500 X 15 / 65
= 346.15 ohm
Error (%) = 346.15 – 323 / 323 .100
= 7.16 %

sumber : http://rohmandniaer.blogspot.com/2012/04/praktikum-jembatan-wheatstone.html

Saturday, November 16, 2013

Laporan Praktikum Watak Lampu Pijar

Laporan Praktikum Watak Lampu Pijar






Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya.[1] Kaca yang menyelubungi filamen panas tersebut menghalangi udara untuk berhubungan dengannya sehingga filamen tidak akan langsung rusak akibat teroksidasi.[2]

Lampu pijar dipasarkan dalam berbagai macam bentuk[3] dan tersedia untuk tegangan (voltase) kerja yang bervariasi dari mulai 1,25 volt[4] hingga 300 volt.[5] Energi listrik yang diperlukan lampu pijar untuk menghasilkan cahaya yang terang lebih besar dibandingkan dengan sumber cahaya buatan lainnya seperti lampu pendar dan diode cahaya, maka secara bertahap pada beberapa negara peredaran lampu pijar mulai dibatasi.[6][7]



Di samping memanfaatkan cahaya yang dihasilkan, beberapa penggunaan lampu pijar lebih memanfaatkan panas yang dihasilkan, contohnya adalah pemanas kandang ayam, [8] dan pemanas inframerah dalam proses pemanasan di bidang industri.




Pengembangan lampu pijar sudah dimulai pada awal abad XIX.[2][9][10][11] Sejarah lampu pijar dapat dikatakan telah dimulai dengan ditemukannya tumpukan volta oleh Alessandro Volta.[10] Pada tahun 1802, Sir Humphry Davy menunjukkan bahwa arus listrik dapat memanaskan seuntai logam tipis hingga menyala putih[2]. Lalu, pada tahun 1820, Warren De la Rue merancang sebuah lampu dengan cara menempatkan sebuah kumparan logam mulia platina di dalam sebuah tabung lalu mengalirkan arus listrik melaluinya.[9] Hanya saja, harga logam platina yang sangat tinggi menghalangi pendayagunaan penemuan ini lebih lanjut.[9][11] Elemen karbon juga sempat digunakan, namun karbon dengan cepat dapat teroksidasi di udara; oleh karena itu, jawabannya adalah dengan menempatkan elemen dalam vakum.[2]

Pada tahun 1870-an, seorang penemu bernama Thomas Alva Edison dari Menlo Park, negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, mulai ikut serta dalam usaha merancang lampu pijar.[2][9] Dengan menggunakan elemen platina, Edison mendapatkan paten pertamanya pada bulan April 1879.[2] Rancangan ini relatif tidak praktis namun Edison tetap berusaha mencari elemen lain yang dapat dipanaskan secara ekonomis dan efisien.[2] Pada tahun yang sama, Sir Joseph Wilson Swan juga menciptakan lampu pijar yang dapat bertahan selama 13,5 jam.[11] Sebagian besar filamen lampu pijar yang diciptakan pada saat itu putus dalam waktu yang sangat singkat sehingga tidak berarti secara komersial.[2] Untuk menyelesaikan masalah ini, Edison kembali mencoba menggunakan untaian karbon yang ditempatkan dalam bola lampu hampa udara hingga pada tanggal 19 Oktober 1879 dia berhasil menyalakan lampu yang mampu bertahan selama 40 jam.[2]

Konstruksi[sunting | sunting sumber]




Komponen utama dari lampu pijar adalah bola lampu yang terbuat dari kaca, filamen yang terbuat dari wolfram, dasar lampu yang terdiri dari filamen, bola lampu, gas pengisi, dan kaki lampu.[12]

Incandescent light bulb.svg

Bola lampu

Gas bertekanan rendah (argon, neon, nitrogen)

Filamen wolfram

Kawat penghubung ke kaki tengah

Kawat penghubung ke ulir

Kawat penyangga

Kaca penyangga

Kontak listrik di ulir

Sekrup ulir

Isolator

Kontak listrik di kaki tengah

Bola lampu[sunting | sunting sumber]

Selubung gelas yang menutup rapat filamen suatu lampu pijar disebut dengan bola lampu. Macam-macam bentuk bola lampu antara lain adalah bentuk bola, bentuk jamur, bentuk lilin, dan bentuk lustre.[13] Warna bola lampu antara lain yaitu bening, warna susu atau buram, dan warna merah, hijau, biru, atau kuning.[13]

Gas pengisi[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya bagian dalam bola lampu pijar dibuat hampa udara namun belakangan diisi dengan gas mulia bertekanan rendah seperti argon, neon, kripton, dan xenon atau gas yang bersifat tidak reaktif seperti nitrogen sehingga filamen tidak teroksidasi.[1] Konstruksi lampu halogen juga menggunakan prinsip yang sama dengan lampu pijar biasa[1], perbedaannya terletak pada gas halogen yang digunakan untuk mengisi bola lampu.

