Wednesday, March 30, 2016

Bagaimana Sholat di Masjid yang Ada Kuburannya?

HUKUM SHALAT DI MASJID YANG DI DALAMNYA ADA KUBURANNYA ATAU DI HALAMANNYA ATAU DI ARAH KIBLATNYA

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagaimana hukum shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan, atau di halamannya atau di arah kiblatnya?

Jawaban
Jika di dalam masjid tersebut terdapat kuburan, maka tidak shah shalat di dalamnya. Baik kuburan tersebut di belakang orang-orang shalat maupun di depan mereka, baik di sebelah kanan maupun di sebelah kiri mereka, hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Allah melaknat kaum yahudi dan kaum nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai tempat-tempat ibadah” [1]

Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka dan orang-orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, maka janganlah kamu menjadikan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kamu dari hal itu” [2]

Lain dari itu, karena shalat di kuburan itu termasuk sarana syirik dan sikap berlebihan terhadap penghuni kubur, maka kita wajib melarang hal tersebut, sebagai pengamalan terhadap hadits tersebut di atas dan hadits-hadits lainnya yang semakna, serta untuk menutup pintu penyebab syirik.

[Fatawa Muhimmah Tata’allaqu Bish Shalah, hal. 17-18]

HUKUM SHALAT DI MASJID AYANG ADA KUBURANNYA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum shalat di masjid yang ada kuburannya ?

Jawaban
Jika masjid tersebut dibangun di atas kuburan, maka shalat di situ hukumnya haram, da itu harus dihancurkan, sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat kaum yahudi dan nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai masjid-masjid, hal ini sebagai peringatan terhadap apa yang mereka perbuat.

Jika masjid itu telah dibangun lebih dulu daripada kuburannya, maka kuburan itu wajib dikeluarkan dari masjid, lalu dikuburkan di pekuburan umum, dan tidak ada dosa bagi kita dalam situasi seperti ini ketika membongkar kuburan tersebut, karena mayat tersebut dikubur di tempat yang tidak semestinya, sebab masjid-masjid itu tidak halal untuk menguburkan mayat.

Shalat di masjid (yang ada kuburannya) yang dibangun lebih dulu daripada kuburannya hukumnya sah dengan syarat kuburan tersebut tidak berada di arah kiblat sehingga seolah-olah orang shalat ke arahnya, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan [3]. Jika tidak mungkin membongkar kuburan tersebut, maka bisa dengan menghancurkan pagar masjidnya.

[Majmu Fatawa Wa Rasa’il. Juz 2, hal. 234-235]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjmah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]
_______
Footnote
[1]. Disepakati keshahihannya. Al-Bukhari, kitab Al-Jana’iz (1330), Muslim kitab Al-Masajid (529)
[2]. Dikeluarkan oleh Muslim, dalam kitab shahihnya, dari Jundab bin Abdullah Al-Bajali kitab Al-Masajid (532)
[3]. HR Muslim, kitab Al-Masajid 9973) dengan lafazh : “Janganlah kalian duduk-duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadapnya

sumber: https://almanhaj.or.id/345-hukum-shalat-di-masjid-yang-ada-kuburannya-di-dalamnya-di-halamannya-atau-di-arah-kiblatnya.html

