Saturday, December 8, 2012

Biografi Ratu Isabella I

Biografi Ratu Isabella I







Ratu Isabella I dari Castile lebih diingat orang sebagai ratu yang membiayai perjalanan Christopher Columbus melayari laut Atlantik. Kenyataannya Ratu Isabella adalah seorang penguasa yang energetik dan mumpuni yang membuat banyak keputusan penting yang memengaruhi Spanyol serta Amerika Latin selama berabad-abad, dan secara tidak langsung memengaruhi jutaan orang

Kebanyakan keputusannya dihasilkan setelah berkonsultasi dengan suaminya yang sama mampu dan cerdas dengan Isabella, Ferdinand of Aragon. Keputusan-keputusan tersebut juga dikerjakan dengan kerja sama yang erat dengan suaminya tersebut.

Isabella lahir pada 1451 di kota Madrigal kerajaan Castile ( sekarang bagian dari Spanyol). Sebagai seorang gadis, dia menerima pelatihan agama yang ketat dan menjadi penganut Katolik taat.
Saudara tirinya , Henry IV, menjadi raja Castile pada 1454 sampai dia meninggal pada 1474. Saat itu belum ada kerajaan Spanyol. Daerah yang kita kenal sebagai Spanyol saat ini terbagi empat kerajaan, Castile, kerajaan terbesar, Aragon yang terletak di sebelah tenggara Spanyol, Granada si selatan dan Navarre di utara.

Pada akhir 1460-an, Isabella yang saat itu diperkirakan menjadi penerus takhta Castile, merupakan putrid mahkota terkaya di Eropa dan banyak pangeran mencoba mencuri hatinya. Kakak tirinya, Henry IV, berharap agar Isabella menikahi Raja Portugal. Pada 1469, saat Isabella berusia 18 tahun meloloskan diri dan walau ditentang oleh Raja Henry, Isabela menikahi Ferdiand, putra mahkota kerajaan Aragon. Murka karena pembangkangan Isabella, Henry menunjuk putrinya Juana, menjadi penerusnya. Tetapi saat Henry meniggal pada 1474, Isabella mengklaim takhta Castile. Pendukung Juana tidak terima dan perang sipil segera berkobar. Pada Februari 1479, pasukan Isabella menang. Raja John II dari Aragon meninggal pada tahun yang sama dan Ferdinand menjadi raja Aragon. Setelah itu Ferdinand dan Isabella memimpin hampir seluruh Spanyol bersama-sama.

Secara teori, kedua kerajaan dan kebanyakan dari institusi pemerintahan tetap terpisah. Praktiknya, Ferdinand dan Isabella membuat semua keputusan bersama-sama dan melakukan yang terbaik sebagai penguasa gabungan Spanyol. Selama dua puluh lima tahun pemerintahan gabugan mereka, kebijakan utama mereka adalah menciptakan kerajaan Spanyol yang bersatu yang dipimpin oleh monarki yang kuat. Salah satu proyek mereka yang pertama adalah penaklukan Granada, satu-satunya bagian dari tanjung Iberia yang masih di bawah kekuasaan Muslim. Perang dimulai pada 1481 dan berakhir pada 1492, dengan kemenangan mutlak Ferdinand dan Isabella. Dengan penaklukan Granada, batasan Spanyol hampir sama yang kita kenal sekarang ( Kerajaan Navarre yang kecil dianeksasi Ferdinand pada 1512 setelah Isabella meninggal.

Pada awal kekuasaan mereka, Ferdinand dan Isabella mendirikan lembaga Inkuisisi Spanyol. Lembaga ini adalah pengadilan gerejani yang dikombinasikan dengan kekuatan hakim, juri, jaksa penuntut, dan polisi investigasi. Pengadilan ini terkenal dengan hukumannya yang keras dan ketidakadilan yang kotor dalam prosedurnya. Para tersangka tidak punya kesempatan untuk menyangkal tuduhan terhadap mereka. Saya curiga siapa pun tuduhan yang dialamatkan kepada mereka akan disiksa dengan kejam sampai mengaku. Dalam hitungan kasar, minimal dua ribu orang dibakar ditonggak selama dua puluh tahun pertama Inkuisisi Spanyol dan sering kali juga ada yang menerima hukuman yang lebih ringan.