Kaki lampu[sunting | sunting sumber]

Dua jenis kaki lampu adalah kaki lampu berulir dan kaki lampu bayonet yang dapat dibedakan dengan kode huruf E (Edison) dan B (Bayonet), diikuti dengan angka yang menunjukkan diameter kaki lampu dalam milimeter seperti E27 dan E14.[12]

Operasi[sunting | sunting sumber]




Pada dasarnya filamen pada sebuah lampu pijar adalah sebuah resistor.[1] Saat dialiri arus listrik, filamen tersebut menjadi sangat panas, berkisar antara 2800 derajat Kelvin hingga maksimum 3700 derajat Kelvin.[14]. Ini menyebabkan warna cahaya yang dipancarkan oleh lampu pijar biasanya berwarna kuning kemerahan.[15] Pada temperatur yang sangat tinggi itulah filamen mulai menghasilkan cahaya pada panjang gelombang yang kasatmata.[1] Hal ini sejalan dengan teori radiasi benda hitam.[16]

Indeks renderasi warna menyatakan apakah warna obyek tampak alami apabila diberi cahaya lampu tersebut dan diberi nilai antara 0 sampai 100.[12] Angka 100 artinya warna benda yang disinari akan terlihat sesuai dengan warna aslinya. Indeks renderasi warna lampu pijar mendekati 100.[12][17]







Foto yang sangat diperbesar dari filamen lampu pijar 200 Watt.

Lampu putus[sunting | sunting sumber]

Karena temperatur kerja filamen lampu pijar yang sangat tinggi, lambat laun akan terjadi penguapan pada filamen.[1] Variasi pada resistansi sepanjang filamen akan menciptakan titik-titik panas pada posisi dengan nilai resistansi tertinggi.[18]. Pada titik-titik panas tersebut filamen wolfram akan menguap lebih cepat yang mengakibatkan ketebalan filamen akan semakin tidak merata dan nilai resistansi akan meningkat secara lokal; ini akan menyebabkan filamen pada titik tersebut meleleh atau menjadi lemah lalu putus.[1] Variasi diameter sebesar 1% akan menyebabkan penurunan umur lampu pijar hingga 25%.[19]

Selain menyebabkan putusnya lampu, penguapan filamen wolfram juga menyebabkan penghitaman lampu. Elemen wolfram yang menguap pada lampu pijar akan mengendap pada dinding kaca bola lampu dan membentuk efek hitam. [20] Lampu halogen menghambat proses ini dengan proses siklus halogen.[20]

Efisiensi[sunting | sunting sumber]




Efisiensi lampu atau dengan kata lain disebut dengan efikasi luminus[12] adalah nilai yang menunjukkan besar efisiensi pengalihan energi listrik ke cahaya dan dinyatakan dalam satuan lumen per Watt. Kurang lebih 90% daya yang digunakan oleh lampu pijar dilepaskan sebagai radiasi panas dan hanya 10% yang dipancarkan dalam radiasi cahaya kasat mata.[21]

Pada tegangan 120 volt, nilai keluaran cahaya lampu pijar 100W biasanya adalah 1.750 lumen, maka efisiensinya adalah 17,5 lumen per Watt.[22] Sementara itu pada tegangan 230 volt seperti yang digunakan di Indonesia, nilai keluaran bolam 100W adalah 1.380 lumen[23] atau setara dengan 13,8 lumen per Watt. Nilai ini sangatlah rendah bila dibandingkan dengan nilai keluaran sumber cahaya putih "ideal" yaitu 242,5 lumen per Watt, atau 683 lumen per Watt untuk cahaya pada panjang gelombang hijau-kuning di mana mata manusia sangatlah peka.[1] Efisiensi yang sangat rendah ini disebabkan karena pada temperatur kerja, filamen wolfram meradiasikan sejumlah besar radiasi inframerah.