Tuesday, March 15, 2016

Kumpulan nasihat Hikmah

  • Wahai anakku! Janganlah kamu sekali kali menyekutukan Allah dengan sesuatupun. Menyekutukan Allah benar-benar kezholiman yang besar.
  • Tanda kefahaman seseorang akan ilmu ada 3:
    • Menjadikannya semakin takut pada Allah
    • Tidak ingin terlihat banyak berilmu
    • Sudah kenyang dengan lisannya karena malu
  • Wahai anakku! Telitilah orang yang fasih berbicara, tapi sayangilah orang-orang yang mudah pucat wajahnya jika memberi nasihat. Sesungguhnya di baliknya terdapat kasih sayang yang lebih tulus.
  • Wahai Anakku! Bila kamu berjalan, maka sederhanalah. Jangan berlari dan jangan juga lambat. Tapi berjalanlah dengan cepat, karena hal ini dapat meneguhkan hati dan pikiran.
  • Wahai anakku, hindarilah bernafsu dalam ibadah, karena akan menghilangkan akhlak nabi yang mulia dari dirimu.
  • Wahai anaku, selalulah baik akhlakmu, halus lisanmu, dan manis wajahmu sehingga kamu akan dicintai manusia melebihi cintanya seseorang karena diberi barang yang berharga.
  • Wahai anakku, jikalau kamu mengatakan kebenaran, maka janganlah takut dan gugup. Karean hal itu dapat membuatmu salah salah dalam menyampaikan, boleh jadi malah mengatakan kebatilan.
  • Wahai anakku! Aku sudah pernah merasakan beratnya lapar sambil berjalan di atas jalanan yang panas. Tapi lebih berat dari pada itu adalah punya tetangga yang buruk.
  • Wahai anakku. Janganlah kamu mudah kagum dengan perkataan yang dijelaskan panjang lebar, karena betapa banyak perkataan panjang lebar yang menimbulkan aib bagi orang-orang yang berilmu. Tapi semestinya kamu berkata sedikit, karena yang demikian itu merupakan taufik dan kebenaran.
  • Wahai anakku, barangsiapa yang menyayangi maka ia akan disayangi. Barangsiapa yang tidak menyayangi, ia tidak akan disayang.
  • Wahai anakku! Jika wanita mengatakan sesuatu padamu, telitilah dulu perkataannya dan jangna langsung bertindak. Sebab seringkali mereka memintamu sesuatu tanpa akal, yang bisa mencelakakanmu.
  • Wahai anakku! Jika ada orang bodoh yang memujimu, maka janganlah kamu berasa senang. Karena betapa banyak manusia yang celaka karena pujian. Tapi ucaplah "Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka katakan, ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui, dan janganlah Engkau menyiksaku atas apa yang mereka katakan."
  • Wahai anakku. Sederhanalah dalam berbicara dan katakanlah perkataan yang baik. Jangan sampai perkataanmu malah menyulitkanmu di kemudian hari.
  • Wahai anakku. Janganlah kamu bersikap terlalu ketat terhadap apa apa yang diberi Allah kelonggaran. Sesungguhnya agama ini mudah, barangsiapa yang mempersulit, maka ia akan dikalahkan.
  • Wahai anakku. Janganlah kamu mudah kagum dengan orang yang fasih bicaranya. Sebab fasihnya lebih lebih membawa pada kotornya hati. Berilah perhatian pada orang yang kaku lidahnya dan mudah pucat wajahnya jika mereka mengajakmu menaati Allah. Sebab kasih sayang mereka lebih tulus.
  • Wahai anakku, janganlah kamu banyak mengingat kenangan indah dengan wanita, karena itu membuatmu lupa terhadap akhirat, dan menmbuat hatimu gelisah.
  • Wahai anakku, wajib atasmu menatap saudaramu dengan tatapan hormat, jika tidak ia akan merasa kamu menghinanya, dan kamupun akan dibalas.
  • Wahai anakku, penyebab kerasnya dan gelisah hati seorang mukmin adalah ia bernyanyi tentang percintaan dan banyak berkata yang tidak membawa manfaat, maka tinggalkanlah.
  • Wahai anakku!Jangan pernah kamu biarkan pikiranmu sibuk memikir kesalahan orang lain saja. Karena itu akan membuat kebencian dalam dadamu, menghilangkan cahaya dari hatimu, dan membuatmu lupa dengan aibmu sndiri.
  • Wahai anakku! Bila kamu berdakwah, lakukanlah pendekatan agar pesanmu mudah diterima, namun jika untuk urusan dunia, bersikaplah seperti seorang musafir.
  • Wahai anakku! Pabila kamu mencari nafkah, carilah yang halal, jangan menipu, jangan menyembunyikan keterangan, lakukanlah sebagaimana kamu suka diperlakukan. Bekerjalah dengan kewibawaan dan ketenangan, karena Allah melihatmu dan Dialah sebaik baik pemberi rizky.
  • Wahai anakku! Berlindunglah pada Allah dari kejahatan perempuan, dan berlindunglah agar tidak termasuk orang yang bodoh. Tidak ada teman yang lebih buruk dari pada kebodohan.
  • Wahai anakku. Telanlah amarahmu dan lapangkan dadamu dari rasa sakit. Dengan demikian kamu akan merasakan kelezatan dan kemudahan untuk mengingat Allah.