Inkuisisi Spanyol dikepalai oleh pendeta ultrafanatik, Tomas de Torquernada, yang confessor pribadi Isabella. Walau Inkuisisi direstui oleh Paus, badan itu tetap berada di bawah control kerjaan Spanyol. Inkuisisi sebagian berfungsi untuk mendirikan kesamaan agama, dan sebagian lagi menendang oposisi politik terhadap kerajaan. Di Inggris, para tuan tanah mengumpukan cukup kekuatan untuk memeriksa kekuatan raja. Para tuan tanah Spanyol tadinya kuat, tetapi kerajaan Spanyol berhasil menggunakan Inkuisisi sebagai senjata melawan para tuan tanah feudal, oleh karenanya Spanyol mampu mendrikan kerajaan yang terpusat dan absolute. Inkuisisi juga digunakan untuk mendapatkan control yang lebih besar atas Klerik Spanyol.

Namun yang menjadi target utama Inkuisisi adalah orang yang dicurigai memiliki agama berbeda, khususnya Yahudi dan Muslim yang dialihkan ke Katolik tetapi meneruskan praktik agama lamanya secara sembunyi-sembunyi.

Saat dimulai, Inkuisisi tidak langsung diarahkan kepada Yahudi. Pada 1492 atas desakan Torquemeda yang fanatic, Ferdinand dan Isabella menandatangani dekrit yang memerintahkan Yahudi Spanyol untuk beralih ke Katolik atau meninggalkan negara itu dalam empat bulan tanpa harta benda mereka. Bagi sekitar 200.000 Yahudi Spanyol, dekrit ini merupakan bencana dan banyak yang tewas sebelum sampai ditempat aman. Bagi Spanyol, kehilangan itu merupakan pukulan yang besar secara ekonomi karena orang-orang Yahudi terdiri dari pedagang-pedagang ulung dan tukang yang andal.

Saat Granada menyerah,orang-orang Islam yang tinggal di Spanyol diizinkan menjalankan agamanya di bawah perjanjian damai. Faktanya pemerintah Spanyol dalam waktu yang tidak terlalu lama melanggar perjanjian itu. Oleh karenanya, bangsa Moor memberontak, tetapi dikalahkan. Pada 1502 seluruh Muslim yang tinggal di Spanyol dipaksa antara beraih menjadi Kristen atau pengasingan – pilihan yang sama diberikan kepada orang-orang Yahudi sepuluh tahun sebelumnya.

Walau Isabella seorang Katolik taat, dia tidak pernah membiarkan keagamaannya bercampur dengan rasa nasionalismenya terhadap Spanyol. Dia dan Ferdinand bekerja keras dan berhasil memastikan bahwa gereja Katolik Spanyol berada di bawah kerajaan Spanyol dan bukan di bawah Paus. Ini adalah salah satu alas an kenapa reformasi protestan pada abad 16 tidak pernah mencapai Spanyol.

Peristiwa yang paling penting pada masa kekuasaan Isabella adalah penemua benua baru oleh Christoper Columbus yang juga terjadi pada 1492. Ekspansi Columbus disponsori oleh kerajaan Spanyol. (Tetapi, cerita yang menyebutkan bahwa Isabella harus menggadaikan berliannya untuk membayar ekspedisi itu tidak benar).