Pada tabel di bawah ini terdaftar tingkat efisiensi pencahayaan beberapa jenis lampu pijar biasa bertegangan 120 volt[22] dan beberapa sumber cahaya ideal.

Jenis Efisiensi lampu lumen/Watt

Lampu pijar 40 Watt 1.9% 12.6[22]

Lampu pijar 60 Watt 2.1% 14.5[22]

Lampu pijar 100 Watt 2.6% 17.5[22]

Radiator benda hitam 4000 K ideal 7.0% 47.5[24]

Radiator benda hitam 7000 K ideal 14% 95[24]

Sumber cahaya monokromatis 555 nm (hijau) ideal 100% 683[1][25]

Karena efisiensi lampu pijar yang sangat rendah, beberapa pemerintah negara mulai membatasi peredaran lampu pijar. Contoh negara-negara yang mulai membatasinya adalah Australia[26], Amerika Serikat[7], Brasil[7], Inggris Raya[7], Irlandia[7], Kanada[7], Kuba[7], Selandia Baru[7], Swiss[7], Uni Eropa[7] dan Venezuela[7].

Referensi[sunting | sunting sumber]




^ a b c d e f g h i (en)Klipstein, Donald L. (2006). "The Great Internet Light Bulb Book, Part I". Diakses 2010-04-10.

^ a b c d e f g h i (en)Gale Cengage; Stacey L. Blachford (2006). ""Light Bulb." How Products are Made". eNotes.com. Diakses 2010-04-23.

^ (en)"buylighting.com: Incandescent Light Bulbs". Diakses 2010-04-23.

^ (en)"Round MES Type (E10) : Small Bulbs & Lamps : Maplin". Diakses 2010-04-23.

^ (en)"GE 16317 50A19 at eLightBulbs.com". Diakses 2010-04-23.

^ (en) "LED Efficiency Comparison" (dalam bahasa Inggris). EcoLEDLighting.com. Diakses 2010-05-02. Unknown parameter |filetype= ignored (help)

^ a b c d e f g h i j k (en)Derbyshire, David (7 January 2009). "Revolt! Robbed of their right to buy traditional light bulbs, millions are clearing shelves of last supplies". The Daily Mail. Diakses 2010-04-10. Untuk daftar negara lihat pada bagian "What Happens Overseas?"

^ Edlyn, Edith; Surisdiarto; dan M. Halim Natsir (2008). "PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG AFKIRAN KACANG SHANGHAI SEBAGAI PENGGANTI JAGUNG DALAM PAKAN TERHADAP PENAMPILAN AYAM PEDAGING" (PDF). Laboratorium Lapang Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Diakses pada 10 April 2010.

^ a b c d (Inggris) Bellis, Mary. "The History of Incandescent Lightbulb" (dalam bahasa English). About.com. Diakses 2010-04-23.

^ a b (Inggris) Covington, Edward (2010-02-22). ""Early Incandescent Lamp"" (dalam bahasa English). Diakses 2010-04-23.

^ a b c (Inggris) "The History of the light bulb". National Science Foundation: Interactive Nano-Visualization in Science and Engineering Education. Diakses 2010-04-23.

^ a b c d e SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung, Badan Standardisasi Nasional, 2001

^ a b SNI 04-1704-1989 Persyaratan keamanan lampu berfilamen tungsten untuk penerangan rumah tangga dan penerangan umum yang sejenis, Badan Standardisasi Nasional, 2006

^ (en)Eng; Glenn Elert (1999). "Temperature of an Incandescent Light Bulb". Diakses 2010-04-10. Unknown parameter |First= ignored (|first= suggested) (help)

^ (en)Sutton, Ed. "Basic Color Temperature: Illustrated Photography". Diakses 2010-04-23.

^ (en)Elert, Glenn (2010). "Blackbody Radiation - The Physics Hypertextbook". Diakses 2010-04-10.

^ Gunawan, Tanto (2008). "Optimalisasi sistem tata cahaya buatan studi kasus: ruang rawat inap RS. Spesialis Husada Utama Surabaya". Universitas Kristen Petra. Diakses 2010-04-10.