  • Wahai anakku. Wajib atasmu berbuat baik pada wanita, diantaranya adalah bersikap berwibawa dan disegani di hadapan mereka. Hindarilah menyebut nama wanita yang bukan mahrommu karena ia akan menggelisahkan hatimu.
  • Wahai anakku, janganlah kamu membuat manusia berbaik sangka terhadap dunia, terlebih lagi membuat mereka tenang dengan dunia. 
  • Wahai anakku. Hindarilah berkumpul dan berbincang dalam majelis yang tidak mengingat nama Allah. Karena jika kamu orang yang berilmu, maka kamu akan menjadi bodoh dan gelisah. Dan jika kamu orang bodoh, maka kamu akan semakin bodoh.
  • Wahai anakku, hindarilah kasur yang tinggi dan terlalu nyaman, karena jika berada di atasnya hatimu mudah menjadi keras dan gelisah. Terlebih lagi jika kamu sedang menangani urusan dunia.
  •  Wahai anakku. Cepatlah dalam berjalan dengan ketenangan dan kewibawaan, seolah kamu berjalan di tanah yang landai, jagalah pandangan dan banyaklah melakukan dzikrullah niscaya kamu akan terhindar dari hati yang tidak khusyuk.
  • Wahai anakku. Janganlah kamu tidur di pagi hari karena akan menimbulkan kelemahan. Jika kamu mengantuk, lebih baiknya kamu pergi ke masjid dan beribadahlah di sana.
  • Wahai anakku. Jagalah hatimu agar jangan sampai hatimu merasa tentram dengan dunia ini. Tidaklah hati ini tentram dengan dunia kecuali ia akan mudah dihinggapi penyakit-penyakit. Takutlah kepada Allah.
  • Wahai anakku. Wajib atasmu berbuat baik pada perempuan dan palingkanlah wajahmu jika tak sengaja melihat mereka. Sebaik baik teladan adalah rasulullah صلي الله عليه وسلم
  • Wahai anakku. Apabila kamu menyenangi sesuatu dari dunia ini, namun kemudian ia membuatmu gelisah berkepanjangan, maka mohonlah agar Allah menjauhkannya darimu dan memberimu a ganti yang lebih baik. Sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertaqwa.
  • Wahai anakku! Bersikap keraslah terhadap orang munafik, yaitu dalam urusan agama. Janganlah kamu berlebihan terhadap mereka sehingga manusia berburuk sangka terhadap kebenaran.
  • Wahai anakku. Siapa yang bersikap takabur maka ia akan menjadi hina. Lembutlah dalam tutur katamu, manislah wajahmu, dan perbaikilah akhlakmu, dengan demikian kamu akan disukai orang lebih dari sukanya seseorang yang diberi barang yang berharga.
  • Wahai anakku, kamu tidak akan bisa menyembah Allah azza wa jalla dengan baik jika kamu tidak memperbaiki akalmu. Adapun yang memperbaiki akal adalah sedikit bicara dan akhlak yang mulia.
  • Wahai anakku! Tinggalkanlah pemikiranmu tentang aib orang lain, pikullah aibmu sendiri. Sungguh, pemikiran seseorang terhadap aib orang lain akan menghalanginya dari menyedari kesalahanmu sendiri, yang akan menghalangimu dari bertobat pada Allah.
  • Wahai anakku. Janganlah kamu cinta pada satu wanita saja, sebab laki-laki tercipta untuk bisa beristri banyak. Berbuat adilah terhadap mereka.
  • Wahai anakku. Janganlah kamu merahasiakn urusanmu dengan seorang wanita yang bukan mahrommu. Dan berlindunglah pada Allah dari kejahatan perempuan.
  • Wahai anakku. Tahanlah lisanmu kecuali dari perkataan yang diharapkan pahalanya dari Allah. Semoga Allah menyelamatkan kamu.
  • Wahai anakku wajib bagimu berbuat baik pada wanita. Berilah mereka makan apabila kmu makan, berilah pakaian apabila kamu berpakaian. Jangan memukul wajah mereka, jangan menjelek-jelekannya, jangan mengatakan "semoga Allah memburukkanmu", dan jangan menjauhi mereka kecuali di lingkungan rumahmu. Bersikaplah berwibawa di hadapan mereka, telanlah amarahmu dari kesalahan mereka. Jangan biarkan ia sendiri walaupun kamu mengajarinya Al-Quran, bantulah urusan rumah tangga. Apabila ia menginginkan kamu melakukan sesuatu, tanyakanlah kejelasannya dan apa yang harus kamu perbuat. Jika itu sesuatu yang buruk, katakanlah "Sungguh, andai bukan karena begini, tentu aku melakukan yang kamu suruh. Apa yang kamu suruh tidak dibolehkan bagiku." Jika kamu hendak membantunya, perintahkanlah "Tunggulah, agar aku bisa berbuat baik padamu." Dan jika ia berbuat dosa maka sebutkanlah kesalahannya dengan kesungguhan. Hindarilah meluruskannya karena akibatnya adalah patah seperti patahnya tulah rusuk yang bengkok. Cukup bagimu dengan wasiat umum "Bertaqwalah pada Allah." Apabila ia mengatakan kebenaran akibat keraguanmu pada sikapnya, katakanlah "Lihatlah siapa saudaramu, saudara sesusuan itu diakibatkan rasa lapar." Apabila ia menangis, tanyakanlah apa yang membuatnya menangis, kemudian hiburlah dan katakan "Kamu memiliki kelebihan begini dan begitu, lantas apa yang membuat penyebab tangisanmu itu masih menyedihkanmu? Dan berlindunglah pada Allah dari kejahatan wanita.