Isabella meninggal pada 1504. Selama masa hidupnya, dia mempeunyai satu putra dan empat putrid. Sang putra, Juan meninggal pada 1497. Putri Isabella yang paling terkenal adalah Juana. Ferdinand dan Isabella menjodohkan Juana dengan Philip I (Sang Rupawan) yang juga putra dari raja Austria Hapsburg dan putra mahkota dari kerajaan Burgundy. Hasilnya adalah cucu Isabella, kaisar Charles V mewarisi kekaisaran paling luas dalam sejarah Eropa. Charles V juga ditunjuk sebagai Kaisar Suci Roma dan merupakan monarki terkaya dan terkuat pada zamannya. Daerah kekuasaan baik secara nominal maupun actual meliputi Spanyol, Jerman, Belanda, Austria, Swiss, sebagian besar Itali dan sebagian Prancis, Cekoslovakia, Polandia, Hungaria dan Yugoslavia. Baik Charles V dan putranya, Philips II, merupakan penganut Katolik yang kuat. Selama mas kekuasaannya, mereka menggunakan kekayaan dari Dunia Baru untuk membiayai perang melawan negara-negara Protestan di utara Eropa. Jadi pernikahan antara kerajaan yang diatur oleh Ferdinand dan Isabella memengaruhi sejarah Eropa selama hampir seratus tahun setelah wafat.

Mari kita rangkum prestasi dan pengaruh Ferdinand dan Isabella. Dengan kerja sama mereka, mereka berhasil mendirikan kerajaan Spanyol yang bersatu dengan batas negara yang dipegang Spanyol selama lima abad, mereka menciptakan kerajaan Spanyol yang lebih terpusat dan bersifat absolut. Dan keteguhan mereka dalam beragama serta pendirian Inkuisisi memiliki pegaruh kuat daam sejarah masa depan Spanyol.

Butir terakhir perlu didiskusikan. Secara mudah sseorang dapat mengatakan bahwa keberadaan Inkuisisi di Spanyol telah meyebabkan Spanyol terpasung secara intelektual. Abad-abad setelah 1492, sebagian besar barat Eropa mengalami perubahan intelektual dan ilmiah yang sangat besar. Tidak begitu dengan Spanyol. Inkuisisi hanya mengizinkan Katolik Ortodoks yang kaku. Sampai tahun 1700, Spanyol secara intelektual terbelakang dibanding dengan Eropa Barat secara keseluruhan. Bahkan walau sudah lima abad sejak Ferdinand dan Isabella mendirikan Inkuisisi Spanyol dan sekitar 150 tahun sejak Inkuisisi dibubarkan, Spanyol belum benar-benar bebas dari pengaruhnya.

Lebih lanjut dukungan financial Isabella terhadap ekspedisi Columbus memastikan bahwa Amerika Selatan dan Tengah menjadi koloni Spanyol. Artinya, budaya Spanyol dan intuisinya-termasuk Inkuisisinya-didirikan sebagian besar belahan bumi bagian barat. Oleh karena itu, tidak mengejutkan bahwa karena Spanyol secara intelektual tertinggal dibandinkan Eropa Barat secafra keseluruhan, maka koloni Spanyol di Amerika Selatan secara intelektual lebih terbelakang disbanding koloni Inggris di Amerika Utara.

Semangat Perang Salib telah sangat kuat di Spanyol karena perang panjang selama 700 tahun melawan orang Muslim untuk merebut kembali tanjung Iberia. Walau perang tersebut berakhir dengan sukses pada 1492, Spanyol memiliki kebebasan untuk memiih arah yang dituju. Tetapi Ferdinand dan Isabella-terutama Isabella-yang menetapkan arah Spanyol kea rah agama yang ortodoks tanpa kompromi. Tanpa pengaruhnya, besar kemungkinan Spanyol tetap menjadi masyarakat yang majemuk.

Jamak membandingkan Isabella dengan Ratu Elizabeth I yang lebih popuer. Elisabeth paling tidak memiliki kemampuan yang setara dengan Isabella, lebih lanjut karena kebijakannya yang manusiawi dan toleran, dia lebih terlihat sebagai penguasa yang dapat dikagumi. Tetapi Elizabeth tidak seinovatif Isabella dan tidak satu pun tindakan Elizabeth memiliki pengaruh kuat seperti halnya pendirian Inkuisisi oleh Isabella. Walau beberapa kebijakan Isabella cukup menjijikkan, hanya sedikit kerajaan dalam sejarah memiliki pengaruh yang demikian jauh seperti yang dimiliki Isabella.

SUMBER: 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang Sejarah by Michael H.Hart.

0 comments:

Post a Comment