^ Kane, Raymond; Sell, Heinz. Revolution in Lamps: A Chronicle of 50 Years of Progress (dalam bahasa Inggris) (ed. 2nd). The Fairmont Press, Inc. ISBN 0-88173-378-4. Text " year 2001" ignored (help)

^ Incandescent Lamps, Publication Number TP-110, Nela Park, Cleveland, OH: General Electric Company, 1964

^ a b "Buku Informasi Otomotif Perbaikan Kendaraan Ringan: Sistem Lampu Depan". Badan Pelatihan Nasional. 2002. Diakses 2010-04-10.

^ "LHE, Hematkah?" (PDF). Lembaga Penelitian dan Kajian Teknik Aplikatif Universitas Gadjah Mada. 2009. Diakses 2010-04-10..

^ a b c d e (en)Keefe, T.J. (2007). "The Nature of Light". Diakses 2007-11-05.

^ (de)"Standardlampen matt". Diakses 2010-04-10.

^ a b (de)Anteil sichtbarer Strahlung eines schwarzen Strahlers - Proporsi spektrum cahaya kasat mata dari radiasi benda hitam.

^ Lihat (en)fungsi luminositas.



^ (en)"Phase-out of inefficient incandescent light bulbs". Department of the Environment, Water, Heritage and the Arts. Diakses 2010-04-10.

http://id.wikipedia.org/wiki/Lampu_pijar

Monday, November 11, 2013

Contoh teks Pidato Memerangi Korupsi

Contoh teks Pidato Memerangi Korupsi

Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi semuanya . Sebagai awalan , marilah kita panjatkan puji syukur atas segala nikmat yang dikaruniakan Allah SWT sehingga pada saat ini kita masih diberi kesehatan untuk tetap dapat beraktivitas .




Shalawat dan salam kita sanjungkan ke haribaan junjungan besar kita , nabi agung , nabi mulia , nabi Muhammad Saw . Dialah sebagai seorang pendobrak dekadensi moral manusia . Melalui jerih payah , pengorbanan , dan perjuangan beliaulah , kita dapat terbebas dari kekufuran , kejahiliyahan dan kehinaan . Demikian halnya , semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan untuk keluarganya , para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman . Atas jerih payah , pengorbanan dan keikhlasan merekalah , cahaya Islam dapat terbit di belahan timur bumi ini , Indonesia , tanpa KKN , tanpa pemaksaan dan tanpa penjajahan .




Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Nur setiati yang telah memberikan kesempatan sehingga saya dapat menyampaikan pidato hukum berjudul ' Negara Melawan Hukum ' .




Kata korupsi memang sudah tidak asing lagi bagi kita . Secara harfiah arti kata korupsi adalah mengambil atau mencuri hak yang bukan miliknya dengan memanfaatkan jabatan dan secara sembunyi - sembunyi . Banyak kasus korupsi yang terjadi di negara kita . Salah satunya , yaitu pada saat ini kasus korupsi yang gencar diberitakan di media adalah kasus penggelapan pajak oleh oknum pegawai pajak koruptor yang kita kenal dengan julukan si mafia pajak , Gayus Tambunan .




Para hadirin yang saya hormati , kenapa di negara kita ini para koruptor Mental , keimanan dan kurang tegasnya sanksi yang akan di terima menjadi beberapa alasan untuk saat ini , bukti kurang tegas nya hukum tentang koruptor ini




Bagaimana agar situasi tersebut tidak memburuk dan para koruptor di tindak sebagaimana mestinya ? Penjara khusus koruptor , penjara khusus koruptor ini adalah penjara yang tidak memberikan fasilitas dan di jaga oleh orang yang bermental tinggi sehingga tidak mudah terperngaruh ucapan para koruptor




Peran pemerintah tentang korupsi yang terjadi di negara kita seharusnya lebih memastikan semua para koruptor di tahan dengan tindakan yang semesinya pemerintah juga harus lebih di meningkatkan penjagaan agar tidak terjadi praktik - praktik korup lagi . beberapa siswa di beberapa daerah di negara kita menyampaikan usul - usul dari seperti pemiskinan terhadap para koruptor dan pemberian KTP khusus koruptor dan penegasan kembali terhadap para koruptor




Hadirin yang saya hormati , negara kita tidak membutuhkan orang yang hanya memiliki kepintaran saja melainkan orang yang memiliki kejujuran dan jika kepribadian yang besar sehingga tidak mudah terpengaruh orang lain seharusnya kita mementingkan kualitas bukan kuantitas terlalu banyak orang yang pintar tetapi hanya segelintir orang yang memiliki kejujuran




Generasi anak bangsa negara yang baik harus lah di didik dengan baik dan tidak terlalu mementingkan iQ tetapi emotional dan spiritual yang tinggi sehingga tidak lahir koruptor - koruptor di masa yang akan datang




Aksi untuk melawan korupsi harus di tangani dengan serius karena kita semua mengharapkan korupsi akan terkikis lenyap dari negara kita . untuk itu kita harus bersama - sama melawan korupsi bagi siswa belajar di tingkatkan sikap di perbaharui agar menjadi generasi yang lebih baik dari sekarang

sumber : http://www.lokerseni.web.id/2012/01/contoh-teks-pidato-tentang-korupsi.html

Friday, November 8, 2013

Laporan Praktikum Daya Tekan Akar

Laporan Praktikum Daya Tekan Akar

A. Tujuan
Untuk mengamati adanya daya tekan akar pada tumbuhan.
B. Landasan Teori
Air dan garam mineral diambil dari tumbuhan dari dalam tanah. Air dan mineral dari tanah masuk ke dalam tubuh tumbuhan melalui dua jalan, yaitu melalui rambut akar dan ujung akar. Cara transportasi air dan mineral di luar xilem (berkas pembuluh) ada 2 macam, yaitu simplas dan apoplas.
Transportasi simplas adalah bergeraknya air tanah dan zat terlarut melalui bagian hidup dari sel tumbuhan, misalnya sitoplasma dan vakuola dari satu sel ke sel lain. Pada sistem ini perpindahan terjadi secara osmosis dan transporaktif. Transportasi apoplas adalah menyusupnya air tanah secara difusi bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari tumbuhan. Transportasi apoplas tidak dapat masuk ke xilem karena adanya pita kaspari pada endodermis. Apoplas dapat terjadi di semua bagian daun kecuali endodermis.
Di dalam xilem, air dan mineral yang mengendap di dalamnya akan bergerak ke atas dalam elemen pembuluh dan trakeid. Kemudian air dan mineral akan didistribusikan ke jaringan-jaringan yang membutuhkan, misalnya pada daun.
Potensi air di atmosfer umunya lebih rendah daripada potensi air dalam tanah. Perbedaan potensi air ini menimbulkan daya dorong terhadap translokasi air dari larutan tanah, melewati tanaman ke atmosfer.. Penyerapan air berkaitan dengan metabolisme dan faktor lain yang berpengaruh pada metabolisme sebagai pengaruh tidak langsung. Rendahnya suhu, kurangnya oksigen dan senyawa toksik akan menekan penyerapan air, karena akan mengganggu metabolisme. Demikian halnya aliran air antara vakuola dan sitoplasma dikendalikan oleh perbedaan potensi air. Faktor yang mempengaruhi penyerapan air yaitu: faktor lingkungan seperti ketersediaan air, aerasi, konsentrasi larutan tanah, suhu dan faktor tanaman seperti laju transpirasi tanaman, sistem perakaran, metabolism
Tekanan akar dan daya kapileritas masih terlalu lemah dalam upaya transport air melewati xylem ke bagian atas tanaman, terutama pada tanaman dengan ketinggian yang cukup (hampir mencapai 100 m). Tekanan akar maksimum yaitu 2 atm, yang artinya hanya mampu menaikkan air sampai ketinggian 21 m.
C. Alat dan Bahan
Read More >>
1. Alat :
a. Manometer
b. Pipa karet
c. Jarum suntik
d. Statip
e. Pisau/ silet
f. Gelas ukur
2. Bahan :
a. Tanaman pacar cina dalam pot
b. Vaseline
c. Air
d. Safranin

D. Langkah Kerja:
1. Menyediakan alat dan bahan.
2. Memotong tanaman pacar cina (Impatiens balsamina) yang segar dalam pot ± 5cm diatas permukaan tanah sesuai dengan ukuran pipa karet. Bila batang terlalu besar sesuaikan saja dengan ukuran pipa.
3. Memasukan air ke dalam pipa karet pada manometer
4. Memasukan batang tanaman (Impatiens balsamina) kedalam pipa yang telah di isis air tadi
5. Memasukan safranin ke dalam manometer dengan menggunakan jarum suntik melalui bagian bawah alat tersebut. Usahakan jangan ada gelembung di dalam manometer, bila ada gelembung ulangi kembali dengan memasukan sapranin ke dalam manometer.
6. Menghubungkan atau menggabungkan manometer pada pipa karet yang telah di isi batang tanaman pacar cina dengan terlebih dahulu mengurangi volume air yang ada pada pipet karet tersebut.
7. Mengoleskan Vaseline antara hubungan pipa karet dengan manometer agar tidak bocor.
8. Menempatkan manometer pada kondisi luar lingkungan.
9. Mencatat perpindahan kenaikan safranin dan waktu yang dibutuhkan untuk naik ke ujung manometer.
E. Hasil Pengamatan:


Gambar Keseluruhan






F. Pembahasan
Pada praktikukm ini digunakan tanaman pacar air (Impatiens balsamia) merupakan tanaman yang dijadikan sebagai tanaman sampel. Tanaman sampel dipotong bagian batangnya. Pemotongan tanaman sampel ini bertujuan untuk membuktikan terjadinya tekanan akar serta besarnya kenaikan larutan (larutan safranin) akibat dari tekanan akar. Faktor yang mempengaruhi tekanan akar adalah perbedaan potensial air dalam tumbuhan dan air yaitu potensial air yang tinggi di dalam tanah.Tumbuhan menyerap air dan mineral yang terdapat di dalam tanah melalui akar, untuk menaikkan air dari permukaan tanah diperlukan suatu tekanan pada akar. Tekanan pada akar terjadi jika transpirasi rendah, artinya kelembaban padatanah cukup tinggi. Pada saat kelembapan tanah kurang maka laju transpirasi akan meningkat, tekanan akar tidak terjadi maka air yang ada akan naik karena adanya daya isap daun.
Kenaikan air dari tanah juga dipengaruhi oleh transpirasi karena transpirasi sebagian besar terjadi di daun melalui stomata, transpirasi bermanfaat bagi tumbuhan karena dapat menyebabkan terbentuknya daya isap daun, mempercepatpengangkutan unsur hara melalui xilem dan membantu penyerapan air dan unsur hara oleh akar. Tekanan akar tidak dapat diamati jika kondisi lingkungannya kekurangan air atau pada saat transpirasi rendah. Pada saat ini yang berperan adalah daya isap daun, jadi air bergerak karena terjadinya transpirasi. Akar merupakan komponen pokok dari tanaman, baik dalam hal fungsi maupun dalam jumlah besarnya. Biasanya dapat mencapai kira-kira 1/3 berat kering seluruh tubuh tanaman. Kecepatan ekstraksi air dari suatu tanah merupakan fungsi darikonsentrasi akar, karena berkurangnya menurut kedalaman daerah akar. Air sangat penting bagi tumbuhan sehingga gerakan air melalui tanah yang disebu tperkolasi, tumbuhan karena dapat menyebabkan terbentuknya daya isap daun, mempercepatpengangkutan unsur hara melalui xilem dan membantu penyerapan air dan unsur hara oleh akar.
Tekanan akar tidak dapat diamati jika kondisi lingkungannya kekurangan air atau pada saat transpirasi rendah. Pada saat ini yang berperan adalah daya isap daun, jadi air bergerak karena terjadinya transpirasi. Akar merupakan komponen pokok dari tanaman, baik dalam hal fungsi maupun dalamjumlah besarnya. Biasanya dapat mencapai kira-kira 1/3 berat kering seluruhtubuh tanaman. Kecepatan ekstraksi air dari suatu tanah merupakan fungsi darikonsentrasi akar, karena berkurangnya menurut kedalaman daerah akar. Air sangat penting bagi tumbuhan sehingga gerakan air melalui tanah yang disebut perkolasi. Hubungan antara tekanan akar dan daya hisap daun adalah sangat eratkarena faktor-faktor itu tidak dapat berdiri sendiri dalam memindahkan zat haraatau air tanah menuju ke daun untuk difotosintesis. Akar berperan dalam memperluas bidang penyerapan tumbuhan terhadap air dan zat hara. Jika tumbuhan tidak mempunyai akar maka tumbuhan itu hanya dapat menyerap zat-zat yang diperlukannya dari sekitarnya saja. Sebaliknya jika tumbuhan tidak mempunyai daun, maka penyerapan dan pengantaran zat hara dari tanah menuju ke daun tidak optimal (tidak cepat) karena daya tekan akar saja tidak cukup untuk melawan besarnya gradien gravitasi bumi.
Untuk mengetahui adanya tekanan pada akar maka dapat dilakukan suatu pengamatan dengan menggunakan tanaman yang mempunyai batang transparan sehingga besarnya pergerakan air tanaman dan kenaikkan larutan dapat terlihat jelas.
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan bisa di ketahui adanya tekanan akar yaitu tekanan yang terjadi pada xylem sebagai hasil proses aktif. Dalam praktikum kali ini ternyata telah terjadi daya tekan akar yang pada percobaan di tandai dengan adanya kenaikan cairan pada manometer. Besarnya tekanan akar pada setiap tumbuhan berbeda-beda tergantung dari besar kecilnya serta tinggi rendahnya batang. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil percobaan kami yakni batang pacar air yang digunakan relative kecil sehingga daya tekan akar yang dihasilkanpun kecil juga .
Hal ini menunjukan adanya hubungna antara daya gerak akar dengan pengangkuatan air. Pengangkutan air pada tumbuhan meliputi 2 cara yaitu pengangkutan air dan garam mineral diluar pembuluh xilem (ekstravaskuler) dan pengangkutan air melalui pembuluh xilem (intravaskuler).
1. Transfortasi ekstravaskuler
Proses pengangkutan ekstravaskuler sebagai berikut, air bergerak secara horizontal yaitu dari pemukaan akar menuju ke sel epidermis (rambut akar) kemudian bergerak diantara sel-sel korteks. Untuk sampai ke stele air harus melewati sitoplasma sel-sel endodermis.
2. Transportasi Intravaskuler
Merupakan pengangkutan air dan garam mineral dari akar menuju bagian atas tumbuhan (daun ) melalui xilem. Urutannya Xilem akar, xilem batang, xilem tangkai daun, xilem tulang daun. Selanjutnya dari xilem tulang daun masuk ke sel-sel mesofil daun untuk di gunakan dalam fotosintesis. Proses transportasi air melalui xilem bersifat apopplastik karena sel-se xilem bersifat sel mati.
Teori kapilaritas menyatakan Pembuluh xylem dapat dipandang sebagai pembuluh kapiler, sehingga air dapat naik kedalamnya sebagai akibat dari adhesi antara dinding xylem dengan molekul-molekul air. Akan tetapi sebenarnya, peranan ini tidak begitu berarti. Adhesi merupakan daya tarik menarik antara molekul yang tidak sejenis. Teori ini menyatakan bahwa air dapat bergerak karena adanya kerjasama dengan dinding xile, hal ini jelas adanya hubungan antara pergerakan air melalui molekul yang berbeda.
G. Kesimpulan
Dari praktikum tersebut bahwa daya tekan akar pada tumbuhan memang terjadi. Hal ini di buktikan dengan memotong bagian atas tumbuhan dan hanya bagian batang sampai akar yang digunakan. Naiknya cairan pada manometer menjadi indikator bahwa akar sangat berperan dalam proses transpirasi air. Tekanan akar tidak dapat diamati jika kondisi lingkungannya kekurangan air atau pada saat transpirasi rendah. Pada saat ini yang berperan adalah daya isap daun, jadi air bergerak karena terjadinya transpirasi.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2002). Tekanan pada akar. [online]. Tersedia di: http://id.scribd.com/doc/13235928/daya-tekan-akar. [15januari 2013]

Ardi. (2012). Huungan daya tekan akar dan daya hisap daun. [online]. Tersedia : http://ardi-33.blogspot.com/?zx=f57fda43c17ee70f. [15 januari 2013].

Laporan Praktikum Daya Isap Daun

Laporan Praktikum Daya Isap Daun

I. TUJUAN
Mengetahui naiknya udara Bahasa Dari Akar Ke daun .
II . Landasan Teori
* Menurut Esti ( 2012 ) Daya hisap daun adalah timbulnya tarikan terhadap udara Yang ADA FUNDS sel - sel di bawahnya Dan tarikan Suami Akan diteruskan molekul demi molekul , Menuju kebawah sampaike seluruh kolom udara FUNDS xilem sehingga menyebabkan air tertarik Ke Atas Bahasa Dari Akar Menuju Ke daun . Faktor Yang mempengaruhi Daya hisap daunadalah terjadinya transpirasi udara Akan mengalir masuk Bahasa Dari korteks Akar , menghasilkan suatu tekanan positif Yang memaksa cairannaik Ke xilem . Dorongan getah xilem Ke arah Atas inisial disebut tekanan Akar . Faktor Yang mempengaruhi tekanan Akar adalah perbedaan potensial udara Dalam, Tumbuhan Dan udara yaitu potensial udara Yang Tinggi, di Dalam, tanah.Tumbuhan menyerap udara dan mineral Yang terdapat di Dalam, Tanah melalui Akar , untuk menaikkan air permukaan Bahasa Dari Tanah diperlukan suatutekanan padaakar . Tekanan FUNDS Akar terjadi Severe transpirasi rendah , artinya kelembaban FUNDS Tanah CUKUP Tinggi. FUNDS SAAT kelembapan Tanah kurang Maka Laju transpirasi Akan MENINGKAT , tekanan Akar tidak terjadi Maka udara Yang ADA Akan Naik KARENA adanya dayaisap daun . Untuk mengetahui adanya tekanan FUNDS Akar Dan Daya hisap padadaun makadapat dilakukan suatu pengamatan Artikel Baru menggunakan Tanaman Yang mempunyai batang transparan sehingga besarnya pergerakan udara Tanaman Dan kenaikkan larutan dapat terlihat jelas
Besarnya FUNDS masing - masing batang BAIK BAGIAN Atas maupunbagian Bawah yangartinya Tanaman pacar air dapat menghisap larutan hinggamencapai seluruh BAGIAN Tanaman BAIK melalui tekanan Akar maupun Daya hisapdaun . Hal inisial menunjukkan bahwa padatanaman pacar air tekanan Akar Dan dayahisap daun memiliki pengaruh Yang sama Besar Dalam, penyerapan udara

III . ALAT DAN BAHAN
1 . Tumbuhan pacar air 2 buah
2 . Larutan eosin atau Kl ( dapat diganti Artikel Baru ilalang )
3 . Tabung reaksi
4 . udara

IV . CARA KERJA
1 . Menyiapkan Tabung reaksi A dan B.
2 . Meletakkan Tanaman pacar air FUNDS Tabung reaksi A Yang Berisi larutan eosin atau Kl ( atau ilalang )
3 . Meletakkan pacar air Yang telah dibuang daunnya FUNDS Tabung reaksi B Yang Berisi larutan eosin atau Kl ( atau ilalang )
4 . Menunggu sekitar 45 menit , kemudian mengamati kedua perangkat Percobaan nihil
5 . Lalu perhatikan manakah udara Yang lebih CEPAT Naik, di Tabung A atau B Tabung , Dan menganalisis mengapa demikian .

V. HASIL PENGAMATAN
tidak

Tabung

REVENUES
1

Tanaman Pacar udara ( ADA daunnya )

Berkurang 1 cm
2

Tanaman Pacar udara ( tidak ADA daunnya )

Berkurang 0,5 cm
Bahasa Dari HASIL Percobaan didapati Tumbuhan udara berubah menjadi merah Warna ( Warna ilalang ) , Warna merah terlihat FUNDS batang daun Dan .
VI . PEMBAHASAN
Bahasa Dari Percobaan Yang telah dilakukan membuktikan bahwa BANYAK daun mempengaruhi Daya hisap Tumbuhan , ITU ditunjukan FUNDS :
FUNDS Tabung A , udara lebih CEPAT Naik daripada FUNDS Tabung B. Hal inisial KARENA Tanaman Dalam, Tabung A Masih terdapat BANYAK daun sehingga menyebabkan semakin banyaknya udara Yang diperlukan Dalam, proses penelaahan transpirasi Dan menyebabkan Daya isap daun Besar .
Sedangkan Dalam, Tabung B Berisi Tanaman Yang sudah tidak mempunyai daun sehingga tidak membutuhkan BANYAK udara untuk transpirasi sehingga Daya isap daun Kecil .

VII . KESIMPULAN
Bahasa Dari usaha atau kegiatan Yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan Maka :
1 . Air Naik Bahasa Dari Akar Ke daun , KARENA Tumbuhan memiliki Daya hisap daun .
2 . Daya isap daun berhubungan Artikel Baru proses penelaahan transpirasi .
3 . Salah Satu faktor Yang mempengaruhi Daya isap daun adalah daun Number .
Semakin BANYAK daun Maka Daya isap semakin Besar , sebaliknya semakin : sedikit daun Maka Daya isap daun semakin Kecil

sumber : http://gurusemesta.blogspot.com/2012/12/daya-hisap-daun.html